Ekonomi

Kementerian ESDM Serahkan Rekaman Percakapan Permintaan Saham Freeport

Friday, 20 Nopember 2015 | View : 655

JAKARTA-SBN.

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketua Tim Penelaahan Smelter Nasional, Dr. Ir. H. Muhammad Said Didu dan Kepala Biro Hukum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), H. Hurfon Asrofi menyerahkan rekaman yang berisi percakapan yang diduga dilakukan oleh anggota DPR RI untuk meminta saham kepada PT. Freeport Indonesia kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Rabu (18/11/2015).

Penyerahan itu dilakukan pukul 17.30 WIB di ruang kerja Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, yang diterima oleh Wakil Ketua MKD, Junimart Girsang dan Hardisoesilo.

Rekaman pembicaraan yang diserahkan kepada MKD DPR RI dalam keadaan tertutup dalam amplop warna coklat dan putih. Amplop pertama yang berukuran besar berwarna coklat, amplop kedua juga berwarna coklat dan panjang sedangkan amplop ketiga berukuran kecil dan berwarna putih.

Setelah menerima amplop yang berisikan rekaman pembicaraan, Junimart Girsang bersama Hardisoesilo membuka amplop tersebut disaksikan oleh Said Didu dan Hufron Asrofi.

“Ini kita buka sama-sama ya. Ini dalam keadaan tertutup,” kata Junimart Girsang, di ruang MKD DPR RI, Gedung DPR RI, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Bukti rekaman percakapan itu berisikan dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam renegosiasi kontrak Freeport, dalam bentuk flashdisk.

Selanjutnya, flash disk yang berisi percakapan itu diserahkan kepada anggota Sekretariat MKD DPR RI.

Mantan Tim Ahli Kepala BPPT, Said Didu menjelaskan penyerahan bukti rekaman itu tidak ada maksud untuk menarget orang per orang namun ingin membuktikan bahwa banyak orang yang suka menjanjikan bisa membantu proyek-proyek tertentu.

Menurutnya, pihaknya memberikan bukti rekaman itu kepada MKD karena menyangkut persoalan etik anggota DPR RI.

"Kita buatkan berita acara serah terima, dengan dugaan pelanggaran kode etik," terang Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara Said Didu menyatakan, dirinya ditugaskan untuk menyerahkan rekaman pembicaraan sebagai mana yang dijanjikan.

"Saya ditugaskan oleh Menteri ESDM untuk menyerahkan rekaman dari orang yang kami anggap secara logis adalah sumber rekaman asli," jelas mantan anggota MPR RI pada 1998 hingga 1999, Said Didu.

Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Said Didu mengatakan merekam percakapan atau penyadapan yang dilakukan bertujuan untuk melindungi diri diperbolehkan.

"Orang melindungi diri boleh dong dengan merekam," ungkap pria yang lahir di Pinrang, Sulawesi Selatan 52 tahun lalu ini usai keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Pria yang berpakaian batik biru itu mengatakan seharusnya orang yang melaporkan rekaman itu tidak dianggap bersalah karena hanya melindungi diri.

"Anda mau dibunuh (merekam dugaan ancaman) masa gara-gara melaporkan rekam anda yang salah," ujar mantan Tim Ahli Menristek/Kepala BPPT pada 2004.

Mantan Direktur Teknologi Agroindustri di BPPT pada medio 1998 ini mengatakan apalagi jika penyadapan dilakukan karena ada indikasi seseorang mau menghancurkan negara.

"Masa saya masuk penjara gara-gara karena merekam," tutur mantan pegawai di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 1988.

Terkait kunjungannya ke KPK, mantan Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di 2005 itu, Said Didu enggan berkomentar banyak mengenai tujuan kedatangannya itu.

Komisaris PT. Bukit Asam Tbk. (PTBA) tersebut mengatakan tidak menyerahkan data apapun ke lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Oh saya cuma mau mampir," pungkas Komisaris Utama PTPN IV sejak 2008, Said Didu. (ant/jos)

See Also

Bursa Asia Ditutup Menguat
Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.183.003 Since: 05.03.13 | 0.2108 sec