Redaksi

Dede Oetomo Dan Teori Ilmu Sosial

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Friday, 11 Desember 2015 | View : 506

SBN.

Tiga tahun yang lalu saya melakukan riset operasional atas program anak Yayasan Hotline Surabaya melalui studi life herstory, diskusi terarah, analisa kontent media cetak dan observasi. Hasil studi telah terdokumentasi dalam buku. Studi ini membuat saya menemukan pola psikososial dari proses anak-anak yang jadi korban eksploitasi seksual dan trafficking. Sebenarnya studi ini rencana akan saya gunakan untuk bahan disertasi.

Temuan saya sangat bermanfaat dalam memperbaiki program yang ada. Kami bertindak tidak lagi pakai asumsi. Saya menemukan faktor-faktor yang membuat anak rentan tereksploitasi. Memang studi yang belum selesai. Minimal saya telah menemukan polanya.

Ternyata pola yang saya temukan tidak sepenuhnya bisa diterapkan di Soe. Ada situasi lain yang perlu diperhitungkan dan dimasukkan. Anak-anak miskin di Surabaya sudah memiliki imunitas dalam menghadapi orang asing dan jenjang kekayaan yang begitu jauh. Anak-anak Soe belum memiliki imunitas tersebut. Yang terbayang di luar adalah baik dan mereka begitu mudah terpengaruh. Selain itu citra kecantikan yang dibangun oleh media televisi yang berorientasi pada kulit terang dan rambut lurus berefek serius pada kepercayaan diri mereka. Mereka menganggap diri jelek. Tiadanya kepercayaan diri, miskin, budaya kekerasan dan terbuka tanpa reserve pada dunia luar, sudah jelas apa yang akan terjadi kalau mereka keluar. Yang membuat hati tambah kecil adalah pornografi telah masuk melalui HP. Sudah ada perilaku minum alkohol dan rokok.

Khusus untuk Soe saya harus membongkar ulang pola yang saya temukan. Langsung saya ngeh apa yang sering dikatakan Dede Oetomo:”Kita sering pakai teori dari luar. Teori itu dibuat dalam situasi dan kondisi tertentu yang belum tentu menggambarkan situasi dan kondisi yang sedang kita teliti”. Menemukan teori lokal dan tidak semata menggunakan asumsi (yang diambil dari teori luar) kalau kita sungguh-sungguh ingin memberdayakan individu dan komunitas merupakan keharusan.

Pengalaman ini membuat saya tertawa pahit dalam hati. Bayangkan kita sering pakai teori yang dibuat di negara kaya lalu kita pakai mentah-mentah di negara kita di daerah miskin. Yang dinamakan kemiskinan negara maju dengan kemiskinan di negara kita berbeda. Untuk Indonesia sendiri saja ternyata variannya begitu banyak. Miskin kota di kota metropolitan, miskin kota di kota kecil, kemiskinan di desa di Jawa, kemiskinan di luar Jawa. Kemiskinan di luar Jawa juga begitu berbeda.

Keyakinan saya atas MODAL INTELEKTUAL yang harus dibuat dan dikembangkan berdasarkan pengalaman langsung semakin kuat. Mengapa Organisasi Masyarakat Sipil tidak memulai membangun tradisi ini. Tanpa kita sadari barangkali kita akan menjadi agent wacana dari luar yang tidak jitu menggambarkan kenyataan yang ada. Satu cara hilangkan inner power individu, komunitas, masyarakat dan negara. (esh)

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.589.924 Since: 05.03.13 | 0.1177 sec