Hukum

Mantan Anggota DPR RI Laporkan Suami Ke MKD Terkait Dugaan KDRT

Thursday, 03 Desember 2015 | View : 3324

JAKARTA-SBN.

Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI bidang Kesehatan, dr. Hj. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ atau akrab dipanggil Noriyu (38 tahun) melaporkan suaminya berinisial S ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya (PMJ).

Mantan Anggota DPR RI Nova Riyanti Yusuf atau lebih dikenal dengan nama sebagai Noriyu melaporkan sang suami, anggota DPR RI yang merupakan politisi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berinisial Soepriyatno/SP diduga melakukan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Betul ditangani Subdirektorat Renakta (Remaja Anak dan Wanita)," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Krishna Murti di Jakarta, Rabu (2/12/2015) dini hari.

"Korban Nova Riyanti Yusuf, mantan anggota DPR dari Demokrat. Terlapor suaminya atas nama SP yang dikatakan sering melakukan tindak KDRT," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Krishna Murti.

Nova Riyanti Yusuf atau akrab disapa Noriyu mengaku sempat merasa berat untuk mengambil sikap tersebut.

Noriyu mengaku sempat tidak mempercayai apa yang telah dialaminya itu. Meski demikian, dia mendapatkan pelajaran dari kasus yang diduga dilakukan suaminya yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra itu.

"Shock, lucu, tapi tragis. Saya bingung kok bisa menimpa saya. Saya depresi, banyak nangisnya tapi lucu," kata Noriyu kepada awak media di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Berdasarkan informasi, mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya usai membuat laporan polisi.

Noriyu mengaku sempat merasa galau dan berat hati saat melakukan visum dan pelaporan ke Mapolda Metro Jaya Selasa (1/12/2015).

"Secara moril saya sempat menangis, kenapa saya melaporkan pasangan sendiri. Sampai pukul 4 pagi lho saya lapor ke Polda," ujarnya.

Nova Riyanti Yusuf atau akrab disapa Noriyu juga telah menjalani visum untuk melengkapi alat bukti dalam laporan terkait dugaan Kekerasan psikis Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu.

"Saya bawa rekam medis yang divisum kemarin, dan kemudian saya bawa laporan ke Polda Metro Jaya. Jadi jika bahan-bahan itu cukup buat laporan, kalau dirasa butuh berkas lain berarti sifatnya sharing," beber Noriyu di Gedung Nusantara II, Gedung DPR/MPR, Kompleks Parlemen, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Disingung kekerasan rumah tangga yang dialaminya, dia memilih bungkam dan mengunci rapat persoalan tersebut. Sebab, dia mengaku tidak ingin kasusnya menjadi bola liar yang berujung spekulasi tentang dirinya.

"Saya tidak mau membeberkan masalah saya ke media. Silakan tanya ke Polda sudah lengkap kronologi yang menimpa saya. Saya tidak mau jadi fitnah," cetus Noriyu.

Dia pun ingin menceritakan kasusnya ke pihak MKD serta Fraksi Gerindra, alasannya ingin menanyakan statusnya apakah dirinya berstatus istri Soepriyatno atau bukan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI tersebut, Noriyu menegaskan dirinya merupakan istri sah dari yang bersangkutan.

Mantan anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat sekaligus seorang penulis, Noriyu mengaku selama ini tidak menerima tunjangan istri anggota DPR RI dan dirinya sebagai dokter jiwa mengaku tahu betul seseorang yang mengalami kekerasan secara psikis.

"Ya resmi saya bawa semua berkas namun saya tidak diakui menjadi istri selama setahun dan tidak terima tunjangan," ujarnya.

Mantan anggota DPR RI periode 2009-2014, Noriyu mengungkapkan ingin didaftarkan sebagai istri resmi anggota DPR RI. Ia mengaku baru mengetahui di Polda adanya istilah nikah kantor.

Dia juga meminta buku nikah yang didapat pada bulan Oktober lalu padahal, dirinya dengan Soepriyatno sudah menikah sejak 17 Januari 2015.

"Saya sebagai dokter jiwa, saya tahu betul seseorang yang mengalami kekerasan secara psikis, yang berdampak psikologis, di mana itu tidak instan. Ya tergantung kekuatan mental seseorang," papar Psikiater Noriyu.

Dalam laporannya ini, Nova Riyanti Yusuf atau akrab disapa Noriyu (38) juga menyertakan sejumlah bukti, di antaranya rekam medis, hasil visum dan laporan ke Polda Metro Jaya dan berharap laporan ini bisa diterima MKD.

Penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan para saksi terkait laporan mantan anggota DPR RI Nova Rianti Yusuf atau Noriyu dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya S.

"Ada tiga atau empat saksi yang akan diperiksa," kata Kepala Unit III Subdirektorat Remaja Anak dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi (Kompol) Budi Septiadi di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Kompol Budi Septiadi mengatakan penyidik kepolisian akan memastikan laporan Noriyu memiliki unsur pidana atau tidak setelah pemeriksaan saksi itu.

Kompol Budi Septiadi menuturkan polisi akan menelusuri kebenaran laporan dugaan kekerasan itu sebelum memasuki proses penyidikan.

Penyidik juga akan melacak sejumlah kamera tersembunyi yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Sejauh ini, polisi telah mengantongi visum dari rumah sakit dan keterangan Noriyu sebagai saksi pelapor.

Berdasarkan keterangan Noriyu, Kompol Budi Septiadi mengungkapkan aksi kekerasan itu dilakukan pria yang juga anggota DPR RI tersebut di apartemen.

Sebelumnya, Noriyu melaporkan suaminya ke Polda Metro Jaya (PMJ) terkait dugaan KDRT pada Selasa (1/12/2015) malam.

Namun, suami Noriyu juga melaporkan istrinya karena telah mencakar dan menarik kerah baju hingga robek. Informasi beredar S juga melaporkan Noriyu yang mencakar wajah dan menarik kerah baju hingga robek. (ant/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.209.796 Since: 05.03.13 | 0.2233 sec