Redaksi

Transformasi Besar Dan Framing Dari Orang Lain

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Friday, 04 Desember 2015 | View : 372

SBN.

Kemarin, Kamis (3/12/2015), saya menulis 2 status dengan judul ISILAH DIRI DAN MEMBUKA DIRI dan puisi berjudul KALAU KAU MAU DAPAT CINTAKU.

KALAU KAU MAU DAPAT CINTAKU

Kalau kau mau dapat cintaku
Tunjukkan dirimu yang asli
Maka aku bisa memberikan apa yang bisa aku berikan

Memang tidak semua yang kau inginkan
Ada padaku
Aku akan memberikan apa yang ada pada diriku
Yang bisa kuberikan padamu

Yang pasti aku punya kata
Yang bisa membuka hati dan pikiranmu
Untuk kau bisa kembali pada dirimu.

Surabaya, 2 Desember 2015

Saya sempat mengikuti respon melalui BlackBerry (BB). Terkait dengan puisi nampaknya terjadi salah paham. Saya ingin lebih menjelaskan yang saya maksud.

Baru saja saya mengalami transformasi besar. Dari orientasi dan perjalanan ke luar, saya memutuskan melakukan perjalanan ke dalam diri dan beriorientasi pada hati (tempat kebijaksanaan bersemayam). Urusan dengan diri saya telah selesai. Karena itu saya sekarang memasuki diri yang berbeda karena saya siap penjadi pengabdi Tuhan melalui peran yang belum ada budayanya. Karena itu saya bereksperimen terus dan hidup di antara semangat duniawi dan spiritual. Belajar terus namun siap memberi. Untuk itu saya menguji bahasa dan kata-kata saya terus menerus. Ini telah saya lakukan selama hampir 7 tahun.

Sekarang bahasa dan kata saya menjadi bertenaga. Pelajaran dari transformasi diri tersebut saya tuang dalam status kemarin. Intinya saya mengatakan bahwa temukan definisi dan kebenaran sendiri tentang segala sesuatu terutama tentang manusia/orang lain yang berinteraksi dengan kita. Yang sering terjadi adalah kita mengenal orang lain melalui definisi yang dibuat orang lain. Pengenalan orang lain tentang orang lain pasti bias kepentingan dan tidak akan mendapatkan yang seutuhnya. Karena itu saya menyarankan tunjukkan diri kita agar orang lain tidak mengambil keuntungan dari ketertutupan diri. Di tingkat makro solidaritas orang-orang beriman sering digerakkan oleh framing yang dilakukan orang lain yang dipercaya. Orang-orang yang digerakkan belum menguji kebenaran yang ada.

Nah apa yang terjadi pada saya di masa lalu? Saya memiliki ego yang rendah dan membiarkan diri diframing orang lain demi kepentingan diri dan egonya. Singkat kata arti framing adalah digiring untuk mengikuti orang lain. Yang konyol sekali adalah malah saya sering berinisiatif membantu orang lain tanpa diminta.

Moga-moga itu tidak terjadi lagi. Saya keberatan diframing orang lain yang tidak sesuai dengan nilai dan tujuan hidup saya sekarang. Karena itu sekarang saya bisa tegas mengatakan TIDAK. Termasuk sekarang saya tidak mau lagi terlalu semangat menolong orang yang belum tentu mau menolong dirinya sendiri.

Itu arti puisi yang saya tulis. Jadi ada persepsi yang sama sekali berbeda tentang kata CINTA yang saya maksud. Jalan hati untuk menemukan kebijaksanaan harus menggunakan cinta sebagai energi penggerak. Cinta dalam pengertian peduli/compassion ke orang lain. Jadi jauh dari romantisme dan urusan personal. Kalau ditarik di tataran pribadi untuk orang yang saya pilih jadi pasangan, pasti saya tidak akan menduakan dia. Cinta itu memiliki kotak, tempat dan levelnya masing-masing. Kemarin saya tidak mengundang orang untuk memiliki hubungan personal dengan saya. Yang mau saya sampaikan adalah kalau mau mendapatkan perhatian saya maka ada syaratnya. Kalau bertopeng dan punya maksud tersembunyi maka saya akan dengan cepat melihat dan menolak.

Saya bersyukur pada Tuhan karena menemukan pengertian dari banyak paradoks. Kita tidak berani mengutamakan semangat cinta dalam hidup karena kita takut menjadi korban eksploitasi dan penipuan. Ternyata kita bisa tidak menjadi korban namun tetap bisa menjalankan semangat cinta kasih itu. Sebagai orang Kristen maka nilai cinta kasih adalah nilai yang utama.
Saya tidak ragu menjalankannya sekarang. (esh)

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.607.603 Since: 05.03.13 | 0.1256 sec