Redaksi

Satya Wacanaku Kembali Dan Diriku Ikut Dipulihkan

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Tuesday, 01 Desember 2015 | View : 611

SBN.

Rapat terbuka senat Universitas Kristen Satya Wacana yang digelar kemarin tanggal 30 November 2015 dalam rangka Dies Natalis ke 59 mengembalikan kebanggaan saya pada Satya Wacana.

Secara terbuka seluruh jajaran pimpinan UKSW meminta maaf ke Arief Budiman dan kawan-kawan atas peristiwa kelam tahun 1993-1995 yang diucapkan oleh Pendeta Samuel Budi Prasetyo yang jadi pembina yayasan dalam pidato kemarin. Ucapan maaf dan penyesalan terbuka dinyatakan kemarin. Kunjungan ke Arief Budiman dan Leila Budiman telah dilakukan di Canberra. Arief menerima dengan senang hati surat keputusan dan tanda penghargaan serta tali asih yang diberikan Satya Wacana. Pemberiaan ini diterima atas nama seluruh teman-teman yang berjuang bersama Arief Budiman menegakkan demokrasi di Satya Wacana dulu.

Satya Wacana secara sungguh-sungguh ingin menyelesaikan masalah kelam dengan tuntas dalam rangka memasuki peringatan Jubelium Perak (60 tahun) yang wajib melakukan penyelesaian hutang piutang yang ada dan mengembalikan hak yang terampas.

Moment permintaan maaf dan mengembalikan Satya Wacana sebagai kreatif minoritas dengan bisa menerima dan membuka perbedaan pendapat selebar-lebarnya tanpa harus bermusuhan dan saling membenci. Perbedaan pendapat diterima sebagai satu nilai penting dalam membangun ilmu pengetahuan yang inovatif. LUAR BIASA. Moment sejarah penting. Ini model penyelesaian masalah kolektif yang memberi fondasi kuat pada perjalanan berikutnya. Semoga bisa ditiru di tempat lain dan menjadi gerakan nasional.

Moment kemarin ikut memulihkan diri saya sebagai bagian dari Satya Wacana yang membesarkan saya. Arief Budiman dan dosen aktivis lainlah yang memicu saya menjadi aktivis kreatif minoritas. Ketika terjadi konflik dulu, diri saya juga ikut terbelah. Pimpinan kedua kubu adalah teman dan guru saya. John Titaley, Hendrawan, Arief Budiman, Ariel Heryanto, Nico L. Kana dan lain-lain. Bayangkan dampak dari yang ditimbulkan oleh kedewasaan pimpinan Satya Wacana kemarin, saya ikut dikuatkan dan dipulih.

Selamat Pak John Titaley atas kemenangan yang diberikan oleh Mahkamah Agung atas kurikulum Satya Wacana yang membuka 3 semester selama setahun. Kurikulum yang mengakomidir mahasiswa pintar yang mau cepat lulus. Semoga tercapai misi untuk menjadikan Satya Wacana perguruan tinggi yang banyak melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat dengan biaya yang ditekan semurah mungkin.

Satya Wacanaku telah kembali. Demokrasi dimenangkan. Kebebasan berpikir dibuka lebar-lebar sebagai fondasi membangun ilmu pengetahuan yang inovatif yang takut akan Tuhan. Selamat dan selamat. Syukur dan rasa bangga tak terhingga saya sampaikan. Semoga perjalanan berikutnya Satya Wacana kembali bisa mewarnai dan membawa Indonesia ke tempat yang benar.

PAHLAWANKU HARI INI

Hatiku bersorak sorai
Air mataku melelah
Melihat para pemimpin Satya Wacana mengakui kesalahan besarnya
Secara terbuka.

Perrmintaan maaf pada pejuang demokrasi
Yang telah menelan korban begitu banyak
Telah kembali berproses menyatukan
Dua kelompok yang berseturu
Tembok perbedaan telah dihancurkan
Semangat pendiri untuk mencetak kreatif minoritas kembali bergema
Satya Wacana kembali mendapatkan tempat terhormat di hatiku.

Bagaimana jika pemimpin lain di Indonesia mau meniru?
Berapa banyak hati yang dipulihkan?
Aku menanti bangsaku mendengarkan panggilan kemanusiaannya.

Surabaya, 1 Desember 2015
Esthi Susanti Hudiono

Terima kasih banyak Joss Wibisono, teman dari fakultas Ekonomi yang bermukim di Belanda. Dia mengirim video ini 2 kali dan ingin sekali saya menonton video ini. Salam hangat dari Surabaya. God bless you Joss.

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.611.314 Since: 05.03.13 | 0.1277 sec