Hukum

WNA Korsel Tewas Dalam Perkelahian Di Bekasi

Saturday, 07 Nopember 2015 | View : 771

BEKASI-SBN.

Kericuhan terjadi di sebuah tempat karaoke bernama "One House" di Jalan Transyogi Alternatif Cibubur RT002/RW007, Kelurahan Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Sabtu (7/11/2015) dini hari. Seorang warga negara Korea Selatan ditemukan tewas bersimbah darah, di tempat karaoke One House, Jalan Transyogi Alternatif Cibubur, RT002/RW007, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi pada Sabtu (7/11/2015) dini hari. Seorang Warga Negara asing (WNA) asal Korea Selatan (Korsel), nekat membunuh rekannya sendiri di karaoke "One House" di Jalan Transyogi Alternatif Cibubur RT002/RW007, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi pada Sabtu (7/11/2015) dini hari.

Korban, Han Ho Cool (46) tewas bersimbah darah dalam kejadian itu di bagian leher akibat ditusuk menggunakan pecahan botol bir oleh pelaku dalam perkelahian setelah terlibat cekcok dengan rekannya, Kim Young Jou (50) di sebuah tempat hiburan malam karaoke, One House di Jalan Raya Alternatif Cibubur No.98, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/11/2015) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari tadi.

Korban diketahui bernama Mr. Han Ho Cool (46) merenggang nyawa, setelah menderita luka tusuk dibagian lehernya. "Korban tewas akibat terkena luka tusukan kaca dari pecahan botol minuman keras di bagian lehernya sedalam enam centimeter," kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo di Bekasi.

Pelaku penusukan merupakan temannya sendiri, Kim Yoong Joo. Kim Young Jou ternyata teman Han Hoo Cool yang juga berkewarganegaraan Korea Selatan. Menurut AKP Siswo, tersangka pembunuhan itu bernama Kim Young Jou (50), yang juga merupakan warga Korea Selatan sekaligus rekan korban.

Kepala Kepolisian Sektor Pondokgede Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sukadi mengatakan korban teridentifikasi bernama Han Ho-cool, 46 tahun. Pria itu mengalami luka terbuka pada leher akibat ditikam pecahan botol. Adapun orang yang diduga sebagai pelaku adalah Kim Young-jou, 48 tahun.

Kepala Kepolisian Sektor Pondok Gede, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sukadi mengatakan, kasus pembunuhan ini berawal saat korban dan pelaku masuk ke dalam ruangan karaoke Nomor 20 pada Jumat (6/11/2015) pukul 22.30 WIB.

Menurut AKP Sukadi, berdasarkan keterangan saksi, Han Ho Cool dan Kim Young Jou datang ke tempat karaoke secara bersamaan sekitar pukul 22.30 WIB. Mereka masuk ke ruangan nomor 20. Beberapa jam kemudian, terdengar keributan dari ruangan itu. Pegawai karaoke kemudian memeriksa dan melihat Han Ho Cool tergeletak dengan luka pada leher, siku tangan, dan pelipis. 

Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo menjelaskan, jika peristiwa ini terjadi di dalam room 20. Saat itu, korban bersama sejumlah rekan bisnisnya, yakini Mr Kim Young Joo (50), Mr Sangjoon Park (51), Mr Choi Ham Sib (63) dan Choi Dong Min (35) masuk ke dalam ruang karaoke tersebut sekitar pukul 22.30 WIB.

Tak berselang lama, tepatnya pukul 00.30 WIB, korban rupanya terlibat cekcok bersama pelaku, Mr Kim Young Joo. Dua jam kemudian, terjadi keributan di ruang karaoke tersebut. Mereka bersitegang lantaran meributkan seorang wanita penghibur di tempat karaoke dangdut tersebut.

Polisi menangani kasus seorang warga Korea Selatan (Korsel) Kim Yoong Jou, 50, yang menusuk rekannya Han Ho Cool hingga tewas lantaran cemburu yang diawali keributan karena persoalan wanita penghibur.

“Keributan berawal dari permasalahan teman wanita penghibur yang membuat cemburu pelaku,” kata AKP Siswo dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2015).

Mereka pun sempat berkelahi, dan secara tiba-tiba pelaku Kim Young Joo, memecahkan botol bir dan menusukan leher korban dengan pecahan botol tersebut.

