Politik

Alternatif Formulir C1 Disiapkan KPU Pusat

Monday, 12 Agustus 2013 | View : 907

SURABAYA-SBN.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat sudah mempersiapkan dua alternative pemakaian formulir C1 untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur.

“Alternatif pertama dengan tetap menggunakan formulir yang sudah ada (dicetak). Sedangkan yang kedua adalah dengan mencetak ulang formulir C1,” ujar Komisioner KPU, Juri Ardiantoro, Ahad (11/8/2013).

KPU Jatim telah mencetak formulir C1 dengan menyertakan kolom untuk pasangan nomor urut 4, namun tanpa menyertakan nama pasangan tersebut, yaitu Khofifah Indar Parawansa dan Herman S. Sumawiredja. Oleh karena itu, KPU Pusat akan mengirimkan Kepala Biro Logistik dan biro teknis ke Jawa Timur guna memastikan kondisi di sana, apakah memungkinkan menggunakan formulir yang ada atau perlu mencetak ulang. “Kalau memungkinkan menggunakan formulir yang sudah ada, kolom yang kosong itu akan diketik atau dibuatkan stiker nama untuk pasangan tersebut,” ucap Juri Ardiantoro.

“Formulir model C1 itu digunakan oleh petugas di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai media pencatatan jumlah pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), jumlah pemilih tetap yang menggunakan hak pilihnya, pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya, serta jumlah pemilih dari TPS lain,” jelas Juri Ardiantoro. “Selain itu, formulir tersebut juga digunakan sebagai catatan penerimaan dan penggunaan surat suara serta pengelompokan surat suara sah dan tidak sah setelah pemungutan suara,” lanjut dia.

Dalam lembar tersebut hanya tertulis tiga nama pasangan calon, yakni pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf, Eggi Sudjana-Moh. Sihat, dan Bambang D.H.-Said Abdullah, sedangkan pada kolom ke empat kosong.

Kompromi Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Andry Dewanto menerangkan keputusan pencetakan tersebut diambil sebagai bentuk kompromi karena ada tahapan pencetakan dan distribusi logistik yang harus dilakukan. Tahapan tersebut berlangsung mulai 13 hingga 31 Agustus 2013. Akhirnya, permasalahan formulir C1 dalam proses Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim), yang tidak mencantumkan nama pasangan calon nomor 4, Khofifah Indar Parawansa-Herman S. Sumawiredja, sudah menunjukkan titik terang.

“Sesuai surat keputusan KPU Jatim tahapan pencetakan 15 Juli, dengan acuan surat keputusan KPU Jatim tentang penetapan calon pasangan pada 14 Juli,” kata Andry Dewanto. “Waktu menjadi acuan keputusan KPU Jatim adalah 14 Juli, yang saat itu menyatakan Khofifah Indar Parawansa-Herman S. Sumawiredja tak lolos menjadi salah satu pasangan calon,” ucap Andry Dewanto. “Sedangkan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu/DKPP pasangan Khofifah-Herman bisa ikut Pilgub Jatim baru keluar pada 31 Juli,” ujar Andry Dewanto, Ahad (11/8/2013).

Sebelumnya, tim sukses Khofifah-Herman mengajukan protes pada KPU Jatim karena nama pasangan mereka tidak tercantum pada formulir yang akan dipakai sesudah proses pencoblosan itu. Ketua KPU Jatim, Andry Dewanto Ahmad, membenarkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan pada KPU untuk mencetak ulang formulir yang akan digunakan untuk proses rekapitulasi tersebut. Kondisi itu memang tidak terhindarkan dan tidak ada hubungannya dengan aksi jegal-menjegal. “Namun, dalam proses hendak mencetak dan dari sejumlah pernyataan pasangan Khofifah-Herman di media massa, mereka akan menggugat di PTUN dan DKPP, yang mengabulkan gugatan pasangan tersebut. KPU Jatim, tambahnya, tidak dapat menunda pencetakan formulir-formulir tersebut karena saat itu sudah memasuki jadwal tahapannya,” tukas Andry Dewanto. (ant)

See Also

Sosialisasi Pilkada Jadi Tantangan KPU
Bawaslu RI Pastikan Pilkada Luber Dan Jurdil
Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.313.077 Since: 05.03.13 | 0.1581 sec