Agama & Masyarakat

Pamen TNI Gugur Ditembak OPM

Wednesday, 02 Desember 2015 | View : 1242

KASONAWEJA/BURMESO-SBN.

Telah terjadi penghadangan terhadap 3 (tiga) anggota TNI Di Kampung Namuni Distrik Namunaweja Kabupaten Memberamo Raya, Provinsi Papua, pada hari Senin (30/11/2015).

Mengenai identitas korban penghadangan yang merupakan anggota TNI tersebut yaitu, Perwira Penghubung (Pabung) Memberamo Raya a.n. Mayor Inf John de Fretes, S.Th. berserta dua anggota a.n. Kopral Dua (Kopda) Avan dan Kopral Dua (Kopda) Simon Sopakhua yang saat itu melaksanakan pemantauan wilayah di Kampung Namuni Distrik Namunaweja Kabupaten Memberamo Raya, Provinsi Papua.

Seorang anggota TNI, Mayor Infantri Jhon de Fretes, S.Th. ditemukan gugur di Kampung Namuni, Distrik Namunaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua.

Kampung Namuni, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua, menjadi saksi bisu akhir hidup Mayor Infantri Jhon de Fretes.

Alumnus STT Injili Arastamar (SETIA) Jakarta tersebut gugur setelah tubuhnya tertembus peluru dari senjata kelompok Organisasi Papua Merdeka, Senin (30/11/2015) lalu. Perwira penghubung TNI ini gugur setelah diserang kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka atau OPM pada Senin (30/11/2015).

Perwira penghubung TNI itu, Mayor Inf Jhon de Fretes ditemukan gugur saat menjalankan tugas melaksanakan pemantauan kondisi jelang pelaksanaan Pilkada serentak.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman membenarkan peristiwa tersebut. Dia menceritakan, peristiwa bermula saat Mayor Inf Jhon de Fretes dan dua rekannya, Kopda Avan dan Kopda Simon Sopakhua, melakukan pemantauan ke wilayah Mamberamo terkait pengamanan jelang pelaksanaan Pilkada.

Pemantauan ini rencananya dilakukan bersama Kapolres setempat. Namun, saat diserang OPM, rombongan polres setempat belum bergabung dengan kelompok Mayor Inf Jhon de Fretes.

"Sampai di Kampung Namuni, rombongan Kapolres belum datang. Mayor Inf Jhon de Fretes langsung dihadang OPM," ujar Mayjen TNI Tatang Sulaiman saat dihubungi awak media, Selasa (1/12/2015).

Mayor Inf Jhon de Fretes gugur setelah dihadang kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Namuni, Distrik Namunaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua, Senin (30/11/2015).

Sementara itu, dua rekannya yang lain berhasil menyelamatkan diri dari kejaran anggota OPM.

Saat itu mereka baru mendarat di Kampung Namuni. Kapendam Cendrawasih, Letkol Infantri Teguh Puji Rahardjo mengatakan, Jhon de Fretes hendak membantu masyarakat di Mamberamo. Jhon de Fretes berstatus perwira penghubung karena ada satu kabupaten tidak ada Kodimnya.

Mayor Inf. Jhon de Fretes, S.Th. yang seorang sarjana teologi, terang Letkol Infrantri Teguh Puji Rahardjo, dekat dengan masyarakat. Bersama dua anggotanya Mayor Inf. Jhon de Fretes menuju wilayah yang harus dijangkau dengan speed boat karena ada sungai besar.

"Dia janjian dengan Kapolres untuk memantau wilayah, kemudian dia berangkat mendahului. Sampai di kampung dihadang kelompok kriminal bersenjata, kurang lebih 10 orang," lanjut Letkol Inf. Teguh Puji Rahardjo.

Tanpa basa-basi, sambung Letkol Inf. Teguh Puji Rahardjo, anggota OPM langsung melepaskan tembakan ke arah Mayor Inf. Jhon de Fretes. Sedangkan Kopda Simon Sopakhua dan Kopda Avan dari Kodim 1712/Sarmi berhasil menyelamatkan diri.

"Kemudian Jhon ditembak sekali, dia bilang 'saya pendeta, saya bukan untuk apa-apa, saya mau membantu'. Tapi terus makin ditembak. 2 orang anggota lompat di sungai berenang diselamatkan orang kampung," ujar Letkol Inf. Teguh Puji Rahardjo.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman menceritakan, Mayor Inf Jhon de Fretes dan dua anak buahnya yakni Kopda Avan dan Kopda Simon Sopakhua langsung dihadang puluhan anggota OPM ketika baru mendarat di Kampung Namuni.

