Hukum

Polres Metro Jaksel Tetapkan 3 Tersangka Kasus Jatuhnya Lift Di Wisma Nestle

Friday, 18 Desember 2015 | View : 2060

JAKARTA-SBN.

Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas jatuhnya lift di Wisma Nestle di Perkantoran Hijau Arkadia, Jalan T.B. Simatupang Kav.88, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Kamis (10/12/2015) yang menewaskan 2 karyawan Nestle.

Ketiganya berasal dari PT. Eltek Indonutama, perusahaan perawatan dan perbaikan lift yang izinnya telah mati sejak 2010.

"Mereka ini berasal dari perusahaan yang punya MoU dengan perusahaan Nestle yang mengurus perbaikan dan perawatan lift," beber Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol. Drs. Wahyu Hadiningrat, S.I.K., M.H. saat jumpa pers di Markas Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel), Jalan Wijaya II No.42, Kebayoran. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Ketiga tersangka ini adalah SF dan HR yang merupakan teknisi dan SM Direktur Utama PT. Eltek Indonesia. SF dan HR tidak memiliki izin operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 Permenakertrans RI Nomor: PER.03/MEN/1999 tentang syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk pengangkut orang dan barang. Sementara SM ditetapkan sebagai tersangka karena menandatangani surat tugas untuk SF dan HR yang tak memiliki izin itu.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 359 dan 360 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun. Hal ini dikarenakan tersangka alpa atau lalai sehingga menyebabkan matinya seseorang atau luka-luka.

Selain itu PT. Eltek Indonutama, perusahaan yang bertugas memperbaiki dan merawat lift izinnya sudah mati. PT. Eltek Indonutama tidak memperpanjang SK Penunjukan Perusahaan Jasa Teknik Instalatir Lift yang dikeluarkan Dirjen Pembinaan Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). Izin itu telah mati sejak 18 Februari 2010.

Lift privat Nestle yang melayani lantai 7 hingga 3 di Wisma Nestle Perkantoran Hijau Arkadia, Jalan T.B. Simatupang Kav.88, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, anjlok pada Kamis (10/12/2015). Dua karyawan Nestle tewas yakni sales training Diah Setyoningrum (26) dan Kiagoes Rio Meristiwa (33) yang merupakan tenaga profesional Nestle. Sementara korban luka yakni Abdul Rahman, petugas cleaning service.

Polisi telah menyelidiki penyebab jatuhnya lift Wisma Nestle di Perkantoran Hijau Arkadia, Jalan T.B. Simatupang Kav.88, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, yang menyebabkan 2 karyawan Nestle Indonesia tewas. Ada dua penyebab yang membuat lift jatuh hingga makan korban.

Penyebab pertama adalah klem yang patah serta main rope (sling/kabel utama) dan rope governor (kabel penyangga) yang terlepas. Penyebab lepasnya kabel ini karena kabel yang dipasang tidak sesuai dengan ukuran yang seharusnya.

"Saat ditemukan, seharusnya kabel penyangga berdiameter 8 mm. Tapi yang terpasang adalah 6 mm," ungkap Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol. Drs. Wahyu Hadiningrat, S.I.K., M.H. saat jumpa pers di Markas Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel), Jalan Wijaya II No.42, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Sebelum kecelakaan kabel tersebut sempat diganti oleh teknisi pada Minggu (6/12/2015). Namun kabel yang dipasang berbeda dari sebelumnya yakni berukuran 6 mm padahal menurut Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat, sebelumnya kabel yang terpasang sudah sesuai standar yakni 8 mm.

Penyebab kedua adalah tidak ditemukannya tie rod (main safety) pada kabel utama lift yang jatuh. "Sling yang kita temukan itu seharusnya ada tiroid. Namun tidak terpasang," pungkas Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat saat jumpa pers di Markas Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel), Jalan Wijaya II No.42, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Jumat (18/12/2015). (det/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.513 Since: 05.03.13 | 0.1217 sec