“Pelaku memecahkan 2 Botol Bir Bintang dan mencoba menusuk korban. namun ditangkis dengan siku kemudian Korban terkena tusukkan pecahan Botol di bagian leher sebelah kiri,” jelas AKP Siswo.

Sejumlah wanita penghibur yang ada di dalam room 20, ruang karaoke, langsung berteriak histeris, ketika melihat Han Ho Cool berlumuran darah. Sejumlah karyawan dan pengunjung lalu menghampiri mereka dan langsung terkejut saat melihat korban telah bersimbah darah.

Hingga akhirnya sambung AKP Sukadi, korban langsung dibawah ke rumah sakit. "Korban menderita luka tusuk di bagian leher sedalam 6 cm dan juga luka sayat di pelipis dan siku kanannya," terang AKP Sukadi pada Sabtu (7/11/2015) pagi.

AKP Sukadi melanjutkan, saat korban bersimbah darah warga lalu bergegas membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur.

"Korban dibawa oleh temannya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur," kata AKP Sukadi.

Namun, akibat luka yang diderita korban sangat parah, dalam perjalanan ke rumah sakit, Han Ho Cool akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di perjalanan. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke polisi dan jasad Han Ho Cool dibawa ke Rumah Sakit (Rumkit) Polri Pusat Tk.I Raden Said Sukanto, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diotopsi.  "Karena lukanya serius, korban pun tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit," jelas AKP Sukadi.

Sementara Kim Young Jou yang hendak melarikan diri segera diamankan petugas sekuriti karaoke.

Petugas kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Pondok Gede.

Berbekal laporan itu, anggota bergegas ke lokasi dan mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hasil penyelidikan sementara, kata AKP Sukadi, Han Ho Cool dan Kim Young Jou bertengkar karena memperebutkan wanita pemandu karaoke yang menemani mereka. Kim Young Jou cemburu lalu menyerang Han Ho Cool dengan pecahan botol.

Han Ho Cool, tewas ditusuk di leher gara-gara rebutan wanita penghibur di sebuah karaoke. Han Ho Cool dihabisi temannya sendiri yang juga warga asing asal Korea bernama Kim Young Jou. Pelaku menghabisi nyawa Han Ho Cool lantaran merasa cemburu ketika melihat korban bermesraan dengan seorang wanita penghibur. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di One House Cafe Jalan Transyogi Alternatif Cibubur, RT002/RW007, Kelurahan Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi diketahui perkelahian keduanya akibat memperebutkan seorang wanita penghibur.

"Keduanya juga sedang dalam pengaruh minuman keras saat sedang berkaraoke," ungkap Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo.

Pelaku dan korban bersama dua orang temannya yakni Sangjoon Park dan Choi Ham Sib masuk ke ruangan karaoke Jumat (6/11/2015) sekitar pukul 22.30 WIB.

"Pada Sabtu (7/11/2015) sekitar pukul 00.30 WIB, terjadi keributan di dalam ruang karaoke nomor 20 yang digunakan korban bersama rekannya," papar Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo.

Korban yang diketahui bernama Han Ho Cool tewas akibat ditusuk di bagian leher oleh pelaku yang tak lain adalah temannya sendiri, Kim Young Jou. Korban, Han Ho Cool (46) tewas bersimbah darah di bagian leher akibat ditusuk dengan menggunakan pecahan botol bir oleh pelaku, Kim Young Jou (50).

Saat petugas keamanan melakukan pengecekan, ternyata korban mengalami luka sobek di bagian leher akibat tusukan botol beling bir.

"Korban juga mengalami luka memar pada siku kiri dan kening kanan," tutur Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo.

Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Cibubur, dan pelaku diamankan di kantor kepolisian setempat.

"Dalam perjalanan korban tewas dan mayatnya diotopsi di RS Polri. Sementara tersangka diamankan di kantor polisi setempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo.

Berdasarkan keterangan saksi, Kombes Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. menjelaskan kejadian berawal saat korban bersama pelaku berkunjung ke sebuah tempat karaoke di Cibubur, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Jumat (6/11/2015) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi mata, korban dan pelaku masuk ke dalam ruang karaoke sekitar pukul 22.30 WIB, Jumat (6/11/2015). Kombes Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan, saksi melihat pelaku dan korban masuk ke ruang karaoke pada Jumat (06/11/2015) pukul 22.30 WIB. Dini hari tadi, sekitar pukul 00.30 WIB terjadi kericuhan di Room karaoke 20.

