Agama & Masyarakat

HMI Akui Rombongan Kadernya Tidak Bayar Makan Di Riau

Monday, 23 Nopember 2015 | View : 1077

PEKANBARU-SBN.

Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 yang tengah digelar di Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau, tercoreng oleh ulah kader organisasi itu. Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pekanbaru, Riau pada 22-26 November 2015 dipenuhi kericuhan, padahal agenda kongres baru satu yang berjalan, yaitu pembukaan yang berlangsung semalam. Kongres HMI ke-29 di Hotel Labersa dihadiri oleh Wakil Presiden Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK.

Peserta kongres beberapa kali membuat kerusuhan.

Ulah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, di Gedung Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Kota Pekanbaru, di Ibu Kota Provinsi Riau, Sabtu (21/11/2015) malam menuai kecaman. Sebab, aksi kader HMI tersebut sudah dianggap mengarah ke tindakan anarkis, dengan melempari kaca halte bus dan kaca dinding Gedung GOR, serta meresahkan masyarakat Pekanbaru.

Ratusan kader HMI yang membuat onar dengan membakar ban di tengah jalan dan merusak fasilitas umum seperti rambu lalu lintas, halte bus, dan Gedung Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pekanbaru. Aksi mereka pun menuai kecaman dari masyarakat dan tokoh adat Riau.

Karena aksi kader HMI dikhawatirkan akan lebih merusak fasilitas lainnya, maka polisi memindahkan mereka dari GOR Sudirman yang dirusak, ke Kampus Universitas Riau (UR) di Jalan Patimura Gobah.

Usai menggelar pembukaan kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29, proses persidangan lanjutan buat membahas agenda kongres belum juga dimulai. Saat ini, panitia penyelenggara dan Pengurus Besar HMI belum juga memastikan lokasi persidangan.

"Ini masih ribut soal penentuan lokasi. Masih rapat penentuan lagi," kata salah satu Pengurus Besar (PB) HMI, Edy Sofian, kepada awak media, Minggu (22/11/2015).

Lokasi persidangan sudah ditentukan dalam perencanaan awal, yaitu di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pekanbaru. Namun mendadak ada permintaan buat mengubah lokasi kegiatan.

"Belum ada kesepakatan lagi soal lokasi," imbuh Edy Sofian.

Dari pantauan wartawan, antara panitia dan Pengurus Besar HMI tengah membahas soal penentuan lokasi. Belum ada keputusan di mana tempat akan dipakai buat melanjutkan kongres ke-29.

Ribuan peserta menunggu persidangan dimulai telah berjejeran di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, di lokasi perencanaan awal. Penundaan persidangan sementara ini belum menimbulkan kericuhan.

Salah satunya soal rombongan korps hijau hitam yang makan tanpa membayar saat singgah di rumah makan dan warung, di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

Ada rombongan ogah bayar usai makan di warung, merusak mobil polisi, fasilitas umum hingga bangunan.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (21/11/2015) pekan lalu. Saat itu, rombongan kader HMI yang menghadiri kongres ke-29 di Pekanbaru singgah di rumah makan Umega. Usai makan, rombongan ini tidak membayar tagihan sebesar Rp 12 juta. Tak hanya di rumah makan Umega, pemilik warung-warung kecil berada di sekitar mengaku turut merugi ratusan ribu rupiah. Sebab rombongan itu makan dan minum lalu tidak membayar.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar) meminta maaf kepada seluruh masyarakat Riau terkait aksi mereka yang membuat ricuh selama berada di daerah Bumi Lancang Kuning.

Permintaan maaf tersebut, disampaikan secara terbuka oleh koordinator kader HMI Sulselbar, Yusuf K. Mariajeng, Minggu (22/11/2015) malam, di Purna MTQ, Pekanbaru, titik kumpul mereka.

"Saya mewakili HMI cabang Makassar meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Riau yang resah dan sudah mengganggu ketertiban," kata Yusuf K. Mariajeng.

Terkait insiden yang terjadi sejak semalam pada Sabtu (21/11/2015), menurut Yusuf K. Mariajeng, hal itu disebabkan tingkah laku rombongannya yang sudah tidak terkontrol. Ini disebabkan lantaran adanya situasi yang membuat kader HMI emosi.

