Hukum

KPK Minta Novel Baswedan Tidak Ditahan

Thursday, 03 Desember 2015 | View : 1167

BENGKULU-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap penyidik KPK Novel Baswedan yang merupakan penyidik senior di KPK tidak ditahan usai menandatangani berkas P21.

"Kami berharap kepada Kejaksaan untuk tidak dilakukan penahanan terhadap Novel Baswedan," kata Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Prabowo (SP.) melalui pesan singkat yang diterima, di Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Hari ini, Kamis (3/12/2015) penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menyerahkan Novel Baswedan dan beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan langsung diberangkatkan ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Setelah menemui penyidik Bareskrim, penyidik KPK Novel Baswedan dengan pengawalan ketat penyidik, ke luar lewat pintu belakang kantor Bareskrim di Jakarta, dan langsung diberangkatkan ke Kejaksaan Agung menuju Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

Biasanya setelah penandatangan berkas P21, seorang tersangka akan ditahan penyidik sambil menunggu surat dakwaan selesai.

"Kami mengikuti prosedur KUHAP bahwa pelimpahan P21 ke Kejaksaan Agung dan memang diharapkan tidak ada penahanan terhadap Novel demi mempertahankan hubungan kelembagaan yang memang kondusif," ungkap Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji melalui pesan singkat.

Plt Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki pun menyatakan penyidik KPK Novel Baswedan akan mengikuti prosedur hukum terkait dalam kasus dugaan penaniayaan berat terhadap pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu sebelas tahun silam pada 2004.

"Ketika P21 sudah dinyatakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) maka akan ada penyerahan tahap dua yaitu penyerahan berkas perkara dengan tersangkanya, prosedurnya begitu. Kita ikuti dengan betul prosedur, penyerahan yang wise sebagaimana seorang penegak hukum," terang Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki di Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Pada 23 November 2015 Novel Baswedan tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena sedang umroh.

"Minggu yang lalu Novel Baswedan dipanggil penyidik Polri, diberi tahu untuk dihadapkan ke Kejaksaan dalam rangka P21, penyerahan tahap 2. Direct saya telepon Pak Kapolri, saya telepon Pak Jampidum, pimpinan telepon dikatakan bahwa saudara Novel Baswedan sedang umroh, beliau bisa menerima hal itu," tambah Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki.

Pada panggilan kedua dan Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki pun mempersilakan Novel Baswedan datang ke Bareskrim dengan didampingi Kepala Biro Hukum KPK AKBP Setiadi dan dua fungsional Biro Hukum.

"Saya bilang kita akan hadapkan bahkan saya minta kepada kepala bidang hukumnya langsung dengan dua orang fungsional untuk mendampingi Novel Baswedan, tadi barusan diberitahu bahwa akan dibawa ke Bengkulu dan silakan kalau memang ke Bengkulu. Semua kegiatan-kegiatan yang dilakukan Novel Baswedan dalam rangka panggilan polisi diketahui oleh saya, oleh pimpinan KPK," ungkap Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki.

Menurut Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, proses hukum Novel Baswedan juga diketahui Kapolri Jenderal Pol Drs. Badrodin Haiti dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Bagaimana kalau tidak diikuti? Polisi punya kewenangan yaitu yang disebut dengan panggil jemput. Kalau itu terjadi maka secara fisik itu kurang baik dan akan menimbulkan friksi yang lebih jelek maka lebih baik kita ikuti semua prosedur itu," jelas Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki.

Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki pun tidak mempersoalkan Novel Baswedan menunjuk pengacara lain di luar biro hukum.

"Semua yang terjadi termasuk dibawa ke Bengkulu itu didampingi kepala biro hukum KPK dengan dua orang fungsional, bahwa saudara Baswedan menunjuk pengacara yang lain yaitu saudara Saor (Siagian) itu adalah hak dia, tapi dari organisasi memberikan bantuan hukum secara penuh termasuk apabila memenuhi panggilan-panggilan sebelumnya pun dibiayai secara penuh oleh kami," imbuh Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki.

Pada Februari 2004, Polres Bengkulu menangkap enam pencuri sarang walet, setelah dibawa ke kantor polisi dan diinterogasi di pantai, keenamnya ditembak sehingga satu orang tewas.

Novel Baswedan yang saat itu berpangkat Inspektur Satu (Iptu) dan menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu dianggap menembak langsung tersangka pencuri itu.

Tiga tahun lalu KPK menegaskan Novel Baswedan tidak melakukan tindak pidana dengan justru mengambil alih tanggung jawab anak buahnya dan telah menjalani sidang di majelis kehormatan etik dengan hukuman teguran keras.

Penyidik KPK Novel Baswedan yang menjadi tersangka dugaan penganiayaan berat terhadap pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu, sampai di Bengkulu, hari ini, Kamis (3/12/2015) sekitar pukul 15.50 WIB.

Novel Baswedan sampai di Kota Bengkulu dalam kaitannya dengan pelimpahan tahap dua atas kasus yang menjeratnya 2004 silam. Dia diterbangkan ke Bengkulu menggunakan pesawat komersial.

Ketika ditanyai jurnalis mengenai penahanan sesaat setelah mendarat di Bandara Fatmawati Bengkulu, Novel Baswedan tidak memberikan jawaban.

"Sehat," jawab Novel Baswedan menanggapi pertanyaan lain dari wartawan mengenai kesehatannya.

Novel Baswedan dikawal anggota Bareskrim Mabes Polri dan dibawa ke Kepolisian Daerah Bengkulu.

Belum diketahui kapan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Provinsi Bengkulu menyatakan kesiapan menerima pelimpahan tahap dua kasus pidana yang menjerat penyidik KPK.

"Kita siap menerima pelimpahan tapi belum tahu apakah nanti tim jaksanya dari pusat atau diserahkan ke kita yakni Kejari Bengkulu," kata Asisten Pidana Umum, Kejati Bengkulu, Jaksa Azhari.

Mengenai perlakuan untuk Novel Baswedan sesampai di Bengkulu, Jaksa Azhari juga belum bisa berbicara banyak karena belum ada instruksi dari Kejaksaan Agung.

"Belum bisa kita pastikan apakah ditahan atau tidak," kata Jaksa Azhari.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.000.701 Since: 05.03.13 | 0.18 sec