Redaksi

Buku Titien Wahono: Maha Karya Dalam Semusim

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Wednesday, 23 Desember 2015 | View : 923

SBN.

Selasa (22/12/2015) malam ini saya menghadiri peluncuran buku dari Ibu Titien Wahono yang berjudul:”Maha Karya dalam Semusim”. Buku berisi karya pohon natal spetakuler dengan bahan daur ulang dari tahun 2004-2014 sebanyak 34 buah dengan tinggi antara 3-12 meter. Dari sekian banyak yang mendapat muri adalah pohon natal dari garam.

Bagi saya event ini berceritera tentang perjuangan perempuan yang dihianati pasangan dan meninggalkan luka hati luar biasa. Dengan kepasrahan pada Tuhan, dia mengubah kepedihan menjadi karya kreatif luar biasa. Setiap pohon natal penuh dengan makna spiritual. Saya belum penah melihat kepedihan yang begitu dalam. Sekaligus saya juga belum pernah melihat karya-karya spetakuler yang dibuat dari hati yang pedih. Pohon natal karya Ibu Titien yang dibukukan akan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Karya yang berbicara tentang transformasi manusia. Ibu Titien membutuhkan setiap natal untuk menghalau kepedihan yang tidak pernah hilang. Tertinggal di dalam sanubarinya sebagai pupuk untuk lahirnya karya yang membuat orang merenung di hari natal.

Contoh pohon natal acrylic setinggi 7,5 meter yang terpasang di Grand City Mall Surabaya 2014. Kehadiran Allah Tritunggal menginspirasi Ibu Titien untuk menghadirkan pohon natal yang terdiri dari 3 susun ke dalam. Yang paling dalam adalah manifestasi Allah Roh Kudus. Kata-kata inspirasi yang muncul adalah “Masuklah pada hatimu yang paling dalam, hatimu yang paling dalam tak pernah bohong. Bersihkanlah hatimu yang paling dalam, biar Roh Kudus tinggal di dalam hatimu”.

Sekaligus Ibu Titien Berpameran sampai dengan tanggal 2 Januari 2015 di Atrium Grand City Mall. Kita akan melihat keindahan di sana. Keramik biru dari Eropa koleksi Ibu Titien dipamerkan. Termasuk kita bisa melihat karya 34 pohon natal yang dibukukan dalam foto di ruang pameran tersebut. Selamat ibu Titien. Semoga damai dan kasih Tuhan selalu bersama ibu. (esh)

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.612.178 Since: 05.03.13 | 0.1393 sec