Hukum

Sudirman Said Bakal Balik Dipolisikan Setya Novanto

Tuesday, 24 Nopember 2015 | View : 521

JAKARTA-SBN.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia ke-15 pada Kabinet Kerja Jokowi/JK yang menjabat sejak 27 Oktober 2014, Sudirman Said, bakal dilaporkan ke Polisi karena dinilai perbuatannya merugikan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Demikian dikatakan oleh Pengacara Setya Novanto, Rudy Alfonso saat dihubungi, Senin (23/11/2015).

Menurut advokat Rudy Alfonso, laporan yang dilakukan setelah tim pengacara telah lakukan konstruksi kasus dan menentukan pasal-pasal yang dilanggar oleh alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara/STAN (1990), Sudirman Said.

"Setelah konstruksi kasus, pasti kami akan laporkan," kata pengacara Rudy Alfonso.

Sejauh ini, tim pengacara sudah menduga ada tiga pelanggaran yang dilakukan oleh mantan Direktur Utama PT. Pindad (Persero) masa jabatan 4 Juni 2014-27 Oktober 2014, Sudirman Said.

Pertama, penyadapan atau perekaman percakapan secara diam-diam antara Setya Novanto, pengusaha minyak Reza Chalid, dan Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Kedua, pendistribusian isi rekaman itu dapat menyebabkan pencemaran nama baik terhadap Setya Novanto.

Ketiga, melakukan fitnah dengan menyebut Setya Novanto dalam pertemuan itu mencatut nama Presiden dan Wapres, padahal kliennya mengaku tidak pernah melakukan hal itu.

"Dalam UU, yang boleh lakukan penyadapan itu penegak hukum atas izin ketua pengadilan. Kalau menyadap tanpa hak, akan kita konstruksikan pasalnya apa. Walau polisi bisa cari sendiri, kita tidak mau. Kita kan orang hukum," terang Rudy A;fonso.

Selain masih melakukan penelaahan secara hukum, advokat Rudy Alfonso juga masih menunggu bukti asli rekaman yang diserahkan Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Seperti diketahui, Sudirman Said melaporkan dugaan pelanggaran etik ke MKD terkait adanya anggota DPR RI yang melakukan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Jika ditemukan hal yang tak sesuai dengan percakapan asli, rekaman itu juga bisa menguatkan laporan yang akan disampaikan ke polisi.

Hari ini, Senin (23/11/2015), anggota pengacara lainnya, Firman Wijaya menemui Setya Novanto membicarakan soal kasus yang membelitnya di Gedung Parlemen.‎

Menteri ESDM Sudirman Said memilih tidak menanggapi proses Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Saya tidak boleh komentar soal itu. Enggak ada yang melarang, cuma saya tidak mau komentar saja," cetus mantan  Ketua Umum Ikanas Keuangan-STAN untuk periode 2013-2016, Sudirman Said di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Disinggung mengenai dirinya yang bakal dilaporkan ke kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik, dia juga tidak menanggapi eskplisit. "Pokoknya kita berikan kesempatan dan berharap MKD bekerja dan mendengarkan suara masyarakat," tukas alumnus Master Bidang Administrasi Bisnis dari George Washington University, Washington D.C., Amerika Serikat/AS (1994), Sudirman Said.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.405.941 Since: 05.03.13 | 0.2115 sec