Agama & Masyarakat

Teroris Singapura Berniat Jadi WNI Segera Setelah Bebas Dari Hukuman

Wednesday, 18 Nopember 2015 | View : 1474

SINGAPURA-SBN.

Mohammad Hassan Saynudin (42 tahun), seorang teroris asal Singapura yang saat ini ditahan di Indonesia berencana mengajukan permohonan kewarganegaraan Indonesia menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah selesai menjalani hukuman kurungnya.

The Straits Times melaporkan, Rabu (18/11/2015), Mohammad Hassan Saynudin atau juga dikenal dengan Fajar Taslim melalui pengacaranya, Achmad Michdan mengatakan berencana untuk tinggal di Indonesia setelah hukuman penjaranya berakhir pada tahun 2027.

Karena Indonesia tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda, maka dia pun akan melepaskan kewarganegaraan Singapura.

Advokatnya, Achmad Michdan mengatakan kepada The Straits Times, Rabu (18/11/2015), "Dikarenakan Indonesia tidak menerima dua kewarganegaraan, Mohammad Hassan Saynudin harus meninggalkan kewarganegaraan Singapura sebelum mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Kami akan mencari informasi dari Kedutaan Besar Singapura di sini bagaimana prosedur untuk menyerahkan dan mengembalikan kewarganegaraannya".

Mohammad Hassan Syanudin merupakan salah satu anak buah Mas Selamat Kastari, salah satu tokoh utama kelompok militan Jemaah Islamiyah. Teroris dari Singapura ini diketahui membunuh seorang guru beragama Kristen dan juga mempersiapkan rencana mengebom sebuah kafe yang populer di Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kafe ini sering dikunjungi oleh orang Barat.

Rekan teroris Indonesia ini, Mas Selamat Kastari, Mohammad Hassan Saynudin tengah menjalani tahanan penjara selama 18 tahun untuk tindakan membunuh seorang guru Kristen dan berencana melancarkan serangan teror bom terhadap orang Barat.

Dia dijatuhi hukuman penjara tahun 2009 silam setelah terbukti terlibat dalam kegiatan terorisme.

Mohammad Hassan Saynudin diciduk di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama 9 rekannya yang lain di sebuah rumah yang dipenuhi bahan peledak.

Teroris asal Negeri Singa ini tidak mengajukan banding atas hukumannya dengan alasan tidak mengakui sistem hukum Indonesia. Dia juga tidak menunjukan penyesalan atas perbuatannya.

Jika kembali ke Singapura, teroris berumur 42 ini hampir dipastikan akan langsung ditahan oleh pemerintah Singapura dengan menggunakan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri/the Internal Security Act. UU ini mengizinkan penahanan seseorang yang dianggap membahayakan tanpa menjalani proses persidangan. (thestraitstimes)

See Also

Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.009.851 Since: 05.03.13 | 14.993 sec