Nasional

Kronologi Operasi Pengejaran Pesawat Penyusup Asing Di Langit Tarakan

Tuesday, 10 Nopember 2015 | View : 1080
Tags : Sukhoi, Tarakan

BALIKPAPAN-SBN.

Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirim dua pesawat Sukhoi untuk mencegat atau intersepsi pesawat asing yang melanggar wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (9/11/2015) siang. Dua pesawat Sukhoi dari Skuadron 11 Pangkalan Angkatan Udara Hasanuddin di Sulawesi Selatan paksa mendarat sebuah pesawat jenis piper SR-70 (pesawat ringan) Cessna di Bandar Udara Juwata Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (9/11/2015). TNI AU menggelar operasi pendaratan paksa pesawat kecil Cessna bernomor lambung N96706 di Bandara Juwata, Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (9/11/2015) sekitar pukul 14.31 WITA.

Pesawat mesin tunggal dengan nomor lambung N 96706 masuk wilayah Indonesia tanpa izin. Pesawat kecil Cessna bernomor lambung N96706 yang diturunkan paksa oleh TNI AU di Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (9/11/2015) ini, dikemudikan oleh pilot Letkol James Patrick Murphy yang diketahui sebagai penerbang dari Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).

"Radar 225 di Tarakan Mabes TNI menangkap sinyal pesawat lewat tanpa identitas (kode), maka dianggap pelanggaran wilayah udara suatu negara. Tak lama, langsung dilakukan pengejaran," ungkap Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman Kolonel Inf Andi Gunawan.

“Peristiwa terjadi jam 14.28 WITA. Ada pesawat asing tertangkap radar melintas wilayah Indonesia di Tarakan tanpa izin,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto kepada awak media.

Peristiwa itu, sambung Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto, bukan pertama kali terjadi. TNI pun segera menjalankan prosedur tetap yang telah ada. Dua Sukhoi diterbangkan dari pangkalan udara terdekat di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengejar pesawat asing jenis propeller first engine Cessna itu.

“Kami paksa pesawat itu mendarat di Tarakan. Sekarang sedang dalam penyelidikan kenapa dia lewat situ,” lanjut Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto.

Menurutnya, bukan sekali ini saja pelanggaran udara terjadi di langit Tarakan. TNI AU, imbuh Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto, tak bakal menolerir pelanggaran wilayah apapun di langit Indonesia.

Pesawat itu tertangkap radar Indonesia saat melintas perbatasan Ambalat di Kaltara. Informasi itu diteruskan ke Kohanudnas dan berlanjut ke TNI AU. Mereka segera mengerahkan dua Sukhoi dengan senjata lengkap untuk mengejar Cessna. Dua pilot Sukhoi, Mayor Pnb Anton Palagguna dan Mayor Pnb Baskoro, mengejar Cessna dan memaksa pesawat mendarat di Juwata sekitar pukul 14.30 waktu setempat.

Kolonel Inf. Andi Gunawan menyebutkan, operasi dilakukan oleh dua pesawat Sukhoi TNI AU dari Kohanudnas Skuadron Makassar dengan Pilot Mayor Pnb Anton Pallaguna dan Mayor Pnb Baskoro.

"Pesawat asing tersebut masuk wilayah kedaulatan NKRI, dan operasi turun paksa pesawat dilaksanakan oleh dua pesawat Sukhoi TNI AU dari Kohanudnas Skuadron Makassar dengan Pilot Mayor Pnb Anton Pallaguna dan Mayor Pnb Baskoro," kata Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Kolonel Inf Andi Gunawan, di Balikpapan.

Sang pilot yang seorang perwira menengah yang tengah cuti dari tentara US Navy, James Patrick Murphy, menunjukkan kepatuhan ketika dipaksa mendarat.

"Pilot pesawat sipil ini menuruti pilot Sukhoi dan turun di Juwata," imbuh Kolonel Inf. Andi Gunawan.

Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Kolonel Inf Andi Gunawan mengatakan, sang pilot yang merupakan anggota dari Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy Reserve) itu sedang cuti.

Pesawat asing yang diawaki satu orang tersebut sebelumnya melintas di wilayah perbatasan udara Indonesia-Malaysia-Filipina, dan terpantau pada radar TNI-AU. Cessna yang dipiloti James Patrick Murphy terbang dari Hawaii ke Filipina, dan berencana untuk menuju ke Singapura, tetapi melanggar batas wilayah udara Indonesia sehingga tertangkap oleh radar.

Sesaat setelah turun dari pesawat, James Patrick Murphy segera menjalani pemeriksaan TNI AU.

"Kami langsung menahan, menginterogasi, dan investigasi secara tertutup pilot pesawat asing ini," katanya.

James Patrick Murphy sementara ditahan di Makolanud Tarakan. Sebagaimana aturan main penerbangan, pesawat sipil yang masuk ke wilayah Indonesia mesti memiliki izin Flight Clearance (FC) dari Mabes TNI AU, Pemberian Persetujuan Terbang atau Flight Approval (FA) atau MOT dari Kementerian Perhubungan, hingga kunjungan warga asing atau Ministry of Foreign Affairs (MFA) ke luar negeri.

Pemeriksaan seputar izin masih terus berlangsung. Belum diketahui sebenarnya mengenai  tujuan James Patrick Murphy melintas.

"Tinggal menunggu hasil penyelidikan dari pihak pangkalan TNI AU di Tarakan. Info terakhir, kegiatan penyelidikan dari pihak Pangkalan TNI AU Tarakan sudah selesai dilaksanakan dan tinggal tunggu hasil koordinasi tentang keputusan dari Kementerian Luar Negeri RI, apakah izin terbang yang bersangkutan tersebut diubah atau tidak," jelas Kolonel Inf. Andi Gunawan.

Pesawat asing yang diawaki satu orang tersebut sebelumnya melintas di wilayah perbatasan udara Indonesia-Malaysia-Filipina, dan terpantau pada radar TNI-AU.

Pilot pesawat asing Cessna N 96706 Letnan Kolonel Angkatan Laut Amerika (US Navy) James Patrik Murphy digiring petugas TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk pemeriksaan di Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (9/11/2015).

"Selanjutnya, pilot pesawat asing tersebut masih berada di ruang BO AirNav Bandara Juwata, Tarakan, untuk diinterogasi secara tertutup oleh pihak Pangkalan TNI AU Tarakan," kata Kolonel Inf. Andi Gunawan.

Dia menambahkan, saat ini, di Tarakan tidak ada pesawat tempur yang standby. Yang ada hanya Satuan Radar 225 TNI.

"Namun jika operasi pantau udara lewat radar kita tersebut menangkap sinyal pesawat lewat tanpa kode atau identitas, maka itu dianggap sebagai pelanggaran wilayah udara suatu negara," papar Kolonel Inf. Andi Gunawan.

Obyek terbang tanpa identifikasi tersebut oleh Satuan Radar 225 Tarakan langsung dilaporkan ke Markas Kosek Hanudnas di Makassar.

"Selanjutnya, pesawat dari Makassar langsung melakukan pengejaran pesawat dari skuadron tempur dari Makassar, dan yang ditangkap adalah pesawat sipil," pungkas Kolonel Inf. Andi Gunawan. (cnn/tri/jos)

See Also

Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Kalau Tidak Ada TMMD, Belum Tentu Ada Program Bedah RTLH
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.443.644 Since: 05.03.13 | 0.179 sec