Hukum

Ketua Umum PKB Diperiksa KPK 7 Jam

Wednesday, 28 Oktober 2015 | View : 368

JAKARTA-SBN.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Drs. H. Muhaimin Iskandar, M.Si. atau sering dipanggil dengan nama Gus Imin atau Cak Imin rampung diperiksa penyidik lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28/10/2015) sore.

Muhaimin Iskandar diperiksa selama sekitar tujuh jam sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di Direktorat Pembinaan dan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) yang menjerat mantan Dirjen P2KT, Jamaluddin Malik.

Saat kasus dugaan korupsi ini terjadi, Cak Imin menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans).

Cak Imin keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.45 WIB. Kepada awak media, Cak Imin seolah buang badan atas kasus yang menjerat mantan anak buahnya dan mengklaim tak tahu menahu mengenai kasus tersebut.

"Saya tidak tahu-menahu apa yang disebut sebagai yang dituduhkan pada pak Jamal," kata Cak Imin, di Gedung KPK Jakarta, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2015).

Diperiksa penyidik sejak pukul 9.30 WIB, Cak Imin dicecar penyidik mengenai hubungannya dengan Jamaluddin Malik yang merupakan bawahannya saat menjabat sebagai Menakertrans. Tak hanya itu, penyidik juga mencecar Cak Imin mengenai sistem penganggaran Kemnakertrans dan hubungan kerja dengan DPR RI.

"Saya tadi ditanya oleh penyidik tentang berbagai sistem penganggaran di Kemnakertrans, mulai dari bagaimana hubungan dengan DPR, bagaimana hubungan saya dengan pak Jamal," katanya.

Cak Imin mengaku telah menjelaskan kepada penyidik mengenai pertanyaan-pertanyaan tersebut. Cak Imin, mengklaim, saat menjabat sebagai Menteri, setiap kebijakan Kemnakertrans telah melalui prosedur yang sesuai aturan.

"Semua sudah saya jelaskan bahwa prosedur kebijakan telah kita lampaui," katanya.

Diberitakan, pada 12 Februari lalu, Jamaluddin Malik ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan saat menjabat sebagai Direktur P2KT Kemnakertrans. Jamaluddin Malik yang telah ditahan KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur disangka telah memeras untuk memperkaya diri sendiri dengan menyalahgunakan wewenang, dan memaksa seseorang membayar sesuatu dengan potongan terkait kegiatan dana tugas Kemnakertrans Tahun Anggaran (TA) 2013-2014 dan dana tugas pembantuan anggaran 2014.

Pada periode tersebut, Cak Imin menjabat sebagai Menakertrans dan menjadi atasan Jamaluddin Malik.

Atas perbuatannya, Jamaluddin Malik dijerat dengan Pasal 12 Huruf (e), Huruf (f), Pasal 23 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 421 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (sp/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.623 Since: 05.03.13 | 0.1158 sec