Agama & Masyarakat

Ribuan Rumah Terendam Banjir Di Aceh Singkil

Sunday, 08 Nopember 2015 | View : 1227

ACEH SINGKIL-SBN.

Banjir yang menerjang Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh makin parah, Jumat (6/11/2015). Genangan air sudah mulai merendam badan Jalan Singkil-Singkil Utara, di depan perumahan Rekompak. Banjir mulai merendam badan Jalan Singkil-Singkil Utara, di depan Perumahan Rekompak, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Jumat (6/11/2015).

Banjir akibat luapan air sungai kembali merendam ratusan rumah warga di Desa Rantau Gedang, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Jumat (6/11/2015).

Banjir yang melanda Aceh Singkil, Provinsi Aceh semakin meluas. Wilayah yang terendam banjir pun bertambah luas. Jika Kamis (5/11/2015) kemarin hanya empat desa yang terendam, hari ini bertambah banyak. Desa terbaru yang terendam banjir yaitu Pemuka, Takal Pasir, dan Sitiambia. Sebelumnya, banjir hanya menggenang Ujung Bawang, Peabumbung, Rantau Gedang dan Teluk Rumbia.

Ketinggian air pun bertambah, kali ini di titik terdalam sekitar 2 meter. Ketinggian air bervariasi, dari setengah hingga 1 meter.

Selain merendam jalanan, banjir juga merendam ratusan rumah di sana. Akibat banjir, akses darat dari Desa Rantau Gedang menuju pusat kota putus total. Banjir menyebabkan jalanan desa tak bisa dilintasi. Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif dengan melewati alur sungai untuk bisa masuk dan keluar desa. Untuk mencapai pusat kota, akses satu-satunya yang bisa dilalui warga hanya melalui aliran sungai yang sedang meluap. Untuk beraktivitas, warga terpaksa menggunakan perahu kecil yang biasa dipakai nelayan sungai untuk menjaring ikan. Mereka menggunakan perahu kecil. Beberapa warga bahkan mengevakuasi kendaraan roda dua mereka dengan menggunakan perahu, karena sebelumnya terjebak banjir dan tak bisa masuk ke desa. Hal tersebut tentu mengancam keselamatan warga.

Aktivitas warga mulai terganggu, salah satunya bengkel sepeda motor di Desa Ujung Bawang, tutup lantaran terendam banjir.

Sebelumnya, hujan deras yang terus menerus dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sungai-sungai di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh meluap dan menggenangi ribuan rumah sejak Sabtu (1/11/2015), sekitar pukul 19.00 WIB. Beberapa Kecamatan di Kabupaten itu tergenang banjir. Kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Mangging, Tangan-tangan, Lembah Sabil dan Babaros.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, 115 KK mengungsi sebagai dampak banjir. Data sementara BPBD menyebutkan bahwa kerugian materiil antara lain Kecamatan Mangging 3.000 unit rumah terendam, Tangan-tangan 1.000 unit, dan Lembah Sabil 2.000 unit, Kerugian materiil di Kecamatan Babaros masih dalam pendataan.

Menurut pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hujan deras memicu sungai Mangging, Tangan-tangan, dan sekitarnya meluap dan menyebabkan ketinggian muka air sekitar 50-100 cm. Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Search And Rescue (SAR), dan Pemadam Kebakaran (Damkar) telah melakukan upaya penanganan darurat. Saat ini BPBD Aceh Barat Daya memusatkan kegiatan evakuasi di Kecamatan Babaros. Pendataan masih berlangsung.

Dalam upaya penanganan darurat, tim di lapangan menghadapi kendala kekurangan personil dan peralatan. Terbatasnya perahu karet menyebabkan evakuasi terhambat. Kondisi hujan juga masih turun dan gelap karena malam hari menyebabkan kendala petugas.

Sementara itu, penanganan darurat banjir di enam Kabupaten yang dilanda banjir terus dilakukan. Sejumlah daerah yakni Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Simuelue serta Aceh tengah diterjang banjir bandang menyusul hujan deras dan angin kencang melanda provinsi berpenduduk sekitar 4,7 juta jiwa dalam sepekan terakhir.

Tim BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, SAR, PMI, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi. Upaya evakuasi warga dari sejumlah desa yang terkepung banjir terus dilakukan dilakukan tim SAR bersama TNI dan Polri serta tim relawan lainnya.

Posko dan dapur umum telah didirikan. Peralatan berat dikerahkan untuk membersihkan material longsoran, kayu dan batu yang menutup beberapa ruas jalan. Beberapa lokasi masih belum dapat dijangkau karena jalan longsor dan terendam banjir. Hujan masih terus turun sehingga menghambat evakuasi.

