Hukum

Pesinetron Sandy Tumiwa Dibekuk Polisi

Thursday, 26 Nopember 2015 | View : 1108

JAKARTA-SBN.

Kabar bahagia yang baru saja menghampiri aktor dan pesinetron Sandi M.I. Tumiwa atau Sandy Tumiwa (33 tahun) langsung berubah muram. Kasus hukum Sandy Tumiwa sebelumnya tampak meredup sebelumnya akhirnya sang aktor ditangkap.

Artis Sandy Tumiwa (33 tahun) yang baru saja menikah lagi kini baru saja diciduk pihak aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, hari ini, pada Kamis (26/11/2015) pagi tadi pukul 07.00 WIB di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Mantan suami Tessa Kaunang itu juga baru saja menikah dengan perempuan bernama Diana Limbong. Pernikahan itu digelar secara siri pada 16 Oktober lalu.

Setelah berita pernikahannya dengan Diana Limbong tersebar, kini Sandy Tumiwa justru diamankan Polda Metro Jaya.

Artis peran Sandy M.I. Tumiwa (33 tahun) ditahan karena diduga terlibat kasus penipuan investasi bodong yang menjeratnya. Sandy Tumiwa ditangkap oleh penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Kamis (26/11/2015) di kamar Nomor 27 di Lena Resident, Palmerah, Jakarta Barat terkait kasus investasi bodong yang menggunakan namanya.

Artis Sandy Tumiwa dibekuk petugas Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat menginap di salah satu tempat kosnya, rumah kos-kosan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (26/11/2015) pukul 07.00 WIB pagi tadi.

Pihak berwajib membenarkan penangkapan Sandy Tumiwa pada hari ini. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Krishna Murti membenarkan penangkapan Sandy Tumiwa saat sedang menginap di Lena Resident, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015) pukul 07.00 WIB. "Iya benar Sandy ditangkap atas kasus tersebut," ucap Kombes Pol. Krishna Murti.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti menyatakan pihaknya telah mengamankan Sandy Tumiwa di kawasan Jakarta Barat. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Krishna Murti mengungkapkan mantan suami Tessa Kaunang tersebut ditangkap polisi terkait dengan kasus investasi bodong yang menjeratnya saat menginap di Lena Resident kamar 27. Ketika itu, ia baru pulang dari Bandung. "Tadi pagi pukul 07.00 WIB penyidik mendapat informasi kalau yang bersangkutan (Sandy) menginap di Lena Resident kamar 27, daerah Palmerah. Yang bersangkutan baru pulang dari Bandung sehingga tidak kembali ke kosannya yang berada di kawasan Tebet Barat, Tebet Barat VIII No.41 Jaksel," beber Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Krishna Murti, kepada wartawan, Kamis (26/11/2015).

Penangkapan pagi ini dilakukan terkait atas dugaan penipuan investasi fiktif Sandy Tumiwa mantan suami Tessa Kaunang hingga Rp 7 Miliar.

"Yang bersangkutan kami tangkap karena diduga menyelenggarakan investasi bodong. Tersangka masih dalam perjalanan ke Polda Metro Jaya," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Krishna Murti.

"Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (PMJ) menangkap artis Sandi M.I. Tumiwa atas dugaan kasus penipuan. Dia mengaku bisnis batubara," tutur Direktur Reserse Kriminal Umum PMJ, Kombes Pol. Krishna Murti, di Jakarta saat dihubungi, Kamis (26/11/2015).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Krishna Murti menyatakan, tersangka membuat perusahaan fiktif yang bernama PT. CSM Bintang Indonesia untuk menarik investor sebagai anggota di perusahaan tersebut.

Para tersangka juga menjanjikan keuntungan 18-40 persen. "Para korban tergiur menginvestasikan uang mereka dan juga diminta para tersangka mencari investor lain dengan diberi keuntungan 10 hingga 15 persen dari uang yang diinvestasikan ke perusahaan tersangka," kata Kombes Pol. Krishna Murti di Polda Metro Jaya, Kamis (26/11/2015) siang.

Kombes Pol. Krishna Murti menyatakan, dana yang terkumpul lalu digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi dengan mendaftarkan ke salah perusahaan trading forex di Jakarta dan mengatasnamakan pribadi tersangka.

