Agama & Masyarakat

BNPT Sebut Direktur Badan Pengusahaan Batam Terlibat ISIS

Saturday, 07 Nopember 2015 | View : 839

TANJUNG PINANG-SBN.

Tawaran gaji yang besar menjadi iming-iming untuk merekrut anggota kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) di Indonesia.

“Strategi perekrutan anggota ISIS tidak selalu sama. Pola perekrutan anggota ISIS di Indonesia melalui pemberian gaji yang jauh lebih besar,” kata Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Hamidin, Jumat (6/11/2015).

Menurut Brigjen Pol. Hamidin, BNPT berhasil mendapatkan informasi bahwa calon anggota ISIS dijanjikan gaji sebesar Rp 52 juta bila bergabung sebagai individu. Bila dia membawa sekeluarga, maka gajinya bisa mencapai Rp 100 juta.

“Ini pendekatan ekonomi, dan dimotivasi dengan pendekatan agama,” kata Brigjen Pol. Hamidin.

Belum lama ini, seorang warga Jawa Barat direkrut kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS). Dia menjual rumah, tanah dan aset lainnya untuk bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak. Dia juga membawa anaknya yang masih berusia 5 tahun. Namun mereka ditangkap di Irak.

“Untung saja dipulangkan ke Indonesia. Orang itu kini kesulitan ekonomi,” kata Brigjen Pol. Hamidin.

Kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) tak hanya merekrut mereka yang secara ekonomi tidak mampu. Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badan Pengusahaan Batam, Dwi Djoko Wiwoho (DDW), diberitakan telah bergabung dengan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Dia sudah tidak bekerja selama empat bulan. Ketika Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri menyelidiki, rumahnya kosong. Dia diduga membawa serta keluarganya bergabung kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS).

Tak hanya uang, menurut Brigjen Pol. Hamidin, ada juga mereka yang direkrut dengan cara murni karena ibadah.

“Pemahaman agama yang salah membuat orang-orang yang terperdaya mengikutinya,” katanya.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen (Pol) Hamidin mengatakan, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Suriah saat ini mengincar birokrat mapan, seperti Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho.

"Para birokrat memang sudah kuat dalam segi ekonomi sehingga organisasi radikal ini menggalang anggota dari kalangan birokrat," kata Brigjen Pol. Hamidin dalam Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri Aula Asrama Haji Tanjung Pinang, Jumat (6/11/2015).

Dalam paparan soal 'Paham Radikal ISIS dalam Dialog Pencegahan Teroris' itu, ISIS berusaha memengaruhi paham dan ideologi para birokrat agar mau direkut.

"Caranya dengan memengaruhi paham atau ideologinya dan kemudian merekrutnya,” katanya.

Brigjen Pol. Hamidin menegaskan bahwa orang yang memiliki uang gampang digalang dengan ideologinya.

Setelah terpengaruh oleh paham ideologi, mereka pun rela menjual apa saja yang menjadi miliknya untuk kepentingan tersebut.

"Yang di Batam ini keluarga anak istri dibawa, aset-asetnya dijual, pergi ke Irak," ungkapnya.

Menurut dia, ISIS bisa menyasar kalangan mana pun, termasuk kalangan birokrat.

"ISIS mencari pengikutnya sekarang menyasar semua kalangan, temasuk birokrat seperti pejabat BP Batam," tambah dia.

Kasus ini menunjukkan bahwa paham ISIS sudah masuk ke berbagai kalangan. Menurut Deputi Pencegahan BNPT Brigjen Polisi Hamidin, dugaan keterlibatan DDW dalam gerakan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) menunjukkan bahwa Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) sudah masuk ke berbagai kalangan. "Ini menunjukkan ISIS sudah masuk ke berbagai kalangan," katanya.

Untuk itu pihaknya akan bergerak cepat melakukan pencegahan masuknya paham ISIS ke Indonesia. Baik di kalangan pejabat maupun masyarakat biasa.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menduga kuat bahwa Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan Batam DDW terlibat gerakan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS). Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho (DDW) terlibat gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dwi Djoko Wiwoho, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan Batam dipastikan terlibat dalam Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menduga, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho (DDW) dan keluarganya sudah berada di Irak. Dia menjelaskan Dwi Djoko Wiwoho terlibat dalam gerakan ISIS setelah dilakukan pendalaman. Ia menyebutkan, saat ini DDW dan keluarganya sudah tidak berada di Indonesia. Mereka diduga sudah berada di Irak.

