Redaksi

SBO, Hari AIDS Sedunia Dan Loncatan Pemikiran

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Tuesday, 01 Desember 2015 | View : 570

SBN.

Kemarin, Senin (30/11/2015), saya menjadi nara sumber TV SBO dengan pembawa acara Mbak Aulia. Tema pembicaraan tentang hari AIDS Sedunia yang jatuh pada hari ini, Selasa (1/12/2015).

Kembali saya bicara tentang pentingnya policy dan program yang diarahkan ke anak dan remaja. Indikatornya adalah meningkatkan seks dini pada anak yang drastis dan karakteristik anak dan remaja yang pada dasarnya hobi mengambil risiko. Keluarga dan pemerintah memiliki kewajiban melindungi kelompok ini dari tertular penyakit infeksi menular seksual, narkoba, dan HIV.

Lalu saya bicara tentang loncatan ide yang meyesatkan. Program kesehatan memiliki logika dan aturan kerjanya sendiri. Begitu juga bidang agama dan bidang-bidang yang lain. Bidang lain yang masuk ke dalam bidang kesehatan akan membuat kerja menjadi tidak maksimal. Bidang kesehatan logikanya adalah berusaha mencegah dan mengatasi berbagai penyakit yang ada dengan cara apapun yang cerdas. Sedangkan bidang agama bicara tentang ketaatan mengikuti ajaran dan etika serta moral yang ditetapkan. Sama-sama bicara perilaku tetapi perilaku dari dimensi yang berbeda.

Di Indoneia telah terjadi kerancuan/kontaminasi logika kerja. Seks hanya ada di dalam perkawinan. Karena itu layanan kesehatan secara umum bicara seks di kalangan orang yang menikah. Penyakit yang ditimbulkan dari seks di luar pernikahan menjadi kedodoran ditanganinya.

Lalu Mbak Aulia bertanya tentang anggapan bahwa orang yang rajin bersembahyang tidak akan tertular HIV. Ini juga namanya loncatan ide di level individu. Sekalipun rajin sembahyang kalau perilakunya berisiko tinggi maka dipastikan berisiko tinggi tertular. Ini hukum alam yang menjadi hukum Tuhan. Saya kira Tuhan tidak melakukan diskriminasi pada manusia. Kitalah yang wajib menyesuaikan diri dengan ketentuanNya yang baku dan berusaha terus mengenali cara kerjaNya.

Tema hari AIDS sedunia tahun 2015 adalah Semuanya Bertindak. Berkurang atau mundurnya dana dari Global Fund akan berdampak pada krisis organisasi-organisasi yang didukung seperti Komisi Penanggulangan AIDS dari tingkat pusat sampai dengan bawah. Mumpung masih ada dana yang dikelola, selamatkan sistem, gerakan, pemain dan hasil kerja yang dihasilkan. Semoga energi krisis ini bisa digunakan untuk membuat sistem yang lebih baik. Saya hanya berdoa munculnya pemimpin yang mampu menjawab persoalan ini dengan cerdas dan kreatif. (esh)

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.607.571 Since: 05.03.13 | 0.1275 sec