Hukum

Pelaku Pemerkosa Karyawati Di JPO Ditembak Mati Saat Hunus Golok

Friday, 27 Nopember 2015 | View : 2434

JAKARTA-SBN.

Peristiwa perampasan diikuti dengan pemerkosaan yang menimpa seorang karyawati di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) TB Simatupang, dekat depan Ruko Plaza III Pondok Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dalam sepekan ini menyedot banyak perhatian.

Kabar yang tersiar membuat masyarakat khususnya kaum hawa menjadi takut untuk menggunakan JPO.

Peristiwa tersebut membuat resah warga Jakarta dalam satu pekan ini, sehingga kepolisian pun bergerak cepat memburu pelakunya.

Aparat kepolisian berupaya mengungkap kasus pemerkosaan dan pemerasan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pondok Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Seorang wanita berinisial RJ (23), seorang calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah menjadi korban pemerkosaan dan pemerasan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Ruko Pondok Indah, Lebak Bulus, pada Sabtu (21/11/2015) sekitar pukul 16.30 WIB.

Seorang karyawati yang baru pulang kerja, RJ (23), diperkosa preman saat melintas di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Lebak Bulus, Sabtu (21/11/2015) sore.

Selain memperkosa, preman itu juga mengambil ponsel merk iPhone 5 dan uang Rp 200.000 milik korban. Dalam insiden tersebut, RJ kehilangan uang tunai Rp 200.000. Sementara itu, ponsel yang hilang yakni iPhone 5.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Muhammad Iqbal, mengatakan, sore itu RJ baru pulang kerja. Ketika melewati JPO dekat Carefour Lebak Bulus, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang saat itu sedang sepi, korban mendadak dipepet oleh seorang preman berbadan besar.

Pelaku menarik jaket RJ, lalu memojokkannya ke besi jembatan. Preman itu langsung memperkosa korban sambil berdiri. Setelah itu barulah pelaku mengambil ponsel dan uang korban lalu kabur.

"Polisi sudah mengecek TKP dan memvisum korban. Kasus ini ditangani Polres Jakarta Selatan," kata Kombes Pol. Muhammad Iqbal.

Jajaran Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan terus memburu pelaku pemerkosa dan perampokan terhadap RJ, seorang karyawati swasta saat melintas di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (22/11/2015).

Apalagi, para pelaku yang berjumlah dua orang sudah teridentifikasi oleh pihak kepolisan.

"Pihak Kepolisian sudah kantongi identitas perampok. Ciri-ciri pelaku sudah ada dan identitasnya sudah diketahui. Pelaku masih dalam pengejaran," kata Kassubag Humas Polrestro Jakarta Selatan, Kompol Minto Padal Putro di Mapolrestro Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2015).

Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil olah Tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan menjadi modal awal polisi melacak pelakunya.

Sampai saat ini, aparat kepolisian telah mencari sejumlah CCTV yang dapat mengungkap pelaku. Meskipun waktu masih sore, namun di sana kondisi sangat sepi.

Dari hasil olah TKP, didapat sidik jari kaki, tangan dan DNA untuk keperluan forensik. Sidik jari tangan, kaki, dan DNA menjadi petunjuk kepolisian mengungkap siapa pelakunya.

Selain itu ciri-ciri pelaku yang memiliki kulit hitam serta belum berumur pun dikantungi kepolisian beberapa hari setelah kejadian menimpa seorang wanita berinisial RJ (23).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Muhammad Iqbal, mengatakan aparat kepolisian mengidentifikasi pelaku kejahatan.

"Kami akan mendalami kasus ini lagi. Diduga satu orang pelaku. Ciri-ciri pelaku berkulit hitam dan diduga pria tanggung," tutur Kombes Pol. Muhammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/11/2015).

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru menyebutkan pelaku pemerkosaan seorang karyawati di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, memang sering berada pada tempat tersebut.

Hal tersebut disimpulkan AKBP Audie Latuheru setelah mendengarkan sejumlah saksi terkait pemerkosaan ini.

Selain itu, keterangan saksi pun semakin menguatkan bila pelaku sering nongkrong di lokasi tersebut. "Dari keterangan saksi, pelaku memang sering di TKP (Tempat Kejadian Perkara), diduga preman setempat," kata AKBP Audie Latuheru di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2015).