Hal ini diungkapkan Deputi Pencegahan BNPT Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Hamidin dalam dialog pencegahan terorisme di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Jumat (6/11/2015).

Deputi Pencegahan BNPT Brigjen (Pol) Hamidin dalam dialog pencegahan terorisme yang digelar BNPT di Tanjung Pinang, Jumat (6/11/2015) di Tanjung Pinang, mengatakan, DDW sudah diidentifikasi sejak beberapa bulan lalu oleh petugas BNPT.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan perhatian serius terhadap kabar hilangnya mantan Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho. BNPT menduga, saat ini DDW sudah berada di Irak.

Selain itu, BNPT juga meyakini tujuan akhir perjalanan DDW adalah Suriah. Di sana, DDW akan bergabung dengan gerakan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

"Kami punya keyakinan kuat, pejabat tersebut terlibat dalam ISIS," kata Deputi Pencegahan BNPT, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Hamidin, dalam dialog pencegahan terorisme yang digelar BNPT di Tanjung Pinang, Jumat (6/11/2015).

Dijelaskan Brigjen Pol. Hamidin, sebenarnya BNPT sudah mencurigai gerak-gerik DDW dan keluarganya sejak beberapa bulan lalu. Sehingga keyakinan BNPT bahwa DDW terlibat jaringan ISIS bukanlah tudingan semata. "Sudah dilakukan pendalaman," katanya.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sedang mendalami keterlibatan Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho dalam gerakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS).

Dalam dialog pencegahan terorisme di Tanjung Pinang, Jumat (6/11/2015), menurut Deputi Pencegahan BNPT Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Hamidin mengatakan petugas BNPT sudah mengendus keterlibatan DDW dalam kelompok garis keras teroris ISIS itu sejak beberapa bulan lalu.

"Kami berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani permasalahan itu," beber Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Hamidin dalam dialog pencegahan terorisme di Tanjung Pinang, Jumat (6/11/2015), dikutip dari Antaranews, Sabtu (7/11/2015).

Kabar bergabungnya DDW dengan ISIS ini juga menarik perhatian publik. Kata dia, banyak warga yang menanyakan kebenaran informasi tersebut. Brigjen Pol. Hamidin menjelaskan keterlibatan Dwi Djoko Wiwoho dalam gerakan ISIS ini membuat heboh masyarakat. Apalagi permasalahan itu sudah diberitakan di sejumlah media massa.

"Ada warga Batam yang menginformasikan, sekaligus mempertanyakan permasalahan itu. Saya katakan, 85 persen Dwi Djoko Wiwoho terlibat ISIS," tegas Brigjen Pol. Hamidin seperti dikutip Antara.

Sejak sekitar empat bulan lalu, DDW tidak masuk kantor. DDW dilaporkan sudah tidak lagi bekerja sejak empat bulan yang lalu. DDW dan keluarganya sudah tidak ada di Indonesia, diduga sudah berada di Irak. Belum lama ini, ketika anggota Detasemen Khusus 88 (Anti Teror) memeriksa dan mengecek kediaman rumahnya Dwi Djoko Wiwoho. DDW beserta keluarganya sudah meninggalkan rumah dan tidak ada di sana. DDW dan keluarganya tidak lagi berada di Indonesia. Mereka diduga ada di Irak.

Informasi yang didapat Antara, sejak sekitar empat bulan lalu. Antara melaporkan DDW tidak pernah masuk kantor dan tidak pernah lagi bekerja. Berdasarkan informasi yang didapat, Dwi Djoko Wiwoho sudah tidak masuk kantor sejak bulan Agustus 2015 lalu. Ketika itu, alasanya cuti menjalankan ibadah umroh ke tanah suci Mekah bersama anak dan istri serta keluarga besar istrinya.

