Hukum

Noriyu Bantah Laporkan Suami Ke MKD

Friday, 04 Desember 2015 | View : 5061

JAKARTA-SBN.

Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI bidang Kesehatan, dr. Hj. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ atau yang dikenal dengan nama Noriyu mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55, Jakarta. Wanita yang karib disapa Noriyu itu dipertemukan dengan suaminya, Soepriyatno yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pertemuan itu digelar terkait laporan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI periode 2009-2014, Nova Riyanti Yusuf atau Noriyu, membantah jika tujuan kedatangannya tadi ke DPR RI untuk melaporkan suaminya, Soepriyatno.

Sebelumnya, dikabarkan Noriyu melaporkan sang suami ke MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) DPR RI terkait laporan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Usai melakukan pertemuan secara tertutup, keduanya menyatakan ‎sepakat menunda tindak lanjut laporannya di kepolisian. Saat ini keduanya tengah berusaha menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Nova Riyanti Yusuf atau yang dikenal dengan Noriyu dan suaminya Soepriyatno sepakat untuk cooling down atas kisruh rumah tangganya. Nova Riyanti Yusuf atau yang akrab disapa Noriyu dan suaminya Soepriyatno bersepakat untuk meredam konflik rumah tangganya.

"Jadi ada beberapa kesimpulan yang kami buat, bahwa saya dan Pak Soepriyatno akan cooling down dulu untuk beberapa saat ke depan," tutur Noriyu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

"Dalam fase cooling down itu, kami berdua akan mem-pending LP (laporan) yang sudah masuk, yaitu LP saya yang mana melaporkan Pak Soepriyatno dan Pak Soepriyatno juga akan pending laporannya atas kakak kandung saya Rusdi Syarif," lanjut dia.

Mantan anggota DPR RI itu pun menyesalkan akhirnya kasusnya itu mencuat ke publik. "Jadi kami menyesal bahwa akhirnya ini menjadi sebuah konsumsi publik, hubungan pernikahan kami ini dan ini bukan hal yang gampang," kata Noriyu yang didampingi suaminya di Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Baginya, bukanlah hal mudah untuk membawa kisruh rumah tangganya dengan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra itu ke pihak kepolisian.

"Bukan hal yang gampang untuk melaporkan suami dan saat ini saya ingin merenungi lagi apa yang sudah saya lakukan," imbuhnya.

Soepriyatno yang juga anggota DPR RI ini berharap biduk rumah tangganya dengan Noriyu lebih baik lagi.

"Masing-masing kita pending dulu kemudian kita cooling down. Terima kasih atas perhatian rekan-rekan semoga jalan hidup kami ke depan lebih baik," ungkap Soeriyatno yang didampingi Noriyu kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Mendengar perkataan suaminya itu, Noriyu kemudian menimpali sambil melempar senyuman tipis.

"Hmmm....bahasanya boleh tidak tendensius seperti saya tadi?," kata Noriyu.

"Jadi ini klarifikasi, karena tadi media massa di DPR banyak yang tidak mendapat keterangan ini. Bahwa kedatangan saya ke DPR bukan untuk melaporkan Pak Soepriyatno ke MKD ataupun ke Fraksi Gerindra," ujar Noriyu di Mapolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Noriyu mengungkapkan, kedatangannya ke MKD bukanlah untuk melaporkan suaminya. Dia mengaku, pertemuan di MKD yang berlangsung singkat itu hanya sebatas sharing perihal hubungan rumah tangganya.

"Sebelumnya saya sudah bilang ke media bahwa kehadiran saya ke MKD belum tentu untuk melaporkan Pak Soepriyatno. Dan saya juga putuskan bahwa kasus ini tidak perlu dibawa ke MKD ataupun Fraksi Gerindra," tambah dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Soepriyatno.

Soepriyatno juga mengomentari soal istrinya yang sempat bertandang ke DPR RI siang tadi.

Dia mengaku kaget ketika melihat pemberitaan di media massa yang mengatakan bahwa dia dilaporkan istrinya ke MKD.

Menurut anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra itu, kedatangan Noriyu ke gedung parlemen itu bukan untuk melaporkan dirinya ke MKD atau pun ke fraksinya.

"Jadi intinya bahwa tadi kita, dari Nova sudah klarifikasi bahwa beliau tadi ke MKD bukan untuk melaporkan kasus ini ke MKD. Iya, karena tadi saya lihat di running text itu banyak sekali yang mengatakan bahwa seolah-olah saya dilaporkan oleh dr. Nova ke MKD. Tapi, hari ini dr. Nova sudah mengklarifikasi itu bahwa ternyata tadi beliau di sana bukan untuk melaporkan saya ke MKD maupun di Fraksi Partai Gerindra," jawab Soepriyatno.

Dalam mediasi di Polda Metro Jaya sore tadi, Noriyu dan suaminya bersepakat untuk saling menahan emosi. Meski begitu, masing-masing belum memutuskan apakah akan mencabut laporan atau tidak.

Penulis novel kelahiran Palu, Sulawesi Tengah itu berharap, persoalan rumah tangganya bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Kendati begitu, ia menegaskan belum ada niat untuk mencabut laporan tersebut.

"Tapi kami belum memutuskan untuk mencabut, tapi kami pending sampai emosi kami mereda. Dan kita akan menyikapi lebih lanjut ya mau bagaimana ke depannya," tukas Noriyu.

Ia juga berharap agar situasi lebih baik lagi ke depannya. "Yang mana semoga ini tidak lagi menjadi konsumsi publik karena ini sudah cukup memalukan untuk kami berdua," tutupnya.

Hal serupa juga disampaikan Soepriyatno. Dirinya mengaku sepakat menunda tindak lanjut pelaporan terhadap Rusdi Syarif yang merupakan kakak iparnya. Ia juga berharap kasus tersebut segera selesai secara kekeluargaan.

"Kami masing-masing pending dulu (laporannya), kemudian kita cooling down. Saya kira ini cukup. Terima kasih atas perhatian rekan-rekan media, semoga jalan hidup kami ke depan lebih baik," ucap Soeprayitno.

Setelah memberikan keterangan kepada wartawan, Soepriyatno dan Noriyu meninggalkan Markas Polda Metro Jaya secara terpisah.

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.612.984 Since: 05.03.13 | 0.1357 sec