Redaksi

Menemukan Rumah Pekerjaan Saya

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Tuesday, 22 Desember 2015 | View : 282

SBN.

Hari Sabtu (19/12/2015) yang lalu saya mengajak Mbak Endri cari buah. Seperti biasa kami ngobrol bebas. Ketika saya mengatakan bahwa sekarang saya yatim piatu beberapa kali. Akhirnya dia tidak tahan untuk mengoreksi kesalahan saya. Yatim piatu hanya diterapkan untuk akil baliq. He he he.

Yang saya maksudkan adalah sekarang saya tidak punya seseorang dan rumah untuk saya kembali. Jiwa saya yang telah dipulihkan memerlukan rumah agar bisa secara kongkrit berbuat sesuatu. Rumah tempat roh saya kembali telah saya temukan. Syukur saya panjatkan karena di sanalah sumber kekuatan. Akhirnya saya menemukan rumah pekerjaan yang cocok sekali setelah mencari selama hampir 7 tahun. Selama itu tanpa sadar saya telah melatih dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan tersebut.

Seluruh pengalaman dan pembelajaran yang dengan tekun saya lakukan dalam kaitan dengan inner power, social entrepreneur dan karir telah menemukan rumahnya. Sekarang saya memiliki ketajaman analisa dan melihat persoalan yang ada. Tanpa pengalaman panjang yang saya lalui, tidak mungkin saya dengan jernih bisa melihat hubungan kekerasan dengan pengambilan keputusan.

Karena itu posting saya terkait dengan hal tersebut dengan menggunakan cerita Maia, Mulan dan Dhani dibagikan sebanyak 4274 kali, dilike 177 dan dikomentari sebanyak 50 lebih. Saya sama sekali tidak menyangka kalau tulisan saya bisa dibagikan sebanyak itu. Bagi saya itu tanda bahwa saya telah berada di jantung masalah yang ada saat ini. Ketrampilan saya menemukan jantung masalah semakin meningkat tajam. Itu pertanda saya bisa hadir sebagai penolong.

Lalu saya menawarkan pelayanan coach selama 6 bulan. Posting ini juga mendapat respon luar biasa untuk ukuran saya dengan teman kurang dari 3000 orang. Ada 150 yang menglike, 8 dibagikan dan 30 lebih komentar. Yang secara nyata menyambut tawaran saya ada lebih dari 30 orang melalui in box. Bahkan saya telah menerima tawaran memberi pelayanan di luar negeri. Pertemuan pertama telah saya lakukan dan saya merasa senang dengan proses ini. Saya merasakan keajaiban dari hidup yang saya hayati. Entah apa yang terjadi nanti namun hati saya siap melaluinya.

Kali ini tidak ada lagi keraguan dalam saya bertindak. Saya belajar setiap saat untuk memperbaiki diri. Semakin baik diri saya terlatih maka semakin baik saya bisa membantu orang lain. Saya tidak menyangka ujung dari pencarian saya seperti ini. Saya menemukan metode yang cocok dengan jiwa dan pengalaman saya. Bisa mempertahankan kebebasan dan kejujuran dengan memberi dan dialog ke orang lain.

Saya terharu dengan respon teman-teman face book. Saat ini saya punya teman di banyak kota yang siap menerima saya untuk berdialog dan berbagi. Ketika saya ke Kupang khusus seorang teman mencari untuk menggunakan kehadiran saya untuk berdialog. Ada tawaran dari Garut, Purwakerto, dan tempat-tempat lain untuk mengadakan dialog. Teman adalah harta karun yang membuat hati kita tetap hangat dan bergerak.

Tidak hanya memberi harga pada pikiran tetapi juga hati dan roh ternyata membawa saya ke tempat yang benar dan indah. Terima kasih Tuhan. Semoga Kau bisa aku muliakan. Terima kasih teman-teman sekali atas responnya. (esh)

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.596.492 Since: 05.03.13 | 0.1217 sec