AKBP Audie Latuheru menyatakan keberadaan pelaku yang diperkirakan berusia antara 30 dan 40 tahun, di JPO tersebut memang bertujuan mencari korban.

Hingga kini Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan menyebutkan telah memeriksa tiga orang saksi, satu di antaranya adalah korban dan terus mengupayakan pemburuan pelaku.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Wahyu Hadinigrat, mengatakan dua saksi telah diperiksa.

Menurut Kompol Minto Padal Putro, pihak kepolisian telah memeriksa dua saksi atas kasus tersebut. Yaitu korban dan teman korban. Karena saat kejadian, korban berjalan di JPO bersama temannya.

Berdasarkan pemeriksaan terungkap korban berinisial RJ (23) ditodong dan diperkosa tanpa menggunakan alat.

"Kedua orang itu tidak dapat disebutkan namanya," ujarnya.

Bermodal hasil temuan di lokasi kejadian dan keterangan saksi serta korban akhirnya aparat Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pun bergerak memburu pelakunya.

Atas perbuatan itu, korban menderita luka di bagian leher karena dicekik pelaku. Selain itu, korban mengalami luka di bagian tangan. Sampai sekarang aparat Polres Jakarta Selatan, masih mencari petunjuk.

Pelaku memanfaatkan situasi sepi untuk melakukan kejahatan terhadap seorang wanita berinisial RJ (23).

"Pada saat kejadian di lokasi memang sepi. JPO jarang dipakai nyeberang. Kami sering nangkap yang makai narkoba disana," tuturnya.

Gelapnya kondisi JPO, sambung dia, memang sengaja dipecahkan oleh pelaku kejahatan jalanan. Oleh sebab itu, kondisi di tempat itu memang sangat gelap. Saat kejadian, korban sempat melawan terhadap dua pelaku kejahatan tersebut.

"Pelaku diduga lebih dari satu orang. Korban sempat melawan dan memberontak. Tapi saat mau melawan dan melarikan diri, pelaku mencekik di leher dan mengancam korban," ucapnya.

Pantauan awak media, di sekitar JPO memang sangat sepi. Sepanjang 500 meter JPO, jarang sekali ada yang melintas. Sebuah mobil kepolisian terlihat sekitar 100 meter dari bawah JPO atau di depan Ruko Plaza III Pondok Indah. Beberapa aparat kepolisian malah menunggu di dalam ruko-ruko.

Camat Kebayoran Lama, Munjirin mengaku baru mengetahui peristiwa na'as yang menimpa Ria saat melintas di JPO Pondok Pinang. Oleh sebab itu dia mengaku akan segera menyurati Suku Dinas Energi dan Perindustrian Jakarta Selatan agar JPO diberikan penerangan.

"Nanti kira buat permohonan ke Sudin Energi biar diterangi itu JPO," kata Munjirin.

Polres Metro Jakarta Selatan telah mengetahui keberadaan pelaku pemerkosaan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pondok Indah.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi (Kompol) Minto Padal Putro mengatakan jejak pelaku terlacak lewat sinyal dari telepon genggam milik korban berinisial RJ (23).

"Lokasi sinyal ponsel sudah 40 persen," tutur Kompol Minto Padal Putro saat dihubungi wartawan, Kamis (26/11/2015).

Untuk mencegah terjadi kejahatan jalanan, maka aparat kepolisian akan menindak tegas pelaku.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Krishna Murti.

"Kami mengimbau akan menindak tegas pelaku kriminal jalanan. Agar membuat DKI Jakarta lebih aman," tutur Kombes Pol. Krishna Murti ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara TK. IR. Said Sukanto, Jumat (27/11/2015).

Penindakan tegas berupa penembakan pelaku kejahatan.

Ini dilakukan apabila pelaku melawan petugas saat dilakukan penangkapan.

Dalam hal ini, aparat kepolisian melakukan diskresi "Tekad kami kuat melakukan tindakan tegas," kata dia.

Aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya baru saja menghabisi nyawa IHT (29), preman jalanan. Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pemerkosaan terhadap RJ (23), seorang wanita, seorang calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dia melakukan sejumlah aksi kejahatan di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO).

