Hukum

Tiga Jurnalis Lumajang Diteror Diancam Dibunuh

Sunday, 08 Nopember 2015 | View : 950

LUMAJANG-SBN.

Teror pembunuhan dari pesan singkat menimpa tiga awak media di Lumajang, Jawa Timur. Diduga, teror pesan singkat tersebut buntut dari peliputan tambang ilegal di Lumajang beberapa waktu lalu.

Ketiga awak media yakni wartawan dari TV-One, Kompas TV dan JTV.

Tiga wartawan televisi itu adalah Wawan Sugiharto (TV-One), Ahmad Arif Ulinnuha (JTV), dan Abdurrohman (Kompas TV).

Abdurrohman mengaku tidak mengetahui siapa yang mengirim SMS tersebut. Sebab, nomor pengirim tidak tersimpan dalam daftar kontak.

"Ndak tahu, nomornya nggak tersimpan. SMS ini saya terima Kamis malam," kata Abdurrohman, Sabtu (7/11/2015).

Abdurrohman dan dua rekannya sudah melaporkan ancaman tersebut ke pihak kepolisian Polda Jatim. Pria asal Probolinggo ini mengaku memang dalam beberapa minggu terakhir banyak memberitakan terkait kasus tambang pasir di Desa Selok Awar-Awar. Kasus ini, cukup menarik perhatian publik karena telah menelan korban jiwa.

Tiga wartawan diteror melalui SMS gara-gara kerap memberitakan kasus tambang pasir ilegal di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun, ketiga wartawan tersebut adalah jurnalis televisi. Mereka menerima teror pada Kamis (5/11/2015) malam. Teror berupa SMS itu bernada ancaman. Intinya, dilarang memblow up kasus tambang pasir ilegal yang menjadi penyebab pengeroyokan terhadap Salim Kancil dan Tosan.

"Kami memang sering memberitakan kasus itu, ternyata buntutnya seperti ini. Kami minta perlindungan kepada aparat kepolisian."

Mereka merasa terancam dengan pesan singkat yang diterimanya. Pesan singkat itu berisi pesan akan membunuh para wartawan tersebut.

Ketiga wartawan tersebut langsung melaporkannya ke Polda Jawa Timur. Ketiga wartawan itu langsung menceritakan masalah dan pesan singkat tersebut kepada penyidik. Tiga wartawan Lumajang yang menjadi korban teror SMS dari orang tak dikenal, Sabtu (7/11/2015) malam, diperiksa tim penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.

"Kami bertiga menerima teror SMS secara berurutan pada Kamis (5/11/2015) mulai 02.54 WIB hingga 02.56 WIB," kata wartawan TV-One, Wawan Sugiharto, yang diperiksa penyidik pada pukul 15.00-18.00 WIB.

Didampingi dua rekannya yakni Abdurrohman (Kompas TV) dan Ahmad Arif Ulinnuha (JTV) yang menunggu proses pemeriksaan, ia menjelaskan isi SMS teror dan nomer telepon peneror sama.

Pesan singkat itu diduga dikirim untuk membungkam kebenaran melalui media massa.

Isi SMS teror, "Anda itu jangan jadi sok alim, wan. Kalau Anda di lain hari tetap memberitakan pasir, Anda aku bondet rumah atau Anda wan waktu jalan kemana pun. Aku sekarang dekat dari rumahmu, jok. Kenapa mas Agus Yuda juga diberitakan. Apalagi sampai dipanggil KPK, Anda akan aku bondet rumahmu, wan. Wassalam. Team Sak Masek Mutiara Halem. Aku Sahril Klakah".

Selanjunya, "Coba laporkan aku ke Polres, sebelum melangkah, Anda sudah tewas. Bagi wartawan yang memberitakan tentang kasus Lumajang jangan enak-enak, entar lagi pasti ada yang kena mercon bantingan. Wassalam. Semua Team 32 Lumajang".

Dalam pemeriksaan, Wawan Sugiharto yang akrab disapa Iwan itu mengaku dirinya ditanya penyidik hingga 30 pertanyaan terkait kronologis teror dan kemungkinan motif peneror.

"SMS teror yang kami terima pada Kamis (5/11/2015) itu kami laporkan ke Polda Jatim pada Jumat (6/11/2015), lalu kami bertiga dipanggil pada Sabtu (7/11/2015) pagi untuk menjalani pemeriksaan, tapi pemeriksaan pertama untuk saya dimulai pukul 15.00 WIB, sedangkan teman lain masih belum," katanya.

Tentang motif atau tujuan peneror, ia menduga hal itu terkait dengan pemberitaan yang selama ini disoroti ketiga jurnalis televisi itu setelah tewasnya aktivis antitambang Lumajang, Salim Kancil, 26 September 2015.

"Tapi, peliputan kami di lapangan sejak 26 September hingga 4 November tidak ada masalah. Peliputan yang kami lakukan pada 3-4 November terkait penambangan di Sungai Mujur, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Lumajang, yang masih operasional di tengah moratorium," katanya.

Bahkan, peliputan pada 4 November menyoroti razia yang dilakukan Polsek setempat terkait penambangan di Sungai Mujur, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Lumajang, yang menyita empat kendaraan penambang.

"Tapi, Kamis (5/11/2015) dinihari itulah, kami bertiga menerima SMS teror secara berantai dengan isi dan dari nomer telepon yang sama, sedangkan teman lain tidak ada, karena itu kami menduga teror itu ada kaitan dengan peliputan kami pada 3-4 Novemver itu," katanya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono menegaskan bahwa Polda Jatim telah menerima laporan teror itu dan langsung melakukan pemeriksaan.

"Kami juga melakukan pengamanan keluarga pelapor dari berbagai kemungkinan ancaman seperti dalam isi SMS itu, tapi kami belum menangkap pelaku teror itu," katanya.

Informasi yang diterima awak media dari sumber lain menyebutkan penyidik Polda Jatim sudah mengidentifikasi peneror berinisial HL dan langsung meminta bantuan Polres Lumajang untuk meringkus pelaku teror pada Sabtu (7/11/2015) ini juga.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.320 Since: 05.03.13 | 0.1251 sec