"Dana yang terkumpul dari para korban Rp 7 miliar," kata Kombes Pol. Krishna Murti.

Saat ditagih korban, termasuk Annisa Bahar, tersangka Sandy Tumiwa tidak dapat mengembalikan dana investasi. Sandy Tumiwa ditangkap polisi di Lena Resident Kamar 27, Jalan Palmerah Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015) pukul 07.00 WIB.

Sandy Tumiwa digelandang polisi di Direktorat Reses Umum Polda Metro Jaya. Saat ini, Sandy Tumiwa sedang di periksa oleh polisi atas kasus yang menjeratnya, penangkapan dilakukan oleh polisi pada pagi hari.

"Kami baru menangkap satu orang. Satu orang lagi akan ditangkap," imbuh Kombes Pol. Krishna Murti.

Dikabarkan, mantan suami Tessa Kaunang tersebut dituduh melakukan penipuan.

Bahkan, korbannya pun rekan sesama selebriti, yakni pedangdut Annisa Bahar.

Korban Sandy Tumiwa kebanyakan berasal dari kalangan sosialita, termasuk Annisa Bahar yang dikenal sebagai penyanyi dangdut.

Melalui perusahaan investasi forex bodong yang bernama PT. CSM Bintang Indonesia, Sandy Tumiwa dan Cici diduga menampung dana dari puluhan korban, termasuk Annisa Bahar, tahun 2012.

Korban dijanjikan nilai keuntungan beragam, antara 18 hingga 45 persen dari jumlah investasi di PT. CSM Bintang Indonesia.

Pedangdut Annisa Bahar langsung mengungkapkan kegembiraannya saat mendengar penangkapan Sandy Tumiwa (33), pesinetron yang baru saja melepas masa duda dan menikahi siri perempuan pengusaha cantik bernama Diana Limbong di Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada 16 Oktober lalu.

Kabar penangkapan Sandy Tumiwa dan Cici, rekan bisnisnya, disampaikan Arifin Harahap, pengacara Annisa Bahar, ke dirinya, Kamis (26/11/2015) pagi.

Pedangdut Annisa Bahar menanti lama terungkapnya kasus dugaan penipuan bermodus investasi bodong yang dilakukan oleh pesinetron Sandy Tumiwa.

Penantian itu berakhir baik saat Annisa Bahar mendengar kabar dari Arifin Harahap, pengacaranya, terkait penangkapan Sandy Tumiwa, Kamis (26/11/2015) pagi.

Saat dimintai tanggapan oleh sejumlah wartawan, Kamis (26/11/2015), Annisa Bahar menyatakan bersyukur atas penangkapan Sandy Tumiwa. Sang pedangdut berucap syukur atas penangkapan mantan suami Tessa Kaunang tersebut.

"Iya, benar, Alhamdulillah akhirnya ya, tadi pengacara aku kasih tahu," terangnya lewat pesan singkat.

"Iya, barusan pengacaraku telepon. Alhamdulillah ya Allah," tulis Annisa Bahar melalui pesan singkat, Kamis (26/11/2015).

Suaranya terdengar girang dan senang. Sebab, Annisa Bahar sudah menunggu lama "kabar baik" itu.

Annisa Bahar mengaku menjadi korban penipuan investasi yang diduga dilakukan oleh Sandy pada 2012 lalu. Menurut Annisa Bahar, korban mencapai 3.000 orang dengan kerugian Rp 16 miliar. Sampai saat ini, keluarga belum ada yang angkat bicara soal penangkapan Sandy Tumiwa.

Namun, Annisa Bahar tak bersedia memberi keterangan lebih lanjut. Annisa Bahar tidak banyak menjelaskan perkara lamanya yang kembali disidik Polda Metro Jaya.

"Tanyakan sama pengacaraku ya," ujar pedangdut lawas yang juga ibu pedangdut Juwita Bahar tersebut ketika dihubungi melalui telepon. "Selanjutnya sama pengacara aku ya," sambungnya.

Tak lama setelah mendapat kabar mengenai penangkapan Sandy Tumiwa, Annisa Bahar menulis status pada BlackBerry Messenger (BBM) miliknya.

