Politik

Setya Novanto Mundur

Thursday, 17 Desember 2015 | View : 586

JAKARTA-SBN.

Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI periode 2014-2019. Pengunduran diri itu menyusul penanganan kasus dugaan pelanggaran kode etik Setya Novanto yang dilaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Surat pengunduran diri Setya Novanto dibacakan di penghujung sidang MKD DPR terkait kasus 'papa minta saham'. Di penghujung sidang kasus 'papa minta saham', Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI membacakan surat pengunduran diri Setya Novanto dari Ketua DPR RI periode 2014-2019.

Ketua DPR RI ke-16 periode 2014-2019 dari Partai Golongan Karya (Golkar) yang mulai menjabat sejak 2 Oktober 2014, Drs. H. Setya Novanto, Ak. (Setnov) langsung meminta maaf kepada rakyat Indonesia setelah mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR RI. Tetapi dalam ucapan permintaan maaf itu, dia tak mengakui kesalahan apa pun yang telah diperbuat.

Surat pengunduran diri Setya Novanto dibacakan di tengah sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Rabu (16/12/2015) malam. Seluruh anggota MKD yang berjumlah 17 orang menyatakan bahwa Setya Novanto bersalah.

Surat pengunduran diri Setya Novanto diberikan melalui Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H.

Menurut Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., surat tersebut diberikan pada pukul 19.45 WIB di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen.

Saat itu, kata Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., Setya Novanto tak ditemani pimpinan lain di DPR RI.

"Tadi dia bilang, saya titip surat pengunduran diri saya. Saya dengan besar hati mengundurkan diri untuk kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara," ujar Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., menirukan ucapan Setya Novanto di depan Ruang Sidang MKD DPR RI, Rabu (16/12/2015).

Saat itu, Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. langsung menuju ke Gedung Nusantara III sesaat setelah dihubungi anggota stafnya bahwa ada hal penting yang berkaitan dengan sidang.

"Juga sudah diinfokan sedikit, ini berkenaan dengan pengunduran diri sehingga saya meluncur saja," kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI dibacakan oleh Wakil Ketua MKD DPR RI, Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. pada sidang MKD DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Kompleks Parlemen, Jl. Jend. Gatot Subroto No.6, Senayan, Kota Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015) pukul 20.50 WIB.

Pengunduran diri Setya Novanto langsung menghentikan sidang putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Setya Novanto pun langsung menyampaikan permintaan maaf atas apa yang telah dia lakukan selama ini kepada seluruh rakyat Indonesia.

Saat melakukan jumpa pers di rumahnya, Jl Wijaya III, Jakarta Selatan beberapa jam setelah surat pengunduran diri dibacakan, Setya Novanto hanya menyebut alasan pengunduran dirinya karena dinamika politik. Padahal ada sidang etika terkait kasus 'papa minta saham' yang menjadi pemicu pengunduran dirinya.

"Saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas tugas-tugas yang saya jalani. Semuanya demi rakyat, demi bangsa Indonesia," kata Setya Novanto dalam jumpa pers di rumahnya, Jl Wijaya III, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2015).

Dia berharap kinerja dewan akan lebih baik untuk rakyat Indonesia ke depannya. Dirinya juga berjanji akan tetap berkomitmen sebagai wakil rakyat.

"Ya, ini tentu saya sudah melihat semuanya dengan situasi yang berkembang yang kita ketahui di dalam MKD yang sudah menjalankan tugas-tugasnya secara baik dan tentu saya menghormati dan menjalankan ini telah saya lihat yang berkembang dengan dinamika yang ada di masyarakat tentu saya menyadari bahwa demi kecintaan saya pada masyarakat Indonesia," ucap Setya Novanto.

Dalam surat yang dilayangkan ke MKD DPR RI, Rabu (16/12/2015) malam, Setya Novanto menyatakan, keputusan pengunduran diri ini dibuat lantaran dirinya ingin menjaga harkat dan martabat Dewan.

Selain itu, ia ingin agar masyarakat tidak gaduh atas kasus yang sedang menimpanya.

Dia menyebut telah menjalankan tugas sebagai Ketua DPR RI dengan sebaik-baiknya. Disebut pula pengunduran diri ini agar masa depan Indonesia lebih baik.

Setya Novanto mengaku telah menjalan tugas sebagai Ketua DPR RI sebaik-baiknya sesuai dengan amanah masyarakat. Dia kemudian menekankan pengunduran dirinya demi kepentingan masyarakat Indonesia.

"Di dalam tugas-tugas saya selama menjadi pimpinan DPR telah saya jalankan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan negara dan rakyat Indonesia dalam pemikiran yang saya lihat itu supaya semuanya berjalan dengan baik demi masa depan bangsa kita maka saya sudah menyatakan untuk mengundurkan diri. Untuk itulah mudah-mudahan bangsa kita akan lebih baik ke depan dan sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas tugas yang saya jalani, semuanya demi rakyat, demi bangsa Indonesia. Nah untuk itulah mudah-mudahan tetap saya memegang komitmen bekerja terus untuk kepentingan rakyat Indonesia, semoga apa yang kita cita-citakan dapat terlaksana dengan baik," ucap Setya Novanto kemudian.

Berikut isi surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI selengkapnya dan bunyi surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI sbb:

Perihal: Pernyataan Pengunduran Diri Sebagai Ketua DPR RI

Jakarta 16 Desember 2015

Kepada Yth Pimpinan DPR RI di Jakarta

Sehubungan dengan perkembangan penanganan dugaan pelanggaran etika yang sedang berlangsung di Mahkamah Kehormatan Dewan maka untuk menjaga harkat dan martabat serta kehormatan lembaga DPR RI serta demi menciptakan ketenangan masyarakat maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua DPR RI periode keanggotaan 2014-2019.

Demikian pernyataan pengunduran diri ini saya buat dengan tulus. Semoga bermanfaat demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.

Hormat Saya
(tanda tangan di atas materai)

Drs Setya Novanto Akt.
Nomor Anggota A-300

Tembusan: Pimpinan Mahkamah Kehormatan DPR RI

See Also

Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
Rapat Paripurna DPR RI Setujui Program Dana Aspirasi
Pimpinan DPR RI Minta MKD Usut Tuntas Dugaan Gelar Doktor Palsu
4 Butir Hasil Islah Partai Golkar
Kongres Partai Demokrat Akan Habiskan Rp 9,4 Miliar
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.955.999 Since: 05.03.13 | 0.1704 sec