Redaksi

Isilah Diri Dan Membuka Diri

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Thursday, 03 Desember 2015 | View : 264

SBN.

Bahayalah kalau diri kita kosong. Paranormal sering mengatakan bahwa jangan sampai pikiran itu kosong karena akan mudah kemasukan roh lain. Pandangan itu juga berlaku untuk tataran psikologi. Manusia harus menemukan kata-katanya sendiri untuk membangun diri dan hidupnya. Semakin banyak kata yang ditemukan untuk mengisi dirinya maka semakin baik pertahanan dirinya.

Pernyataan ini saya tulis berdasarkan banyak pengalaman saya. Ketika saya tidak memiliki kata tentang pemain drama. Dosen saya di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dulu memberi penilaian bahwa mereka memiliki masalah kepribadian. Mudah terpecah karena harus berganti peran terus. Kata dosen tersebut saya telan mentah-mentah. Saya menjadi tidak mengapresiasi pemain drama. Harusnya saya elaborasi terus pernyataan itu sehingga saya menemukan kata saya sendiri. Kemudian pandangan saya berubah setelah dialog intensif dengan para pemain drama di Medan baru-baru ini.

Yang paling bahaya adalah penilaian tentang orang. Pandangan orang tentang orang lain ketika kita belum mengenal sama sekali (pikiran masih kosong) pengaruhnya besar sekali. Karena itu orang yang tertutup akan dirugikan jika dirinya sudah digambarkan oleh orang lain. Menurut saya gambaran orang lain, tidak pernah bisa mewakili kebenaran keseluruhan. Yang diberikan adalah gambaran sepotong demi sepotong yang keluar dari konteks yang ada.

Di tingkat makro saya kira konflik antar iman terjadi karena kita mendapatkan kata dari orang lain yang kita percaya. Akibatnya kita bereaksi berdasarkan kata tersebut yang sepertinya banyak yang salah. Kenyataannya tidak seperti yang dikatakan. Orang cenderung menyederhanakan fakta dan yang menerima menelan begitu saja tanpa melakukan cek dan recek.

Karena itu membuka diri lebih baik. Namun sebelum membuka diri yang terpenting adalah mengisi diri dengan kata-kata yang telah teruji tentang diri sendiri dan banyak hal lain. Pengalaman membuka diri saya di face book ini telah mendatangkan berkat yang luar biasa. Saya belajar mengoreksi diri dan kata yang saya sampaikan terus menerus.

Membuka diri akan membuka peluang untuk berkembang. Jangan takut terjadi kesalahan. Kesalahan bisa dikoreksi sambil jalan. Akhirnya menemukan cara dan kata yang tepat. Berita baiknya adalah kreatifitas dan inovasi menjadi terbuka. (esh)

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.614.279 Since: 05.03.13 | 0.1759 sec