Namun hingga hari ini, Dwi Djoko Wiwoho belum juga kembali masuk kerja. Baru-baru ini, anggota Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri telah memeriksa kediamannya Dwi Djoko Wiwoho, di kompleks rumah dinas BP Batam di Sei Harapan Sekupang Batam, namun rumahnya sudah kosong. DDW beserta keluarganya tidak berada di rumah dan sudah meninggalkan rumahnya.

BNPT juga memastikan Dwi Djoko Wiwoho beserta keluarganya sudah meninggalkan rumahnya. Dari pengecekan ke sekolah kedua putrinya serta ke kampus anak pertamanya di Batam Center, diketahui mereka sudah sejak bulan Agustus 2015 lalu tidak masuk sekolah, sampai hari ini.

Dari berbagai info yang dikumpulkan BNPT tersebut, hampir dapat dipastikan Dwi Djoko Wiwoho telah direkrut oleh sel atau jaringan ISIS di Batam. Saat ini Dwi Djoko Wiwoho diduga telah berada di Irak atau Suriah.

Sejumlah jurnalis yang pernah bertugas di Otorita Batam, yang saat ini menjadi Badan Pengusahaan Batam mengenal Dwi Djoko Wiwoho. DDW dikenal sebagai pejabat yang ramah. DDW merupakan sosok pejabat yang ramah. "Kami tidak menyangka dia terlibat ISIS," kata salah seorang wartawan.

Menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, pemerintah juga ikut menyelidiki kasus DDW ini.

"Lagi dikoordinasikan, dicek telusuri jaringan oleh Dirjen Poltik dan Pemerintahan Umum," kata Tjahjo Kumolo pada awak media.

Keterlibatan WNI dengan ISIS bukan sesuatu yang baru. Sebelumnya, 16 WNI sempat diberitakan ditangkap di Turki karena diduga terkait ISIS.

Direktur Pencegahan Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamidin menyatakan sudah ada warga Indonesia yang bergabung dalam organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Hasil investigasi kami sudah ada yang bergabung di sana," katanya pada dialog pencegahan terorisme di Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (31/7/2015).

Dialog tersebut dihadiri seluruh perwakilan media lokal dan nasional, akademisi dan perwakilan tokoh-tokoh agama di Sulawesi Tengah.

Menurut Brigjen Pol. Hamidin penggalangan untuk bergabung ke ISIS dilakukan melalui berbagai propaganda dan paling banyak dilakukan melalui media dalam jaringan (online).

Materi propaganda pun cukup menggiurkan seperti gaji yang mencapai puluhan juta per bulan.

"Dan itu mereka buktikan melalui propaganda media," katanya.

Brigjen Pol. Hamidin mengatakan pendekatan ISIS saat ini tidak saja di kampung-kampung tetapi juga masuk sampai ke dalam penjara.

Brigjen Pol. Hamidin mengatakan isu terkini terkait dengan terorisme adalah ISIS.

Menurut Brigjen Pol. Hamidin salah satu media propaganda yang dilakukan teroris adalah website.

Pada 1998 ditemukan sebanyak 12 website yang menyebarkan terorisme dan jumlahnya terus bertambah pada 2013 mencapai 2.650 website dan 2014 mencapai 9.800 website.

Brigjen Pol. Hamidin mengatakan penggunaan media online karena karekteristik media ini mudah diakses, tidak ada kontrol regulasi dan audiance yang luas.

"Tujuannya untuk perang psikologis, propaganda, rekrutmen dan mobilisasi," jelas dia.

Brigjen Pol. Hamidin mengingatkan kepada peserta dialog agar pengguna dunia Internet memilah dan memilih informasi benar dan bermanfaat yang ditayangkan media online.

Pemerintah telah berwacana untuk mencabut paspor WNI yang sengaja ke luar negeri untuk bergabung dengan ISIS. Mereka menyiapkan peraturan semacam Instruksi Presiden (Inpres) atau Keputusan Presiden (Keppres) untuk misalnya melakukan cegah-tangkal terhadap mereka yang terbukti bepergian untuk bergabung dengan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS). (ant/jos)

See Also

Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.600.713 Since: 05.03.13 | 0.1363 sec