Terakhir kali, pria yang bekerja sebagai timer bus itu memeras dan memerkosa seorang wanita, RJ (23), di JPO dekat depan Ruko Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Sabtu (21/11/2015).

Ternyata ITH bukan hanya sekali melakukan aksi kejahatannya di JPO.

Pedagang kaki lima yang kerap berjualan di sekitar tempat dia beraksi telah mengetahui aksi pria yang sehari-hari bekerja sebagai timer bus itu.

Namun karena takut, pedagang kaki lima itu tidak mau melaporkan kepada aparat kepolisian.

"Ada korban lain, karena saksi di tempat kejadian perkara, pedagang tahu pelaku. Tetapi tidak ada berani lapor," kata dia.

Aparat Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menembak mati pelaku pemerkosaan dan pemerasan, terhadap seorang wanita berinisial RJ (23).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Krishna Murti, mengatakan pelaku berinisial ITH (29) ditembak di bagian dada sebanyak dua kali di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan pada Jumat (27/11/2015) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dia menjelaskan, penembakan terhadap pelaku dilakukan karena residivis kasus penganiayaan dan pemerasan itu mencoba melarikan diri dan melawan petugas menggunakan golok saat hendak ditangkap.

Sehingga, menurut dia, aparat kepolisian melakukan diskresi.

"Kami melakukan upaya paksa penangkapan saat pelaku dalam kondisi mabuk dan melawan petugas sehingga petugas melumpuhkan. Tersangka tewas terkena dua tembakan di bagian dada oleh anggota resmob," tutur Kombes Pol. Krishna Murti kepada wartawan ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara TK. IR. Said Sukanto, Jumat (27/11/2015).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Krishna Murti, mengatakan pelaku tewas saat ditangkap petugas.

"Pelaku tewas saat akan ditangkap petugas," ujar Kombes Pol. Krishna Murti, kepada wartawan, Jumat (27/11/2015).

Kasubdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Eko Hadi Santoso, mengatakan aparat kepolisian sempat melakukan aksi kejar-kejaran dengan pelaku yang diketahui berasal dari Indonesia Timur tersebut dimana pelaku yang diketahui berinisial ITH (29), Jumat (27/11/2015).

Saat itu pelaku ditemukan di Slipi, Jakarta Barat sedang menggunakan sepeda motor dan dikejar aparat kepolisian.

"Pelaku di Slipi naik sepeda motor. Dia (pelaku) tidak mau berhenti. Dia ngebut sehingga dikejar, lalu, dicegat di Jalan Wijaya belakang. Tersangka mengeluarkan sebilah golok sehingga kami melakukan tindakan diskresi. Tersangka berjumlah satu orang," tutur AKBP Eko Hadi Santoso.

Kemudian polisi yang memburunya pun berusaha menghentikan pelaku di Jalan Wijaya, tetapi ITH malah mengeluarkan sebilah golok dan mencoba menyerang petugas.

Pemerkosa dan perampok karyawati di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Cipinang, ITH (29), sempat melawan polisi dengan golok.

Anggota Subdit Resmob Polda Metro Jaya langsung mengamankan diri dengan menembak mati ITH di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/11/2015).

"Tersangka melakukan perlawanan dengan sebilah golok," kata Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Hadi Santoso di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

ITH awalnya teridentifikasi polisi berada di daerah Slipi, Jakarta Barat. Saat disuruh menepi, ITH melarikan diri dengan sepeda motor.

Polisi pun mengejar ITH. Meski terus diminta untuk berhenti, ITH tak peduli.

"Tersangka semakin ngebut dan kita kejar dan berhentikan di Jalan Wijaya," papar AKBP Eko Hadi Santoso.

Posisi antara ITH yang mengancam dengan senjata tajam dan polisi saat itu cukup dekat. Karena itu, polisi terpaksa melepaskan dua tembakan ke dada ITH.

Akibatnya polisi pun menghadiahinya timah panas "Tersangka mengeluarkan sebilah golok sehingga kami melakukan tindakan diskresi,” beber AKBP Eko Hadi Santoso.

Pelaku perampasan dan pemerkosa karyawati tersebut pun tewas di lokasi kejadian dan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Polri TK. IR. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Jasad pelaku saat ini sudah berada di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara TK. IR. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.359 Since: 05.03.13 | 0.1083 sec