"Alhamdulillah akhirnya Sandy dan Cici ditangkap di Polda (Metro Jaya). Makasih bapak Arifin Harahap SH, pengacaraku," tulis penyanyi dangdut Annisa Bahar, Kamis (26/11/2015) siang.

Saat, advokat Arifiin Harahap mengabarkan penangkapan Sandy Tumiwa, Annisa Bahar berada di Lampung.

"Dia sujud syukur dan menyampaikan apresiasi ke Polda atas tertangkapnya Sandy," ujar Arifin Harahap.

"Ini penantian Annisa yang cukup panjang. Saat ini kasus itu bisa sampai ke pengadilan (setelah polisi menangkap Sandy)," kata Arifin Harahap saat dihubungi melalui telepon, Kamis (26/11/2015) siang.

"Jelas kabar ini sangat menggembirakan buat Mbak Annisa dan korban lain yang jumlahnya bisa puluhan," jelas Arifin Harahap.

Sandy Tumiwa dan Astriana, tersangka penipuan berbentuk investasi bodong, meraup untung hingga miliaran rupiah.

"Dana yang terkumpul kemudian digunakan oleh para tersangka untuk kepentingan pribadi dengan mendaftarkan diri ke perusahaan trading forex di Jakarta," kata Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fadli Widianto, Jakarta, Kamis (26/11/2015).

Mereka mendaftarkan ke perusahaan forex dengan nama pribadi para tersangka, yaitu Sandy Tumiwa dan Astriana. Padahal, mereka mengambil uang dari investor atas nama perusahaan, PT. CSM Bintang Indonesia.

"Dana yang terkumpul lebih kurang Rp 7 miliar," papar AKBP Fadli Widianto.

Sandy Tumiwa dan Astriana menyebut uang dari para investor akan diputar dengan berinvestasi di bidang batubara, entertainment, dan lainnya.

Namun, hingga berbulan-bulan, investor PT. CSM Bintang Indonesia tak kunjung mendapatkan keuntungan. Bahkan, para investor merugi karena uang tak kembali.

Sandy M.I. Tumiwa memang diburu polisi selama beberapa bulan terakhir. Beberapa bulan terakhir Sandy Tumiwa dicari-cari polisi setelah muncul laporan sejumlah orang, yang merasa tertipu dengan investasi yang diselenggarakannya. Ini atas laporan sejumlah orang yang merasa tertipu dengan investasi yang diselenggarakannya.

Penangkapan Sandy Tumiwa berdasarkan kasus invetasi bodong PT. CSM Bintang Indonesia di mana Sandy Tumiwa sebagai komisarisnya. Penangkapan Sandy Tumiwa berdasarkan tiga laporan ke Polda Metro Jaya pada 2012 silam. Ayah dua anak itu juga pernah dilaporkan pedangdut Annisa Bahar terkait kasus yang sama. Pada 2012, kasus Sandy Tumiwa tersebut sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh tiga orang, termasuk Annisa Bahar, dengan dugaan penipuan dan penggelapan.

Sandy Tumiwa diamankan atas kasus tuduhan investasi bodong yang salah satunya dilaporkan oleh salah seorangnya pedangdut Annisa Bahar sejak 2012. Kasus penipuan ini adalah juga hasil dari laporan pedangdut Annisa Bahar pada 10 Juli 2012. Annisa Bahar mengadukan Sandy Tumiwa pada 10 Juli 2012. Laporan tersebut kemudian ditingkatkan menjadi penyidikan pada 16 Juli 2012. Polisi meningkatkan status laporan itu menjadi penyidikan pada 16 Juli 2012.

Selain itu, penangkapan Sandy Tumiwa tersebut juga didasari surat keterangan P-21 dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada 19 November 2015 terkait perkara salah satu tersangka penipuan, Astriana alias Cici (49 tahun), yang bekerja sama dengan Sandy Tumiwa.

Angka dari kasus penipuan ini disebutkan mencapai Rp 25 miliar. Dalam modusnya Sandy Tumiwa dan Astriana alias Cici (49 tahun) mengaku berbisnis batubara, namun dalam prosesnya mereka dilaporkan melakukan trading dengan izin yang bodong.

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.613.424 Since: 05.03.13 | 0.1309 sec