Pelaku dan korban terlibat keributan di room 20 tempat hiburan tersebut diduga karena permasalahan teman wanita penghibur pada Sabtu (7/11/2015) sekitar pukul 00.30 WIB.

"Kemudian sekitar pukul. 00.30 WIB terjadi keributan dari room karaoke 20 dan diketahui korban dalam keadaan terluka di bagian leher luka 6 cm (luka tusuk pecahan botol), siku tangan dan pelipis," bilangnya, Sabtu (7/11/2015). “Korban (Han Ho Cool) mengalami luka tusuk pada bagian leher,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/11/2015).

Kombes Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. tambahkan, “Korban dalam kondisi terluka 6 cm di bagian leher, siku tangan dan bagian pelipis. Korban tewas dalam perjalanan ke Rumas Sakit Mitra Keluarga Cibubur,” Sabtu (7/11/2015).

Kombes Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. mengungkapkan pelaku cemburu terhadap korban karena teman wanita penghibur. Pelaku memecahkan dua botol minuman beralkohol dan berupaya menusuk korban. Pelaku memecahkan 2 botol Bir Bintang dan berusaha penusukan terhadap korban namun selalu ditepis menggunakan tangan. Korban sendiri terkena tusukkan pecahan botol pada bagian leher. “Ribut ini berasal dari permasalahan teman wanita penghibur yang membuat cemburu pelaku. Dan karena pelaku cemburu, kemudian pelaku memecahkan dua botol Bir Bintang dan langsung menusukan ke korban,” beber Kombes Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H.

Lanjutnya, korban sempat menangkis tusukan itu namun mengenai lengan dan sikunya. Namun, korban Han Ho Cool menangkis serangan tersangka Kim Young Jou menggunakan sikut tangan namun leher bagian kiri korban tergores pecahan botol.

“Pada saat korban lengah, pelaku menusukkan pecahan botol di bagian leher sebelah kiri,” imbuhnya.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga. Saksi yang melihat kejadian tersebut, segera membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, namun korban meninggal dunia pada saat perjalanan. Rekan korban sempat membawa Han Ho Cool ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur Jakarta Timur namun meninggal dunia dalam perjalanan. 

Keributan antara korban dengan pelaku disebabkan oleh persoalan cemburu. Pelaku cemburu kepada korban terkait LC. Keributan terjadi karena masalah rebutan teman wanita penghibur yang mendampingi karaoke atau Ladies Club Karaoke (LC).

"Kemudian pelaku memecahkan 2 botol bir dan mencoba menusuk korban namun ditangkis dengan siku kemudian korban terkena tusukkan pecahan botol di bagian leher sebelah kiri, dan meninggal dalam perjalanan ke RS Mitra Keluarga Cibubur," jelasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) tentang pembunuhan dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Sementara pasca kejadian tersebut, satpam kemudian mengamankan pelaku. Pelaku diamankan oleh satpam. Petugas keamanan karaoke mengamankan tersangka Kim Young Jou di Jalan raya depan One House. "Pelaku diamankan di Jalan raya depan One House oleh satpam ke BKPM Citra Grand," katanya.

Kemudian, pelaku digelandang ke Mapolresta Kota Bekasi untuk diperiksa. Petugas Polsek Pondok Gede dan Polresta Bekasi Kota melakukan cek TKP dan mengamankan barang bukti. Pelaku sudah diamankan ke Mapolresta Bekasi Kota.

Saat ini, petugas Polres Kota Bekasi memeriksa tersangka Kim Young Jou, menyita barang bukti dan memeriksa saksi yakni Sangjoon Park, Choi Ham Sib, Setya Rudianto, Syamsul Arifin, Siti Jubaidah alias Fani, dan Choi Dong Min. Saat ini dia tengah menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Barang bukti pun telah diamankan oleh aparat. "Kasus ditangani Kepolisian Resor Bekasi karena pelaku dan korban orang asing," ujar AKP Sukadi. "Barang bukti berupa pecahan botol sudah kami amankan. Pelaku masih diinterogasi penyidik guna mengetahui motifnya," tambah AKP Sukadi.

“Untuk pelaku sudah diamankan oleh Polsek Pondok Gede, dengan bantuan Polresta Bekasi Kota dan saat ini masih dilakukan penyelidikan,” pungkas Kombes Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H.

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.612.975 Since: 05.03.13 | 0.1382 sec