Sempat terjadi baku tembak sebelum akhirnya Mayor Inf Jhon de Fretes gugur diterjang timah panas di bagian perutnya. Mayor Inf Jhon de Fretes ditembak di bagian perut dan langsung meninggal.

"Anggota kami kalah karena mereka (OPM) jumlahnya puluhan. Mungkin sekitar 20 orang. Kalah juga karena kan mereka baru mendarat dari naik boat, posisi belum bagus sehingga mudah diserang," jelas Mayjen TNI Tatang Sulaiman saat dihubungi awak media, Selasa (1/12/2015).

Mayjen TNI Tatang Sulaiman menjelaskan, dua anak buah Mayor Inf Jhon de Fretes yakni Kopda Avan dan Kopda Simon berhasil selamat. Mereka melarikan diri ke kampung terdekat. Hanya saja, salah satunya mengalami luka ringan di tangan kanan. "Mereka melarikan diri dengan cara berenang mengikuti aliran sungai ke kampung terdekat," paparnya.

Hari ini jenazah alamarhum yang alumnus STT Injili Arastamar (SETIA) Jakarta tersebut akan diserahkan ke keluarga almarhum. "Anak istrinya di Magelang, hari ini jenazah akan diantar," pungkas Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Adapun kronologi dari kejadian tersebut berawal dari Perjalanan menuju Kampung Namuni ditempuh melalui sungai dengan menggunakan Speedboat. Setelah sampai di Kampung Namuni Distrik Namunaweja, Pabung beserta dua rekan lainnya pada pukul 14.00 WIT telah dihadang oleh Kelompok Separatis Bersenjata.

Kemudian Pada saat dihadang terdengar 1 kali tembakan dari Kelompok Separatis Bersenjata, karena kedatangan Mayor Inf John de Fretes berniat baik untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat dalam rangka pemantauan wilayah, sehingga yang bersangkutan tidak membalas tembakan. Namun Kelompok Separatis Bersenjata terus melakukan penembakan terhadap Mayor Inf John de Fretes beserta dua anggotanya.

Sehingga pada saat penghadangan 1 orang korban a.n. Kopda Simon Sopakhua,  ia berhasil meloloskan diri dengan cara berenang dan diselamatkan warga Kampung. Sedangkan 2 orang masih dalam pencarian.

Untuk itu, saat ini dari Pihak Komando Kodam XVII/Cenderawasih sedang mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan yaitu dengan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk membantu melaksanakan penyisiran di Kampung Namuni, serta berkoordinasi dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat untuk membantu pencarian.

Tokoh agama Papua, Pastor Jhon Jongga menyesalkan penembakan atau kekerasan yang menimpa tiga anggota TNI di Namunaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua, pada Senin (30/11/2015).

"Sebagai tokoh gereja dan aktivis HAM, saya bersama dengan teman-teman lain turut berduka cita atau kematian Mayor Inf Jhon De Fretes dan melukai rekannya yang terjadi dua hari lalu," kata Pastor Jhon Jongga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, seperti dikutip dari Antara, Rabu (2/12/2015).

Dia berharap agar keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan tabah menghadapi musibah.

"Kami doakan kepada keluarga yang ditinggalkan supaya mendapat kekuatan iman bagi keluarga istri dan anak yang ada di Jawa sana," katanya.

Pastor Jhon Jongga juga berharap agar aparat Kepolisian dan TNI bisa melakukan pendekatan dengan masyarakat di Mamberamo Raya saat melakukan pengejaran terhadap kelompok yang melakukan kekerasan tersebut.

Alumnus STT Injili Arastamar (SETIA) Jakarta tersebut, Mayor Inf Jhon De Fretes merupakan perwira penghubung Kabupaten Sarmi bersama dua orang anggotanya melaksanakan kunjungan ke Kampung Namunaweja, namun di pertengahan jalan dihadang dan diserang oleh sekelompok orang.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan Mayor Inf Jhon De Fretes korban penembakan akan mendapatkan anugerah kenaikan pangkat menjadi Letkol Anumerta, dan untuk biaya pendidikan kedua anaknya akan ditanggung oleh negara.

Perlu diketahui bahwa Mayor Inf John de Fretes, S.Th. adalah Perwira Penghubung (Pabung) di wilayah Memberamo Raya dan merupakan seorang pendeta yang sering memimpin pelaksanaan ibadah umat Nasrani di masyarakat. (ant/mer/jos)

See Also

Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.600.695 Since: 05.03.13 | 0.1063 sec