Hukum

Sudirman Said Bakal Balik Dipolisikan Setya Novanto

Tuesday, 24 Nopember 2015 | View : 452

JAKARTA-SBN.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia ke-15 pada Kabinet Kerja Jokowi/JK yang menjabat sejak 27 Oktober 2014, Sudirman Said, bakal dilaporkan ke Polisi karena dinilai perbuatannya merugikan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Demikian dikatakan oleh Pengacara Setya Novanto, Rudy Alfonso saat dihubungi, Senin (23/11/2015).

Menurut advokat Rudy Alfonso, laporan yang dilakukan setelah tim pengacara telah lakukan konstruksi kasus dan menentukan pasal-pasal yang dilanggar oleh alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara/STAN (1990), Sudirman Said.

"Setelah konstruksi kasus, pasti kami akan laporkan," kata pengacara Rudy Alfonso.

Sejauh ini, tim pengacara sudah menduga ada tiga pelanggaran yang dilakukan oleh mantan Direktur Utama PT. Pindad (Persero) masa jabatan 4 Juni 2014-27 Oktober 2014, Sudirman Said.

Pertama, penyadapan atau perekaman percakapan secara diam-diam antara Setya Novanto, pengusaha minyak Reza Chalid, dan Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Kedua, pendistribusian isi rekaman itu dapat menyebabkan pencemaran nama baik terhadap Setya Novanto.

Ketiga, melakukan fitnah dengan menyebut Setya Novanto dalam pertemuan itu mencatut nama Presiden dan Wapres, padahal kliennya mengaku tidak pernah melakukan hal itu.

"Dalam UU, yang boleh lakukan penyadapan itu penegak hukum atas izin ketua pengadilan. Kalau menyadap tanpa hak, akan kita konstruksikan pasalnya apa. Walau polisi bisa cari sendiri, kita tidak mau. Kita kan orang hukum," terang Rudy A;fonso.

Selain masih melakukan penelaahan secara hukum, advokat Rudy Alfonso juga masih menunggu bukti asli rekaman yang diserahkan Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Seperti diketahui, Sudirman Said melaporkan dugaan pelanggaran etik ke MKD terkait adanya anggota DPR RI yang melakukan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Jika ditemukan hal yang tak sesuai dengan percakapan asli, rekaman itu juga bisa menguatkan laporan yang akan disampaikan ke polisi.

Hari ini, Senin (23/11/2015), anggota pengacara lainnya, Firman Wijaya menemui Setya Novanto membicarakan soal kasus yang membelitnya di Gedung Parlemen.‎

Menteri ESDM Sudirman Said memilih tidak menanggapi proses Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Saya tidak boleh komentar soal itu. Enggak ada yang melarang, cuma saya tidak mau komentar saja," cetus mantan  Ketua Umum Ikanas Keuangan-STAN untuk periode 2013-2016, Sudirman Said di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Disinggung mengenai dirinya yang bakal dilaporkan ke kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik, dia juga tidak menanggapi eskplisit. "Pokoknya kita berikan kesempatan dan berharap MKD bekerja dan mendengarkan suara masyarakat," tukas alumnus Master Bidang Administrasi Bisnis dari George Washington University, Washington D.C., Amerika Serikat/AS (1994), Sudirman Said.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.524 Since: 05.03.13 | 0.1181 sec