Redaksi

Membangun Semangat Just Do It

Author : Dr Imam Budidarmawan Prasodjo SIP MA PhD | Tuesday, 17 Nopember 2015 | View : 566

SBN.

Ini bermula saat saya melewati sebuah SD yang letaknya persis di pintu masuk perkampungan Baduy, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Hari itu Sabtu (14/11/2015) pukul 9.00 WIB pagi. Sebenarnya, saya sedang berada di lokasi ini karena saya tengah mendampingi 30 mahasiswa Program Magister Pembangunan Sosial, FISIPUI, yang turun lapang melakukan "problem based learning." Mereka saya tugaskan memahami kehidupan warga Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Jadi sebenarnya saya tak ada urusannya dengan SD ini.

Namun saat melawati SD ini yang kemudian saya tahu bernama Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bojongmenteng Leuwidamar, Kp Ciboleger, saya tertarik memperhatikan keceriaan anak-anak yang tengah berlari-lari dengan asyiknya di halaman sekolah. Sebagian anak lain dengan gembira berteriak-teriak bermain bola voli. Halaman sekolah yang sempit itu terlihat penuh sesak anak-anak. Ini mengingatkan saya saat dulu masih kecil.

Saat saya menonton anak-anak bermain dari luar pagar sekolah, tiba-tiba "bruuggg" seorang anak terjatuh saat berlari. Saya segera masuk ke halaman sekolah berusaha menolong. Tapi belum juga saya dekat, anak itu berlari lagi seperti tak merasakan rasa sakit apa pun.

Kemudian, perhatian saya beralih pada halaman sekolah. Pantas saja anak-anak mudah terjatuh karena halaman sekolah ternyata tak rata, terbuat dari conblock yang rusak. Wah ini bisa berbahaya bagi anak anak. Entah mengapa saat itu saya tergerak masuk ke kantor guru.

"Assalamu alaukum!" Saya pun menyapa seorang guru perempuan yang ada di ruang itu.

"Bu Guru. Perkenalkan saya Imam Prasodjo. Bolehkan saya membantu meratakan halaman sekolah?"

Belum sempat Bu Guru menjawab, seorang guru muda, yang kemudian saya tahu bernama Andri, menyela. "Oh..tentu saja Pak".

"Tapi mana Pak Kepala Sekolah? Mungkin kita perlu minta izin." Saya melihat sekeliling sekolah.

Sementara saya berbicara dengan Pak Andri, Bu Guru (entah siapa namanya) yang wajahnya masih penuh tanda tanya, kemudian bergerak memanggil penjaga sekolah. Dalam hitungan menit, kami berkumpul dan segera bicara untuk merancang memperbaiki lapangan bola voli yang menjadi halaman sekolah. Setelah ada kesepakatan, saya pun segera mencari toko material dengan ditemani penjaga sekolah untuk membeli semen, ember, meteran dan beragam alat sederhana yang dibutuhkan tukang batu. Dua orang guru dan seorang penjaga sekolah mulai bergerak.

Sang penjaga sekolah ternyata sangat sigap. Entah dari mana ia peroleh, sebuah cangkul dan alat pengaduk semen sudah ada di tangannya. Ia pun memanggil anak-anak Kelas 5 dan 6 untuk membantu mengangkut pasir dari halaman belakang sekolah. Rupanya persis di belakang sekolah ada sungai kecil yang pasirnya dapat diambil. Saya mencoba memimpin menyanyikan lagu "Di sini senang, di sana senang..." saat anak-anak bergotongroyong mengambil pasir. Tanpa terasa proses pembangunan lapangan bola voli Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bojongmenteng Leuwidamar, Kp Ciboleger dimulai.

Keesokan harinya, Minggu (15/11/2015), beberapa orangtua murid dan kepala sekolah telah berkumpul di halaman sekolah. Anak-anak SD yang kemarin ikut bergotongroyong juga datang walau pun hari itu hari libur. Akhirnya sepanjang hari Minggu ini, kami bergotongroyong. Bu Guru juga datang menyiapkan nasi liwet dengan lauk ikan asin untuk makan siang. Semua berjalan begitu singkat.

Akhirnya, pada sore hari, saya menyaksikan sebuah lapangan bola voli telah rata terbangun (lihat foto). Saya membayangkan besok Senin (16/11/2015), anak-anak akan berlari lari lagi. Semoga tak ada yang terjatuh. Bergembiralah anak-anak karena kalian berhak untuk melewati masa anak-anak dengan gembira.

Hari itu, saya kembali belajar bahwa semangat "just do it" ternyata telah menghasilkan perubahan, walau pun perubahan kecil sekalipun. (ibp)

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.888.384 Since: 05.03.13 | 0.1191 sec