Nasional

Penyebab Tergelincirnya Batik Air Tunggu Investigasi KNKT

Saturday, 07 Nopember 2015 | View : 438

YOGYAKARTA-SBN.

Penyelidikan penyebab tergelincirnya pesawat Batik Air ID-6380/B-737-900 ER/PK-LBO di ujung Timur atau "run way" 27 Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (6/11/2015) sore, akan dilakukan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Nanti yang akan melakukan penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata Komandan Lanud Adisutjipto Yogyakarta Marsekal Pertama (Marsma) TNI Imran Baidirus, S.E.

Menurut dia, saat kejadian, cuaca dalam kondisi hujan namun tidak terlalu lebat.

"Belum diketahui pasti penyebab tergelincirnya apakah karena cuaca atau sebab lain. Nanti KNKT yang akan melakukan penyelidikan," katanya.

Belum diketahui pasti penyebab tergelincirnya pesawat Batik Air ID-6380 di ujung landasar Timur Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat (6/11/2015) sekitar pukul 15.05 WIB sore.

"Penyebabnya kita nunggu KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Untuk pilot kita juga koordinasikan dengan KNKT," jelas General Manager Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Kolonel Pnb Agus Pandu Purnama.

Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama mengatakan hingga saat ini, pihak Angkasa Pura belum dapat mengetahui penyebab kerusakan pada pesawat yang memicu insiden overshoot pada pesawat dengan registrasi PK LBO yang dipiloti oleh Capt.Oscar Mirza Putra itu.

"Hanya saja tadi saat mendarat kondisi memang sedang hujan," kata General Manager PT. Angkasa Pura I Kolonel (Penerbang) Agus Pandu Purnama.

Pihak Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta akan mengadakan pertemuan untuk membicarakan peristiwa tergelincirnya pesawat Batik Air, dengan nomor penerbangan 6380, Jumat (6/11/2015) sore kemarin, bersama KNKT dan pihak dari Batik Air.

Hal itu disampaikan oleh Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta kepada awak media pada Sabtu (7/11/2015) pagi.

Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama mengatakan, mengenai penyebab insiden, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan KNKT, termasuk meminta keterangan dari pilot Kapten Oscar Mirza, dan kopilot Dana Aviantara.

"Kami akan membicarakan kejadian kemarin dengan menghadirkan KNKT dan Batik Air. Tunggu saja, KNKT baru sampai Yogya," ungkap Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama.

Pesawat Batik Air mendarat pukul 15.00 WIB atau 10 menit sebelumnya hujan kecil di kawasan Bandara Internasional Adisutjipto.

"Jarak pandang aman dan pesawat sudah mendapat clearance dari ATC, juga tidak ada laporan kerusakan sebelum mendarat serta pesawat mendarat tepat di take zone point," tambah dia.

Penyebab tergelincirnya sebuah pesawat belum bisa disimpulkan secara langsung, semua menunggu dari pihak KNKT setelah melakukan penyelidikan.

Ir. Wardhani Sartono, M.Sc., Dosen Teknik Jalan dan Bandar Udara, Jurusan Teknik Sipil, Fakutas Teknik Sipil, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memberikan analisis terkait tergelincirnya pesawata Batik Air.

Menurutnya ada beberapa penyebab tergelincirnya sebuah maskapai penerbangan di bandara.

Berikut paparannya:

"Pertama akibat terjadinya hydroplaning."

"Hal tersebut merupakan peristiwa yang terjadi saat pesawat dengan kecepatan tertentu antara 110-140 mil per jam di atas permukaan landasan yang tergenang air setinggi 12 milimeter, akan kehilangan kemudi akibat koefisien gesek yang sangat rendah."

"Namun saat peristiwa pesawat Batik Air tergelincir kemarin, hujan tidak terlalu deras, hanya gerimis jadi kemungkinan tidak sampai ada genangan di lintasan."

"Jadi hydroplaning sangat kecil kemungkinannya menjadi penyebab tergelincirnya Batik Air."

"Berdasarkan analisa tersebut, maka menurut saya kemungkinan yang paling mendekati soal penyebab tergelincirnya Batik Air adalah kemungkinan runway licin karena terjadi penurunan skid resistance atau kekesatan permukaan landasan."

"Hal itu akibat dari runway yang basah, permukaan runway aus, licin akibat sering terkena gesekan roda pesawat (rubber deposit)."

"Jika bicara masalah proses landing pesawat saya tidak tahu pasti kondisinya. Jika touch down roda pesawat saat landing menyentuh runway kurang lebih 350 meter dari ujung runway, itu sudah benar."

"Tapi kalau pesawat terlalu maju, itu overshoot. Kita tidalk tahu apakah saat landing pesawat tersebut overshoot atau tidak."

"Jadi mengenai penyebab pasti peristiwa tersebut, sebaiknya menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," imbuhnya lagi.

Pesawat tersebut sendiri sampai saat ini masih ada di ujung landasan dan sedianya baru akan diderek Jumat (6/11/2015) nanti malam sambil menunggu peralatan yang didatangkan dari Jakarta. (tri/jos)

See Also

Warga Kodim 0716/Demak Turut Dalam Car Free Day
Veteran Demak Nostalgia Akan Sejarah Dengan Nobar
Mahapasti Gelar Konservasi Mangrove Dan Bersih Pantai
Ibu Persit Kodim 0716/Demak Menyabet 2 Penghargaan
Kodim 0716/Demak Kedatangan Tim Wasrik ItDam IV/Diponegoro
Rektor UMK Sebut Tiga Syarat Menjadi Pemimpin
Danrem 162/Wira Bhakti Memastikan Seluruh Jajarannya Putar Film G 30 S/PKI
Status Awas Gunung Agung
Presiden Joko Widodo Tonton Film G 30 S/PKI
Menjawab Tantangan Dengan Kerja Bersama
Kronologi Angkot KWK U11 Terbakar Di Pluit
Pelantikan Pejabat Pemprov DKI Jakarta Akan Digelar
Libur, Satgas TMMD Dan Warga Tetap Rehab Rumah
Sungkem Dengan Sesepuh, Mohon Kesuksesan TMMD
RT Yang Rajin Pantau Warganya Di Lokasi TMMD
Semangati Warga, Kades Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Perehaban RTLH Dikerjakan Seteliti Mungkin
Satgas TMMD Terapkan Sistem Banjardowo Untuk Ringankan Pekerjaan
Hari Ke-7 TMMD, Semangat 45 Satgas TMMD Tetap Terjaga
Paket Komplet Di Rehab RTLH TMMD Rempoah
Di Pekerjaan Vital TMMD, Danramil 02/Baturaden Tak Melepas
Manunggalnya TNI Dengan Rakyat Semakin Nyata Di TMMD Rempoah
Semangat Kebersamaan Picu Rehab Rumah Mbah Yasroni
Tetap Semangat Di Pekerjaan TMMD
Pantau Langsung Perehaban Rumah Di TMMD
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.113.983 Since: 05.03.13 | 0.2532 sec