Nasional

Presiden Sebut Kesenjangan Sosial Timbulkan Radikalisme

Wednesday, 16 Desember 2015 | View : 557

JAKARTA-SBN.

Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" menyatakan kesenjangan sosial, khususnya antara si kaya dan si miskin, akan menimbulkan radikalisme.

"Oleh karena itu, semua pihak agar memperhatikan semua masalah yang ada," kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (Rapim TNI) Tahun Anggaran 2016 di Mabes TNI Cilangkap, Jalan Raya Mabes Hankam, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Cimanggis, Jakarta Timur, Rabu (16/12/2015).

Mantan Wali Kota Surakarta itu menegaskan, "Tantangan utama kita adalah kemiskinan, ketimpangan, baik antarwilayah maupun kesenjangan antara kaya dan miskin. Ini adalah pekerjaan rumah (PR) kita bersama. Distribusi kesejahteraan rakyat yang belum merata."

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, Jokowi menunjuk data yang dikeluarkan World Bank soal GINI Ratio Indonesia yang mencapai 0,41. Artinya, ada 1 persen rumah tangga Indonesia menguasai 50 persen kekayaan bangsa.

"Kita tidak antiorang kaya raya. Kita ingin rakyat kita kaya semua. Akan tetapi, kalau ada yang superkaya dan ada yang makan saja sulit, itu ada gap. Ini harus didekatkan oleh anggaran dan kebijakan lapangan. Kemiskinan dan kesenjangan sosial, berbahaya dan jadi bahan bakar konflik sosial, separatis, radikalisme, ekstrimisme, hingga terorisme," tutur Presiden Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu mengakui kesenjangan yang ada tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara-negara lain juga terjadi dengan perbandingan yang berbeda-beda antara kaya dan miskin.

Namun, masyarakat Indonesia harus menyadari hal itu dan harus diperhatikan bersama mengingat ancaman ISIS dan terorisme salah satunya karena adanya kesenjangan yang terjadi.

"Harus deteksi dini betapa bahayanya ini. Pendataan, pendampingan, dan langkah konkret, langkah terobosan deradikalisasi harus terus-menerus dilakukan, termasuk pendekatan keamanan baik hard maupun soft approach, dan pendekatan agama serta pendekatan budaya," papar Kepala Negara.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan hal senada bahwa kemiskinan dan kesenjangan merupakan pintu masuk radikalisme, separatisme, dan terorisme.

"Aparat teritorial, harus melakukan pengamatan data agar jangan sampai berkembang," tandas Presiden Joko Widodo.

Rapim TNI 2016 diikuti 182 pati TNI yang terdiri atas Panglima Komando Utama (Pangkotama), kepala dinas, Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia (Kodiklat TNI), Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI), asisten, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemko Polhukam).

Hadir dalam Rapim TNI yang bertema "Meningkatkan Loyalitas, Moralitas, dan Integritas sebagai Landasan dalam Mewujudkan TNI yang Kuat, Hebat, Profesional, dan Dicintai Rakyat" itu, antara lain Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Pertanian (Mentan) Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., KSAD Jenderal TNI Mulyono, KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna, dan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan tiga kepala staf meninjau pameran alutsista yang di miliki TNI di lapangan apel B3 Mabes TNI.

Presiden Joko Widodo juga mendapatkan penjelasan terkait dengan alutsista yang dimiliki TNI tersebut, seperti panser, tank leopard, tank marder, persenjataan TNI, drone, alat-alat komunikasi saat pertempuran, dan alat penjernih air. (ant)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.593.945 Since: 05.03.13 | 0.1286 sec