Politik

Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta

Wednesday, 16 Desember 2015 | View : 837

JAKARTA-SBN.

Setelah Jumat (11/12/2015) dibentak Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama saat mengadu, seorang perempuan bernama Yusri Isnaeni (32), warga Jalan Mahoni di Gang I Blok A, Legoa, Jakarta Utara ternyata lanjut mengadu kepada anggota Dewan terhormat, DPRD. Hal ini diakui oleh Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik.

"Waktu itu, setelah mengadu ke Ahok (sapaan Basuki), dia nemuin DPRD. Kemarin itu kan waktu hari Kamis, dia ngadu ke kita," beber politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Muhammad Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan No.8-9, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2015).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, sejumlah anggota Dewan sudah mendengar aduan Yusri Isnaeni soal Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Menurut mantan Ketua KPUD DKI Jakarta yang terjerat kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) logistik pemilu selama 18 bulan pada 27 April 2004, toko yang dilaporkan Yusri-lah yang harus diusut, bukan Yusri Isnaeni.

"Ya tokonya-lah harus diusut, orang ibu-ibu mah cuma ngelaporin. Masa yang ngelaporin diusut," cetus Muhammad Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan No.8-9, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2015).

Aduan Yusri Isnaeni terkait dengan sebuah toko di Pasar Koja, Jakarta Utara, yang menyuruhnya mencairkan dana KJP terlebih dahulu jika ingin melakukan transaksi. Padahal, dana KJP tidak boleh dicairkan lagi.

Mendengar aduan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama malah marah dan balik menuding Yusri Isnaeni ikut menjadi maling. Sebab, Yusri Isnaeni telah mencairkan dana KJP itu.

Yusri Isnaeni mengaku hanya berniat bertanya kepada Basuki Tjahaja Purnama perihal pencairan dana KJP. Sebab, menurut Yusri Isnaeni, KJP memang tidak bisa dicairkan. Yusri Isnaeni mengaku mencairkan dana KJP di toko di Pasar Koja, Jakarta Utara. Toko tersebut yang meminta Yusri Isnaeni mencairkan dana KJP.

Yusri Isnaeni mengatakan, dana KJP itu akan dia gunakan untuk membeli perlengkapan puterinya.

"Kata tokonya kalau mau belanja seragam sekolah harus dicairkan dulu uangnya. Kok malah saya yang disalahkan Pak Gubernur, saya hanya menyampaikan keluhan saya. Tolong atas nama anak saya, jangan dicabut KJP-nya, kalau dicabut Pak Gubernur keterlaluan banget, mau menang sendiri," ketus Yusri Isnaeni.

Menurut politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, Muhammad Taufik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seharusnya menindaklanjuti toko yang diadukan Yusri Isnaeni.

Jika toko sudah berbuat seperti itu, Muhammad Taufik yakin tidak hanya Yusri Isnaeni yang disuruh menggunakan KJP di luar ketentuan. Toko harus segera ditindak.

Terkait itu, Muhammad Taufik menyayangkan sikap Ahok. Pada dasarnya, imbuh Muhammad Taufik, seorang Gubernur tidak etis membentak rakyat yang mengadu kepadanya.

Apalagi, Basuki Tjahaja Purnama hanya sebentar saja mendengar keluhan ibu tersebut. Bisa saja Basuki Tjahaja Purnama salah dalam memahami permasalahan Yusri Isnaeni.

"Gubernur enggak boleh marahin rakyatnya yang melaporkan. Itu rakyatnya bener itu, karena dia melaporkan kejadian di lapangan," cetus Muhammad Taufik.

"Gubernur enggak boleh bicara seperti itu kalau pun dia maling. Terimalah dengan baik laporan itu, kemudian kaji. Kan sederhana, enggak usah marah-marah," tukas Muhammad Taufik.

Muhammad Taufik mengatakan, anggota DPRD sudah menjelaskan kepada Yusri Isnaeni akan meneruskan informasi ini ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yaitu Dinas Pendidikan DKI untuk ditindaklanjuti.

"Sudah kita bilang kalau akan kita sampaikan ke kepala dinasnya supaya ditelusuri. Itu harus ditelusuri dong, masa ada potongan-potongan gitu," pungkas Muhammad Taufik.

See Also

Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
Rapat Paripurna DPR RI Setujui Program Dana Aspirasi
Pimpinan DPR RI Minta MKD Usut Tuntas Dugaan Gelar Doktor Palsu
4 Butir Hasil Islah Partai Golkar
Kongres Partai Demokrat Akan Habiskan Rp 9,4 Miliar
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.072.616 Since: 05.03.13 | 0.2304 sec