Hukum

Mantan Anggota DPR RI Laporkan Suami Ke MKD Terkait Dugaan KDRT

Thursday, 03 Desember 2015 | View : 3257

JAKARTA-SBN.

Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI bidang Kesehatan, dr. Hj. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ atau akrab dipanggil Noriyu (38 tahun) melaporkan suaminya berinisial S ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya (PMJ).

Mantan Anggota DPR RI Nova Riyanti Yusuf atau lebih dikenal dengan nama sebagai Noriyu melaporkan sang suami, anggota DPR RI yang merupakan politisi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berinisial Soepriyatno/SP diduga melakukan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Betul ditangani Subdirektorat Renakta (Remaja Anak dan Wanita)," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Krishna Murti di Jakarta, Rabu (2/12/2015) dini hari.

"Korban Nova Riyanti Yusuf, mantan anggota DPR dari Demokrat. Terlapor suaminya atas nama SP yang dikatakan sering melakukan tindak KDRT," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Krishna Murti.

Nova Riyanti Yusuf atau akrab disapa Noriyu mengaku sempat merasa berat untuk mengambil sikap tersebut.

Noriyu mengaku sempat tidak mempercayai apa yang telah dialaminya itu. Meski demikian, dia mendapatkan pelajaran dari kasus yang diduga dilakukan suaminya yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra itu.

"Shock, lucu, tapi tragis. Saya bingung kok bisa menimpa saya. Saya depresi, banyak nangisnya tapi lucu," kata Noriyu kepada awak media di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Berdasarkan informasi, mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya usai membuat laporan polisi.

Noriyu mengaku sempat merasa galau dan berat hati saat melakukan visum dan pelaporan ke Mapolda Metro Jaya Selasa (1/12/2015).

"Secara moril saya sempat menangis, kenapa saya melaporkan pasangan sendiri. Sampai pukul 4 pagi lho saya lapor ke Polda," ujarnya.

Nova Riyanti Yusuf atau akrab disapa Noriyu juga telah menjalani visum untuk melengkapi alat bukti dalam laporan terkait dugaan Kekerasan psikis Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu.

"Saya bawa rekam medis yang divisum kemarin, dan kemudian saya bawa laporan ke Polda Metro Jaya. Jadi jika bahan-bahan itu cukup buat laporan, kalau dirasa butuh berkas lain berarti sifatnya sharing," beber Noriyu di Gedung Nusantara II, Gedung DPR/MPR, Kompleks Parlemen, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Disingung kekerasan rumah tangga yang dialaminya, dia memilih bungkam dan mengunci rapat persoalan tersebut. Sebab, dia mengaku tidak ingin kasusnya menjadi bola liar yang berujung spekulasi tentang dirinya.

"Saya tidak mau membeberkan masalah saya ke media. Silakan tanya ke Polda sudah lengkap kronologi yang menimpa saya. Saya tidak mau jadi fitnah," cetus Noriyu.

Dia pun ingin menceritakan kasusnya ke pihak MKD serta Fraksi Gerindra, alasannya ingin menanyakan statusnya apakah dirinya berstatus istri Soepriyatno atau bukan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI tersebut, Noriyu menegaskan dirinya merupakan istri sah dari yang bersangkutan.

Mantan anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat sekaligus seorang penulis, Noriyu mengaku selama ini tidak menerima tunjangan istri anggota DPR RI dan dirinya sebagai dokter jiwa mengaku tahu betul seseorang yang mengalami kekerasan secara psikis.

"Ya resmi saya bawa semua berkas namun saya tidak diakui menjadi istri selama setahun dan tidak terima tunjangan," ujarnya.

Mantan anggota DPR RI periode 2009-2014, Noriyu mengungkapkan ingin didaftarkan sebagai istri resmi anggota DPR RI. Ia mengaku baru mengetahui di Polda adanya istilah nikah kantor.

Dia juga meminta buku nikah yang didapat pada bulan Oktober lalu padahal, dirinya dengan Soepriyatno sudah menikah sejak 17 Januari 2015.

"Saya sebagai dokter jiwa, saya tahu betul seseorang yang mengalami kekerasan secara psikis, yang berdampak psikologis, di mana itu tidak instan. Ya tergantung kekuatan mental seseorang," papar Psikiater Noriyu.

Dalam laporannya ini, Nova Riyanti Yusuf atau akrab disapa Noriyu (38) juga menyertakan sejumlah bukti, di antaranya rekam medis, hasil visum dan laporan ke Polda Metro Jaya dan berharap laporan ini bisa diterima MKD.

Penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan para saksi terkait laporan mantan anggota DPR RI Nova Rianti Yusuf atau Noriyu dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya S.

"Ada tiga atau empat saksi yang akan diperiksa," kata Kepala Unit III Subdirektorat Remaja Anak dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi (Kompol) Budi Septiadi di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Kompol Budi Septiadi mengatakan penyidik kepolisian akan memastikan laporan Noriyu memiliki unsur pidana atau tidak setelah pemeriksaan saksi itu.

Kompol Budi Septiadi menuturkan polisi akan menelusuri kebenaran laporan dugaan kekerasan itu sebelum memasuki proses penyidikan.

Penyidik juga akan melacak sejumlah kamera tersembunyi yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Sejauh ini, polisi telah mengantongi visum dari rumah sakit dan keterangan Noriyu sebagai saksi pelapor.

Berdasarkan keterangan Noriyu, Kompol Budi Septiadi mengungkapkan aksi kekerasan itu dilakukan pria yang juga anggota DPR RI tersebut di apartemen.

Sebelumnya, Noriyu melaporkan suaminya ke Polda Metro Jaya (PMJ) terkait dugaan KDRT pada Selasa (1/12/2015) malam.

Namun, suami Noriyu juga melaporkan istrinya karena telah mencakar dan menarik kerah baju hingga robek. Informasi beredar S juga melaporkan Noriyu yang mencakar wajah dan menarik kerah baju hingga robek. (ant/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.711 Since: 05.03.13 | 0.1311 sec