Dua desa di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh terendam banjir yang mengakibatkan dua desa itu terisolir. Keduanya adalah Desa Rantau Gedang dan Desa Teluk Rumbia di Kecamatan Singkil.

Papuk, salah seorang warga, mengaku belum menerima bantuan apa pun dari Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Singkil. Warga berharap Pemerintah dapat segera menyalurkan bantuan seperti pakaian, makanan, dan air bersih. Sebab, warga mulai kehabisan bahan makanan.

Salah seorang warga, Saharin, menyebutkan, hingga kini bantuan dari Pemda Aceh Singkil belum datang. Padahal warga mulai kesulitan mencari nafkah. “Bantuan belum ada,” aku Sahrin, Jumat (30/10/2015).

Banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh dilaporkan semakin parah disebabkan bersamaan pasang air laut perairan Samudera Indonesia.

Banjir ini adalah banjir kiriman dari Kota Subulussalam yang pada tiga hari lalu diterjang banjir akibat luapan Sungai Lae Souraya.

Hampir seluruh wilayah kecamatan di kawasan daerah aliran sungai besar, terendam banjir.

Kawasan terparah terkena banjir tahunan ini adalah Kecamatan Singkil, di mana 16 desanya hampir seluruhnya berada di kawasan pesisir dan daerah aliran sungai.

Sedangkan, kampung yang terparah terkena banjir adalah Kampung Ujung Bawang yang berada di pinggir ruas jalan provinsi, sekitar 6 km sebelum Kantor Bupati Aceh Singkil dan tetangganya Kampung Peya Bumbung.

Di dua kampung ini tidak ada satu rumah pun yang luput dari rendaman banjir yang kedalamannya mencapai dua meter lebih, sehingga rumah panggung warga terendam hingga lutut orang dewasa.

Di ruas jalan provinsi di Ujung Bawang terjadi antrian panjang mobil berbadan kecil, karena tidak bisa melewati genangan banjir hampir mencapai 1,5 meter lebih. Ruas jalan yang terendam mencapai panjang 100 meter, itu hanya bisa dilalui kendaraan besar.

Genangan banjir juga semakin tinggi di Kampung Teluk Rumbia, Ranto Gedang dan Simboling yang memang berada di kawasan DAS Singkil. Begitu juga Kampung Pasar Singkil, Kampung Ujung, Siti Ambia, Sukamakmur, dan beberapa desa lainnya.

Hingga kini, curah hujan di Aceh Singkil masih tinggi, sehingga kemungkinan ketinggian air terus naik.

Sementara itu, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh dilanda banjir akibat guyuran hujan yang cukup lebat sejak Selasa (27/10/2015) dini hari. Air yang menggenangi rumah warga mencapai ketinggian pinggang orang dewasa.

"Diperkirakan lebih dari seribu rumah yang tergenang air di beberapa kecamatan di Aceh Selatan. Banjir terjadi akibat hujan lebat pada dini hari tadi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan Erwiandi di Tapaktuan.

Beberapa rumah yang terendam banjir diantaranya di Kecamatan Tapaktuan, Kecamatan Samadua, Kecamatan Sawang, Kecamatan Trumon Tengah, dan Kecamatan Trumon Timur. Tim penanggulangan bencana sudah membantu warga menanggulangi dampak resiko bencana.

Tim juga masih mendata warga terkena dampak bencana. "Tim sudah diturunkan ke lapangan. Termasuk mengerahkan kendaraan dapur lapangan. Sedangkan penanganan masa panik dibantu dinas terkait," terang Erwiandi.

Untuk Kecamatan Tapaktuan, Samadua, dan Sawang, banjir sudah menyusut. "Banjir di beberapa kecamatan itu terjadi akibat sempitnya saluran pembuangan. Kondisi ini diperparah perilaku masyarakat membuang sampah di saluran," ungkapnya.

Sedangkan di Kecamatan Trumon Timur, kata dia, banjir sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir akibat meluapnya Sungai Singkil. "Di daerah itu memang sering terjadi genangan air. Jika air meluap di hulu Aceh Tenggara, sehari kemudian banjir melanda sejumlah tempat di Kecamatan Trumon Timur," pungkas Erwiandi.

Info lanjut silakan hubungi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, Empi Sabril di nomor HP 085361579916, demikian keterangan disebutkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. (bnpb/jos)

See Also

Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.444.384 Since: 05.03.13 | 0.1711 sec