Internasional

Mesir Kritik Keputusan Inggris Hentikan Penerbangan Ke Sharm El-Sheikh

Sunday, 08 Nopember 2015 | View : 560

KAIRO-SBN.

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa seluruh penerbangan menuju Inggris dari kawasan resor Sharm el-Sheikh, Mesir, diperintahkan ditunda, hari Rabu (4/11/2015). 

Kebijakan ini dibuat di tengah kekhawatiran bahwa pesawat Rusia yang jatuh pekan lalu disebabkan oleh "bahan peledak".

Kantor Perdana Menteri Inggris, Downing Street, menjelaskan seluruh penerbangan dari destinasi wisata di Mesir itu dengan tujuan Inggris terkena dampak penundaan.

Namun penerbangan dari Inggris menuju ke sana beroperasi normal.

Langkah tersebut ditempuh untuk memungkinkan pihak keamanan Inggris mengkaji pertimbangan keamanan.

"Kami ingin menekankan bahwa ini adalah langkah jaga-jaga dan kami bekerja dengan berbagai maskapai penerbangan terkait pendekatan ini," kata seorang juru bicara Downing Street.

Tim ahli penerbangan sekarang bertolak ke Mesir untuk meninjau pengaturan keamanan di bandar udara Mesir. Mereka diperkirakan akan merampungkan penyelidikan malam ini juga.

Diperkirakan terdapat 2.000 turis Inggris yang saat ini berada di Sharm el-Sheikh.

Pesawat Airbus 321 milik perusahaan Rusia, Metrojet, jatuh di Sinai pada Sabtu (31/10/2015) lalu, menewaskan seluruh penumpang dan awaknya yang berjumlah 224 orang.

Sebagian besar adalah turis Rusia yang hendak pulang dari Sharm el-Sheikh menuju St Petersburg.

Puing-puing pesawat dan kotak hitam masih diselidiki pihak berwenang untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS kembali meneguhkan klaimnya bahwa kelompok itu menjatuhkan pesawat Rusia.

Namun Mesir menepis pengakuan tersebut dengan menyebutnya sebagai "propaganda".

Kementerian Luar Negeri Mesir mengkritik keputusan Inggris untuk menghentikan seluruh penerbangan ke resor wisata Sharm El-Sheikh.

Juru bicara Kemenlu Mesir seperti dilaporkan The Guardian, Kamis (5/11/2015) mengatakan, Inggris mengambil keputusan sepihak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Mesir. Hal ini sangat mengecewakan mengingat kedua negara terus rutin berkomunikasi hingga 2 jam sebelum Inggris mengumumkan kebijakan ini.

Jubir ini juga menambahkan bahwa Mesir telah mengambil tindakan untuk memperketat keamanan bandara Sharm El-Sheikh setelah pihak Inggris menyuarakan kecemasannya terhadap standar keamanan bandara tersebut.

Maskapai penerbangan Inggris seperti British Airways, Thompson, Thomas Cook, dan EasyJet menghentikan seluruh penerbangan ke resor wisata di Laut Merah itu sampai tanggal 12 November sesuai dengan instruksi dari Kemenlu Inggris. Akibatnya, sejauh ini sekitar 20.000 turis Inggris "terdampar" di Sharm El-Sheikh.

Mesir membantah kabar yang menyatakan bahwa otoritas bandara Sharm El-Sheikh menghalangi upaya evakuasi warga Inggris yang saat ini berada di kawasan wisata itu.

Menteri Penerbangan Sipil, Hossam Kamal mengatakan, berita itu tidak benar. Menurut dia, bandara harus membatasi jumlah pesawat evakuasi, karena kapasitas yang terbatas.

"Maskapai Inggris menjadwalkan 18 penerbangan pada waktu yang bersamaan, ini tidaklah mungkin untuk kapasitas bandara ini. Kami akhirnya mengizinkan 8 penerbangan terlebih dahulu, ditambah satu pesawat yang akan membawa seluruh bagasi penumpang,” kata Menteri Hossam Kamal, Jumat (6/11/2015).

Seluruh penumpang akan pulang ke Inggris dengan tidak membawa bagasi besar ke pesawat untuk alasan keamanan. Penumpang hanya diizinkan membawa barang bawaan tangan seberat maksimum 5 kilogram.

Duta Besar Inggris untuk Mesir, John Casson, mengamini pernyataan Menteri Hossam Kamal.

"Pesawat akan terus berdatangan untuk evakuasi. Ada tantangan logistik yang cukup besar untuk keluar masuk pesawat di bandara yang ramai ini. Kami sedang mencoba mengatasi isu ini,” tutur Dubes Inggris untuk Mesir, John Casson.

Sebelumnya, maskapai penerbangan EasyJet merilis pengumuman bahwa otoritas Mesir telah mencoba menghentikan penerbangan mereka ke Sharm El-Sheikh. Hal ini mengakibatkan gangguan proses evakuasi terhadap puluhan ribu warga Inggris.

Dua Pesawat EasyJet sendiri telah lepas landas dengan membawa 339 penumpang menuju ke Bandara Gatwick, London dan Bandara Luton.

Cepatnya proses evakuasi ini telah menimbulkan ketidakgembiraan otoritas Mesir mengingat Sharm El-Sheikh adalah daerah wisata populer yang menyumbang banyak devisa.

Polemik ini bermula saat Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan bahwa ada kemungkinan bahwa bom yang mengakibatkan kecelakaan pesawat Kogalymavia 9268 di Pegunungan Sinai, Sabtu (30/10/2015) akhir pekan lalu.

Perdana Menteri David Cameron sendiri menyatakan akan segera mengevakuasi para turis tersebut keluar dari Mesir. PM Inggris David Cameron menjelaskan keputusan penghentian penerbangan ini diambil demi keselamatan warga Inggris.

Keputusan ini diambil di tengah dugaan meningkatnya kemungknan bom berperan dalam kecelakaan pesawat Rusia yang jatuh di Pegunungan Sinai, Sabtu lalu. (theguardian/bbc)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.888.468 Since: 05.03.13 | 0.155 sec