Hukum

KPK Kembali Tangkap Anggota DPR RI Diduga Terima Suap Di Kelapa Gading

Wednesday, 21 Oktober 2015 | View : 817

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini, seorang anggota DPR RI dari fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) dikabarkan ikut tertangkap.

KPK menangkap seorang anggota DPR RI dari fraksi Hanura saat melakukan praktik suap. Anggota DPR RI itu berinisial DYL dan seorang perempuan. DYL merupakan anggota DPR RI perempuan dari Fraksi Hanura. Seorang anggota DPR RI berinisial DYL, seorang perempuan dari Fraksi Hanura dicokok oleh KPK. KPK menangkap tangan anggota DPR RI seorang perempuan berinisial DYL dari Fraksi Hanura. DYL diamankan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia ditangkap KPK di Kelapa Gading, Jakarta Utara terkait kasus suap. Bersama dia ada juga beberapa yang lainnya dari swasta.

KPK menangkap seorang anggota DPR RI dan  5 orang lainnya. Bersama sang anggota DPR RI, DYL, KPK menangkap 5 orang lainnya.

"Ada 6 orang yang ditangkap, sudah dibawa ke kantor," kata seorang sumber di KPK, Selasa (20/10/2015).

Penangkapan dilakukan pukul 19.00 WIB. Saat itu, anggota DPR RI dari fraksi Hanura yang tengah melakukan transaksi suap.

Informasi yang didapat, Selasa (20/10/2015), penangkapan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB sore tadi. Anggota DPR RI dari fraksi Hanura itu ditangkap saat tengah menerima uang suap. KPK menangkap anggota DPR RI itu saat menerima suap Rp 1,5 miliar di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Informasi yang dikumpulkan, Selasa (20/10/2015) penangkapan dilakukan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut). Dari tangan dia disita uang Rp 1,5 miliar. Diduga uang Rp 1,5 miliar dia terima dari pengusaha.

Bersama anggota DPR RI, DYL ikut ditangkap seorang pengurus partai. Informasi yang dikumpulkan, Selasa (20/10/2015) bersama DYL ditangkap juga seorang pengurus partai di tingkat daerah. Namun belum jelas apa peran pengurus partai ini. Belum dipastikan apakah dia rekan satu partai dengan DYL. DYL diamankan bersama 8 orang lainnya. Total KPK menangkap delapan orang.

Anggota DPR RI itu kini sudah berada di KPK bersama mereka yang ditahan. Belum diketahui penangkapan terkait kasus apa.  Mereka sudah dibawa ke KPK untuk diperiksa.

Informasi yang dikumpulkan, Selasa (20/10/2015) malam, penangkapan dilakukan sore tadi. Dalam penangkapan itu total yang diamankan delapan orang. Ada dua pengusaha yang ikut dibawa ke KPK.

Belum diketahui dalam kasus apa uang suap diberikan pengusaha itu ke anggota DPR RI.

Informasi yang didapat dari seorang pejabat tinggi di KPK, Rabu (20/10/2015), merupakan anggota DPR RI dari fraksi Hanura.

Penangkapan dilakukan pukul 19.00 WIB. Saat ditangkap, D tengah menerima uang suap dari pengusaha. Selain D, KPK juga turut mengamankan 5 orang lainnya. Kini, keenamnya sudah dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Sekjen Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Berliana Kartakusuma membenarkan bahwa anggota fraksi Hanura di DPR RI yang dimaksud adalah DYL.

"Benar yang bersangkutan ditangkap. Fraksi sedang melakukan investigasi," ujar Berliana Kartakusuma saat dikonfirmasi awak media apakah yang ditangkap merupakan DYL, Selasa (20/10/2015).

Berliana Kartakusuma mengaku belum tahu persis dugaan penerimaan duit yang membuat anggota fraksinya di DPR RI ditangkap. "Tunggu laporan Fraksi Hanura DPR," sebutnya.

Anggota DPR RI dari fraksi Hanura, Sarifuddin Sudding yang dikonfirmasi mengaku sudah mendengar ada koleganya tertangkap KPK. Anggota DPR RI dari fraksi Hanura, Sarifuddin Sudding membenarkan kabar ada koleganya tertangkap KPK. Namun, Sarifuddin Sudding mengaku belum tahu siapa koleganya dari fraksi Hanura yang tertangkap KPK itu.

"Memang dengar berita katanya ada anggota fraksi Hanura yang OTT. Tapi enggak tahu siapa, makanya mau cari tahu infonya," kata Sarifuddin Sudding saat dikonfirmasi.

Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak KPK. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari KPK mengenai informasi OTT tersebut.

Pihak KPK belum memberikan penjelasan resmi. Sumber resmi di KPK belum ada yang buka bicara maupun bisa memberikan penjelasan. Sumber resmi di KPK belum ada yang bisa dikonfirmasi. Sumber resmi KPK belum ada yang mengkonfirmasi. Plt pimpinan KPK Johan Budi Sapto Prabowo dan Indriyanto Seno Adji yang dikonfirmasi belum merespons. Mereka belum merespon konfirmasi dari para awak media.

Pimpinan KPK belum ada yang bicara soal penangkapan ini.

Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriyati mengaku belum mendapat informasi mengenai OTT ini.

"Sampai saat ini belum ada informasi (terkait OTT)," katanya.

Menurut Plh Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriyati pimpinan yang akan menjelaskan soal peristiwa tersebut. Plh Kabiro Humas KPK, Yuyu Andriyati menyebut bahwa keterangan resmi soal penangkapan ini akan disampaikan oleh pimpinan.

"Saya belum mendapat informasinya. Nanti akan disampaikan Pak Johan," tukas Yuyu Andriyati. (det/jos)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.891.928 Since: 05.03.13 | 0.1294 sec