Agama & Masyarakat

Ketua FPI Diprotes Karena Pelesetkan Sampurasun

Thursday, 26 Nopember 2015 | View : 1053

BANDUNG-SBN.

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Dr. Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc., M.A., DPMSS atau Muhammad Rizieq Shihab yang bernama lengkap Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab juga lebih dikenal sebagai Habib Rizieq Shihab merespons kritik dan protes masyarakat Sunda yang menilai dia telah menyampaikan ucapan kebencian dengan mengganti salam "sampurasun" menjadi "campur racun".

Ketua FPI Habib Rizieq Shihab meminta masyarakat Sunda supaya jernih memahami maksud pernyataan Sampurasun.

Dia menjelaskan Sampurasun adalah ucapan selamat masyarakat Sunda yang sangat terkenal dan mengandung unsur penghormatan kepada sesama.

Pengucapan Sampurasun dapat dipergunakan selama tidak dijadikan sebagai pengganti ucapan salam, yaitu "Assalaamu 'Alaikum".

"Sampurasun sebagai adat sunda yang mempunyai makna sangat baik dan amat bagus, serta boleh digunakan untuk menyapa sebagai penghormatan, selama tidak dijadikan sebagai pengganti syariat "Assalaamu 'Alaikum"" kata Habib Rizieq Shihab saat dihubungi, Rabu (25/11/2015).

Dia menegaskan supaya pengucapan Sampurasun tidak menjadi sarana mengadu domba antara adat istiadat dan syariat karena masing-masing ada tempat dan syarat serta cara penggunaan.

Dalam hal ini, Habib Rizieq Shihab mengkritik kampanye yang dilakukan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Menurut Habib Rizieq Shihab, Dedi Mulyadi mulai meninggalkan ucapan salam "Assalaamu 'Alaikum" dan diganti salam adat Sunda "Sampurasun".

Habib Rizieq Shihab mengklaim, Dedi Mulyadi di mana dan kapan saja mengkampanyekan aneka budaya "Syirik" nya yang dibungkus dengan nama "Adat" dan "Budaya", serta dikemas dengan salam santun masyarakat sunda "Sampurasun".

Plesetan Habib Rizieq Shihab sendiri beredar dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Videonya sendiri diunggah di Youtube pada 14 November 2015 dengan judul Habib Rizieq: Sampurasun?? CAMPUR RACUUUN !!! (Bupati Purwakarta). Dalam video itu, awalnya Habib Rizieq duduk di kursi berkata sampurasun.

Namun ia berteriak dengan lantang mengatakan campur racun. Lalu terdengar suara tepuk tangan menggema. Konon Habib Rizieq tengah berceramah di Purwakarta pada 13 November 2015.

Pernyataan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang memelesetkan salam 'sampurasun' khas warga Sunda, menjadi 'campur racun', terus menuai kecaman.

Atas pernyataan itu, sebanyak 16 organisasi massa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM) menolak Pentolan Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, masuk ke wilayah Jawa Barat.

Sejumlah budayawan dan perwakilan 16 organisasi Sunda mendesak Habib Rizieq Shihab meminta maaf secara terbuka.

Pasalnya Habib Rizieq Shihab yang memplesetkan kata sampurasun menjadi campur racun dinilai telah menghina bangsa Indonesia khususnya masyarakat Jawa Barat.

Budayawan Sunda Acil Bimbo mengatakan, persoalan tersebut harus segera diselesaikan untuk meminimalisasi polemik berkelanjutan. Dia pun meminta agar Habib Rizieq Shihab meminta maaf di hadapan publik.

"Saya menyesalkan, Habib Rizieq kan sedang berkibar, tidak pantas dia menghina sebuah etnis. Jadi, jangan gegabah dan jangan gagagahan," kata Acil Bimbo saat ditemui di Kantor Sekretariat Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (26/11/2015).

Koordinator AMSM, Noery Ispandji Firman, mengatakan, sampurasun merupakan kata yang mengandung arti doa. Namun kata yang termasuk salam itu diplesetken oleh orang yang mengaku tokoh di Indonesia. Apalagi hal itu disampaikan di depan warga Purwakarta, Jawa Barat.

