Agama & Masyarakat

Buya Syafii Sebut Muhammadiyah Harus Mampu Lahirkan Negarawan

Sunday, 20 Desember 2015 | View : 447

KUDUS-SBN.

Tokoh nasional sekaligus seorang ulama, ilmuwan, dan pendidik Indonesia, Prof. Dr. H. Ahmad Syafi’i Ma’arif atau Buya Syafi’I memberi ceramah tentang teologi kebangsaan di acara Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-47 Muhammadiyah Jateng di Stikes Muhammadiyah, Jl. Ganesa Raya No.1, Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jumat (18/12) malam.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Ahmad Syafi’i Ma’arif atau Buya Syafi’i menilai Indonesia semakin langka pemimpin dengan sosok seorang negarawan. Menurut Buya Syafii, panggilan akrab Ahmad Syafii Maarif, seorang negarawan memikirkan nasib bangsa dan negara jauh ke depan (jangka panjang).

“Yang banyak itu politisi. Bedanya dengan negarawan, politisi hanya memikirkan yang pendek-pendek saja. Bagaimana mengamankan kursinya, bagiamana agar urusan partai dan perutnya aman, tak berpikir jangka panjang untuk bangsa dan negara,” kata Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) tersebut.

Hadir di hadapan peserta Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-47 Muhammadiyah di Stikes Muhammadiyah, Jl. Ganesa Raya No.1, Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jumat (18/12/2015) malam, Syafii Maarif menyebut kerusakan di negeri ini sudah mencapai 50 persen. “Kita melihat kerusakan alam sudah semakin parah,korupsi dan sebagainya. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa karena kita hanya pembantu, bukan penentu,” ujar bekas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Karena itu, Syafii Maarif yang pada tahun 2008 memperoleh penghargaan Ramon Magsaysay dari pemerintah Filipina, mendorong agar Muhammadiyah ikut menyiapkan sosok negarawan, utamanya dari kalangan muda. Generasi tua harus menjadi contoh untuk kembali menghidupkan diskusi buku untuk memperkaya referensi.

“Jangan takut baca buku yang aneh-aneh. Buku-buku yang mengulas paham-paham seperti radikalisme, liberalisme, dan paham ekstrem lainnya perlu juga dibaca. Seandainya ada setan yang karang buku, baca saja,” tandas Buya Syafii yang sempat menjadi redaktur Suara Muhammadiyah dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Pendiri Maarif Institute, Buya Syafii melihat banyak generasi tua kaget melihat generasi muda sekarang banyak yang pintar. Generasi tua ketinggalan dalam banyak hal. “Melihat banyak anak muda pintar karena bacaan dan wawasan yang luas, tak jarang justru kemudian dicap liberal atau zionis. Ini karena yang sepuh-sepuh sudah jarang diskusi dan baca buku,” terang alumnus Program Doktor Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Chicago, Amerika Serikat (AS), dengan disertasi : Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia.

Alumnus Program Master di Departemen Sejarah Universitas Ohio, Amerika Serikat (AS), Buya Syafii melihat Muhammadiyah menjadi tempat ideal untuk melahirkan sosok negarawan. Terlebih Muhammadiyah sejauh ini tidak terikat pada mazab atau aliran tertentu. “Karena non-mazab maka cara berpikirnya rasional. Yang model “Taliban-talibanan” sedikit di Muhammadiyah,” pungkas ulama kelahiran Sumpurkudus, Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada 31 Mei 1935.

See Also

Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.609.024 Since: 05.03.13 | 0.1262 sec