"Sebenarnya kami tidak inginkan ini terjadi. Namun ada kondisi yang membuat kami terpaksa melakukan itu," terang Yusuf K. Mariajeng.

Menurut Yusuf K. Mariajeng, kejadian-kejadian tersebut lebih kepada insidentil dan terjadi akibat dari miskomunikasi di antara mereka.

"Terjadi miskomunikasi antara rombongan kami dengan pihak panitia penyelenggara kongres, karena tidak ada koordinasi yang bagus, sehingga teman-teman melakukan aksi di luar batas, yang berimbas munculnya rasa tidak nyaman masyarakat Riau khususnya Pekanbaru," jelas Yusuf K. Mariajeng.

Selain meminta maaf kepada seluruh masyarakat Riau, Yusuf K. Mariajeng juga berterimakasih atas sikap kepolisian, yang mendukung mereka selama di Pekanbaru.

"Kami berharap polisi terus mengawal kami, sehingga hal yang tak diinginkan bisa dihindari dan tidak terjadi lagi," tegas Yusuf K. Mariajeng.

Meski demikian, Yusuf K. Mariajeng tidak bisa berjanji dan memberikan kepastian, jika selanjutnya pelaksanaan kongres tetap kondusif, mengingat banyaknya peserta yang hadir.

"Kalau ditanya jaminan (tidak rusuh), kami tak bisa menggaransi. Kalaupun ada masalah yang muncul nanti, kami akan selesaikan secara internal dan koordinasi dengan polisi tentunya," pungkasnya.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengakui ada rombongan kadernya makan tidak bayar di Riau. Ketua Korps Alumni HMI Indragiri Hulu, Marliyus, mengakui ada kejadian kader HMI makan tanpa membayar. Dia menyatakan sudah bertemu dengan pihak rumah makan dan telah menyelesaikan persoalan tagihan.

"Hanya miskomunikasi saja soal jumlah tagihan. Adik-adik HMI minta pihak rumah makan menghitung dengan benar. Namun itu sudah diselesaikan dengan baik," kata Marliyus saat dikonfirmasi awak media, Senin (23/11/2015).

Meski demikian, Marliyus mengaku membayarkan tagihan makanan dari warung itu.

"Dan setelah dihitung maka sudah kita selesaikan," tambah Marliyus.

Dalam agenda penentuan Ketua Umum baru dengan masa kepemimpinan 2016-2018, ada 23 kandidat yang bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum Pengurus Besar HMI dan 10 kandidat Ketua Umum Korps HMI Wati (Kohati) PB HMI.

Berikut nama-namanya:

Kandidat Ketua Umum PB HMI:

1. Harry Rizky.

2. Ahmad Tantawi.

3. Aristianto Zamzami.

4. M. Chairul Basyar.

5. Azhar Kahfi.

6. Mulyadi.

7. Ari Tinendung.

8. Mashur.

9. Arista Junaidi.

10. Tegar Putuhena.

11. Nurhaidan.

12. Faisal Muchlis.

13. Pahmudin.

14. Ricky Valentino.

15. Faturrahman.

16. Rizal Maulana.

17. Agustoro.

18. Herianto Minda.

19. Arman Saputra.

20. Herri Mauliza Ori.

21. Endah Cahya.

22. Ridwan Dalimunte.

23. Bambang Pria Kusuma.

Kandidat Ketua Umum Kohati PB HMI :

1. Andi Nur Qalbi Salim : Gowa Raya.

2. Damrah Bimasal : Bima.

3. Isyana Conoras : Manado.

4. Naila Fitria : Ciputat.

5. Noerhayati : Pamekasan.

6. Yenni Patresia : Makassar.

7. Rusyanti Rustam M : Bandar Lampung.

8. Maria Fifi Yanti : Meulaboh.

9. St Amanah Amahoru : Ternate.

10. Vidya Vici Fitri : Kota Bandung. (mer/jos)

See Also

Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.999.372 Since: 05.03.13 | 0.1693 sec