"Saya siap melawan yang menzalimi hal-hal yang berkaitan dengan budayaSunda. Kami tidak akan diam terhadap hal ini," tegas Noery Ispandji Firman kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung Angkatan Muda Siliwangi, Jalan Braga No.25, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Rabu (25/11/2015).

Noery Ispandji Firman mengaku sangat geram dengan perkataan Habib Rizieq Shihab tersebut. Selain menghina masyarakat Sunda, perkataannya tersebut juga melukai budaya bangsa Indonesia. Sebab ucapannya itu bentuk tidak menghargai perbedaan dan budaya.

"Kami sendiri sebagai orang Sunda tinggal di Indonesia saling menghargai khususnya menghargai agama suku budaya yang ada karena itu kekuatan bangsa Indonesia," ujar pria yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Siliwangi itu.

Noery Ispandji Firman meminta seluruh masyarakat di Jawa Barat turut menolak kehadiran Habib Rizieq Shihab ke Jawa Barat apapun alasannya. Ia pun yakin masyarakat Sunda sangat kecewa dengan pria yang kerap mengundang kontroversi tersebut.

"Kami tidak pernah ganggu orang lain dan kami cinta damai. Karenanya Jawa Barat selalu kondusif dan kami selalu menghormati nilai luhur budaya yang ada di Indonesia," kata Noery Ispandji Firman.

Sekjen Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Denda Alamsyah menuturkan, pihaknya menuntut personal Rizieq, bukan organisasi FPI.

"Kami masalahkan bukan ke FPI-nya. Tapi fokus yang diangkat itu ke Habib Rizieq, ya lebih personalnya," ujar Denda Alamsyah.

Dia menambahkan, masyarakat Sunda hingga kini masih menunggu niat baik dari Habib Rizieq Shihab untuk segera meminta maaf secara terbuka.

"Sebagai Muslim, permintaan maaf tentunya bukan persoalan berat bagi Habib Rizieq. Tapi ingat, permintaan maaf itu harus dilakukan di depan muka umum atau publik. Ya karena dia kan memelesetkan sampurasun juga di depan umum,"  tegas Denda Alamsyah.

Bupati Purwakarta, Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H. menyatakan pendiri Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, mengalihkan isu pelesetan sampurasun menjadi campur racun dengan menyerang dirinya. "Karena pernyataannya mendapatkan protes keras dari para tokoh Sunda bahkan sudah dilaporkan ke polisi, dia kemudian mengalihkan isu sebagai bahan pembenaran," tandas Dedi Mulyadi, Kamis (26/11/2015).

Dalam artikel di situsnya sendiri, Habib Rizieq Shihab menyatakan Dedi Mulyadi menganut perilaku syirik yang dilarang dalam Islam. Perilaku itu tergambar lewat berbagai tindakan yang ia anggap sudah jauh dari nilai-nilai Islam, termasuk melamar Nyi Loro Kidul.

"Dedi tidak bangga dengan Islam-nya, tapi ia bangga dengan patung, sesajen, dan takhayulnya," tutur Habib Rizieq Shihab. "Dedi bukan sedang memasyarakatkan sampurasun, tapi sedang merusak umat Islam Purwakarta dengan campur racun," ketus Habib Rizieq Shihab.

Soal tudingan syirik, Dedi Mulyadi menegaskan Habib Rizieq Shihab tidak bisa menghakimi dirinya. Karena soal syirik yang ditudingkan kepadanya sudah masuk dalam wilayah keyakinan atau ketauhidan. "Soal ketauhidan itu kan adanya di dalam hati, jadi enggak bisa ditebak-tebak seperti itu," katanya.

Tentang tudingan dia bukan sedang memasyakatkan sampurasun tetapi sedang merusak masyarakat Purwakarta dengan campur racun, Dedi Mulyadi menyatakan, Habib Rizieq Shihab salah. Sebab, salam Sunda itu bukan saja dimasyarakatkan di Purwakarta bahkan sudah diucapkan di markas PBB saat pidato soal kebudayaan medio Agustus 2015. (tem/tri)

See Also

Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.999.341 Since: 05.03.13 | 0.1817 sec