Redaksi

Makanan, Alam Kupang, Dan Soe

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Wednesday, 09 Desember 2015 | View : 503

SBN.

Minggu (6/12/2015) pagi saya ada di Kota Kupang, Kotamadya Kupang, Pulau Timor, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelum ke Soe saya jalan di sepanjang pantai dengan deretan hotel berbintang. Saya rindu makan sayur pakis. Salah satu makanan favorit saya di Kupang. Sayang tidak menemukan. Kami makan ikan bakar. Saya berasal dari gunung sehingga tidak terbiasa makan ikan. Kesukaan saya makan ikan berasal dari seringnya saya ke Kupang dulu untuk membantu Pos Kupang mulai tahun 1992.

Ikan di Kupang rasanya berbeda. Terasa segar dan lebih manis. Sejak tahun 90an itulah saya menyukai makan ikan. Sekalipun NTT daerah kering dan panas namun mereka juga punya sayur. Dulu sayur yang sering saya makan adalah kangkung dan pakis. Seingat saya sungguh rasanya enak sekali. Tiga kali ke Kupang yang terakhir, niat untuk mendapatkan sayur pakis belum kesampaian. Selain itu makanan yang sangat terkenal adalah jagung. Jagung dengan berbagai bentuk olahan mudah sekali kita dapatkan di Kupang dan Soe. Jagung diolah menjadi jagung bose (jagungnya empuk) dan jagung ketemang (jagungnya keras). Makanan yang sangat terkenal dan jadi oleh-oleh adalah daging sei. Daging sapi yang diasap. Makanan ini dikembangkan ke daging babi.

Hal lain yang saya sukai dari NTT adalah pantainya. Pantai selatan di Yogya dan Malang selatan dulu begitu mempesona saya. Sesampai di Kupang ternyata pantai dan lautnya jauh lebih indah dan bersih. Saya mulai suka menikmati matahari tenggelam dan terbit juga dimulai di Kupang. Pantai yang meninggalkan bekas yang mendalam adalah Pulau Alor. Ketika itu saya bisa melihat taman laut dari darat. Sungguh indah. Alor dengan gunung dan laut dengan keheningan yang ada, sungguh menentramkan hati.

Sepanjang pantai di Kupang banyak bunga Pese (flamboyant) dengan warna merah darah segar. Berbunga penuh dan nyaris tidak ada daun. Sungguh indah. Saya bayangkan seandainya ada taman dengan bunga pese yang banyak, pasti suasananya seperti di Jepang dengan taman bunga sakura. Sakura dominan warna jambon. Pese di Kupang warna merah darah segar, sungguh mempesona dan memberi nilai tambah di tengah cuaca panas dan kering.

Ketika ke Soe sepanjang jalan sering melihat karang berserakan. Kalau tidak salah tanah timor dulu adalah dasar laut. Menurut Falungong sudah terjadi 3 atau 4 kali kiamat. Sekarang ini konon kabarnya menjelang kiamat. Itu berarti tanah timor yang berubah menjadi daratan terjadi di kiamat ke-3 atau 4. Bencana alam yang luar biasa. Kalau melihat kedalaman laut yang nampaknya tidak ada dasar, rasanya mengerikan sekali. Namun kalau sudah berubah menjadi daratan seperti tanah timor sama sekali tidak ada ngerinya. KETERBUKAAN ITU AKAN MENGHILANGKAN RASA NGERI DAN TAKUT KITA.

Di Soe, kota terdingin di daratan Timor ada banyak jenis bunga. Saya potret beberapa yang saya temukan di jalan. Pelatihan ketrampilan hidup menghadapi masa pubertas diadakan di balai desa Oelbubuk Kecamatan Mollo Tengah. Wilayah miskin namun dengan pemandangan alam yang cantik sekali. Naik turun dengan jalan sempit. Kadang ada jurang dan hutan. Yang menarik lagi adalah kabut di depan mata. Awan dan kabut begitu dekat. Saya merasakan seperti dekat dengan langit. (esh)

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.596.524 Since: 05.03.13 | 0.1212 sec