Hukum

Kronologi OTT 2 Anggota DPRD Banten

Tuesday, 01 Desember 2015 | View : 795

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap delapan orang di daerah Serpong dan Banten. Dua di antaranya adalah anggota DPRD Provinsi Banten. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Banten, Selasa (1/12/2015) siang.

Tim gabungan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten SMH, anggota Komisi III DPRD Provinsi Banten TSS, dan Direktur PT. Banten Global Development RT dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi Sapto Prabowo (SP) menjelaskan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua orang anggota DPRD Banten dan Direktur Utama PT. Banten Global Development (BGD).

Bersama dengan SMH dan TSS, ada sejumlah pihak swasta yang diduga terkait dengan suap membentuk bank baru di Banten.

Menurut pimpinan sementara KPK Johan Budi SP., ketiganya ditangkap terkait pengaturan peraturan daerah (perda) di Banten, yakni pembentukan Bank Banten dan Bank Daerah Banten. Menurut pimpinan sementara KPK Johan Budi SP., Direktur PT. Banten Global Development RT berusaha memengaruhi anggota Dewan dalam pembuatan peraturan daerah (perda di Banten.

"Dugaan sementara, serah terima uang itu berkaitan dengan proses perda di Banten, pembentukan Bank Banten, Bank Daerah Banten," kata Johan Budi SP. di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta, Selasa (1/12/2015).

RT sendiri ditangkap saat sedang bersama dengan SMH dan TSS di sebuah restoran di bilangan Serpong, Tangerang Selatan. Mereka ditangkap tangan saat melakukan transaksi penyerahan uang dari RT ke SMH dan TSS. Ketiganya ditangkap di sebuah restoran di daerah Serpong bersama tiga orang sopir.

"Sekitar pukul 12.42 WIB di sebuah restoran di kawasan Serpong Tangerang, di dekat tol arah ke Merak, ada 3 orang yang diduga hendak melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)," beber mantan Juru Bicara KPK ini, Johan Budi SP. dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta, Selasa (1/12/2015).

Ketiga orang itu melakukan serah terima uang dalam bentuk dolar AS dan rupiah. "Tiga orang ini, terjadi serah terima uang dalam bentuk dollar AS dan rupiah," ujar Johan Budi SP.

"Ada uang dalam bentuk dolar AS pecahan 100 dolar yang sedang dihitung, ada juga uang dalam bentuk rupiah, jumlahnya sekitar puluhan juta. Info yang didapat ini pemberian kesekian kali, ini bukan yang pertama kali," imbuh Johan Budi Sapto Prabowo.

Ketiganya dibawa petugas ke Gedung KPK bersama dengan tiga orang sopir mereka. "Ketiga orang ini, yakni 2 orang anggota DPRD (Banten), 1 pimpinan perusahaan atau Direktur sebuah perusahaan. Kemudian mereka dibawa ke KPK sekitar pukul 14.00 WIB bersama driver masing-masing," imbuh Johan Budi SP., Selasa (1/12/2015).

Selanjutnya KPK juga menangkap dua orang lain. Beberapa jam kemudian, KPK kembali meringkus dua orang lagi di sebuah perusahaan di daerah Banten. Selang tiga jam kemudian, petugas KPK bergerak ke arah Banten dan menangkap dua staf PT. Banten Global Development di kantornya.

"Tidak lama sekitar pukul 15.30 WIB kami juga membawa 2 orang lagi yang kita ambil dari sebuah perusahaan di Banten," ungkap Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi SP. dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/12/2015) malam.

Pemberian uang itu diduga terkait pembentukan Bank Daerah Banten yaitu Banten Global Development.

KPK akan mendalami lebih lanjut dugaan tindak korupsi yang dilakukan kedelapan obyek tangkap tangan KPK.

"Dugaan sementara serah terima uang itu berkaitan dengan proses Perda di Banten, pembentukan Bank Daerah Banten. "Status mereka yang dibawa ke KPK ada delapan orang. Tentu nanti akan didalami lebih lanjut, jadi yang dibawa ke KPK total ada 8 orang, yakni 2 anggota DPRD, 1 pimpinan perusahaan daerah, ada 2 staf dari perusahaan tersebut, kemudian driver ada 3 orang," tambah Johan Budi SP., Selasa (1/12/2015).

Saat ini, status kedelapan orang tersebut masih sebagai terperiksa.

Kedelapan orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan. Delapan orang tersebut menjalani pemeriksaan intensif di KPK selama 1 x 24 jam. Statusnya akan diumumkan dalam waktu 1 x 24 jam. Sampai saat ini, pihak yang tertangkap tangan masih menjalani pemeriksaan oleh KPK.

Menurut Johan Budi SP., status kedelapan orang tersebut akan diputuskan besok usai menjalani pemeriksaan 1 x 24 jam.

"KPK punya waktu 1 x 24 jam apakah ada dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atau tidak. Jadi, (statusnya) baru bisa diketahui besok siang," tukas Johan Budi SP.

Mantan Juru Bicara KPK tersebut, Johan Budi Sapto Prabowo mengungkapkan anggota DPRD Banten yang ditangkap berinisial SMH dan FL TSS sementara Direktur perusahaan adalah RT.

Berikut kronologis penangkapan tersebut:

1. Tim KPK bergerak pukul 12.40 WIB menuju sebuah restoran di dekat tol Merak, Serpong, Tangerang.

2. Tim KPK menangkap SMH, TST, dan RT pukul 12.42 WIB saat serah terima uang dalam pecahan 100 dolar Amerika Serikat, dan pecahan uang rupiah berjumlah puluhan juta.

3. Saat penangkapan tersebut, penyidik juga menangkap tiga orang sopir.

4. Kedelapan orang tersebut kemudian dibawa ke KPK.

5. Pukul 15.30 WIB, KPK kemudian menangkap dua orang pegawai PT. Banten Global Development.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, H. SMH, S.E. adalah Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar); FL TSS adalah Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga anggota Komisi III Bidang Keuangan dan Aset DPRD Banten; sedangkan RT adalah Direktur Utama (Dirut) PT. Banten Global Development (BGD). (ant/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.000.293 Since: 05.03.13 | 0.1678 sec