Agama & Masyarakat

Perseteruan Bupati Purwakarta Dengan Ketua FPI

Thursday, 26 Nopember 2015 | View : 990

PURWAKARTA-SBN.

Perseteruan Bupati Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (Jabar), H. Dedi Mulyadi, S.H. dengan pemimpin organisasi Front Pembela Islam (FPI), Dr. Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc., M.A., DPMSS atau Muhammad Rizieq Shihab yang bernama lengkap Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab juga lebih dikenal sebagai Habib Rizieq Shihab semakin melebar. Ulama itu menuduh Dedi Mulyadi menikahi sosok yang diyakini Penguasa Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul.

Menanggapi tudingan itu, Dedi Mulyadi hanya geleng-geleng kepala dan tertawa.

Soal dirinya dikatakan sudah melamar dan mengawini Nyi Roro Kidul, Habib Rizieq Shihab ditantang buat membuktikannya.

Bahkan, ia meminta Ketua FPI tersebut, Habib Rizieq Shihab membuktikan Dedi Mulyadi menikah dengan Nyi Roro Kidul.

"Coba saya minta sama Habib Rizieq tunjukan bukti surat nikah saya dengan Nyi Roro Kidul dan dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) mana," cetus Dedi Mulyadi seraya tertawa saat ditemui di Bale Citra Resmi, Jalan LRE Martadinata, Kamis (26/11/2015).

"Di KUA mana saya kawin dengan Nyi Roro Kidul? Lalu kapan waktunya?" kata Dedi Mulyadi melempar pertanyaan.

Dedi Mulyadi juga mengaku heran, kenapa Habib Rizieq Shihab usil dan marah soal Nyi Roro Kidul. “Mestinya yang harus marah duluan itu isteri saya. Tetapi, isteri saya tenang-tenang saja," tambah dia.

Soal pernikahannya dengan Nyi Roro Kidul, ujar Dedi Mulyadi, itu bentuk ungkapan kecintaan manusia atas kekayaan laut. Ia menjelaskan, Nyi Roro Kidul disimbolkan sebagai kekuasaan dan keindahan lautan.

"Nyi Roro Kidul itu kan gambaran keindahan dan keeksotisan Laut Pantai Selatan. Menikah dengan Nyi Roro Kidul itu punya maksud kita harus melindungi, merawat dan mencintai laut beserta kekayaan yang ada di dalamnya," terang dia.

Baginya, Menteri Kelautan RI Susi Pujiastuti adalah sosok yang telah menyatu dengan Nyi Roro Kidul, menyatu dengan laut. "Dia sudah bersatu dengan Nyi Roro Kidul, artinya dia menjaga laut, merawat isinya, merawat manusia yang menggantungkan penghasilan dari laut dan melindungi laut dengan cara membom kapal-kapal yang mencuri dan merusak laut kita," papar Dedi Mulyadi.

Ihwal patung, Dedi Mulyadi menilai Habib Rizieq Shihab bersikap tidak fair. Sebab, patung yang ada di Purwakarta semuanya tak ada yang mengandung unsur syirik. Patung-patung yang dibangun itu ada yang bentuk tokoh pewayangan, tokoh, dan pahlawan nasional, di antaranya patung Jenderal Sudirman, Soekarno, Mohamad Hatta, dan produk kreatif khas Purwakarta yakni keramik.

Dedi Mulyadi kemudian mempertanyakan sikap Habib Rizieq Shihab yang sama sekali tidak mempersoalkan patung-patung yang ada di Jakarta. "Kenapa tidak dipersoalkan, padahal patungnya gede-gede," ujar Dedi Mulyadi.

Habib Rizieq juga mengomentari soal keberadaan kereta kencana yang disakralkan di Gedung Negara Pemkab Purwakarta.

Soal empat kereta kencana yang dibuatnya lalu ditempatkan di bagian selasar Gedung Negara, Dedi Mulyadi menjelaskan ia memberikan alasan hanya sebagai simbol sebagaimana terdapat di Keraton Yogya dan Solo.

"Lha kalau Habib Rizieq mengharamkan kereta kencana, dia sama juga menghina daerah lain. Cirebon punya kereta kencana, Yogyakarta juga, Solo juga punya kereta kencana, sudah enggak bener itu mikirnya," tukas Dedi Mulyadi.

Ada pun filosofi yang terkandung dalam keempat kereta kencana tersebut yakni lidah, mata, hidung, dan telinga.

"Tidak boleh dikendarai oleh siapa pun, maknanya, karena lidah, mata, telinga dan hidung itu tidak boleh dikendarai atau ditumpangi oleh sikap iri dan dengki," pungkas Dedi Mulyadi. (tem/tri)

See Also

Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.993.525 Since: 05.03.13 | 0.1531 sec