Internasional

Menlu Indonesia-Denmark Lakukan Pertemuan Bilateral

Thursday, 22 Oktober 2015 | View : 466

JAKARTA-SBN.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI ke-17 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014 dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Retno Lestari Priansari Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Denmark Kristian Jensen di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama antar kedua negara.

"Ini adalah kunjungan pertama dari teman saya, (Menlu Denmark) Kristian Jensen ke Indonesia. Terakhir kali saya bertemu dengan Jensen di New York," kata Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi di Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi, mengatakan delegasi Denmark akan melakukan rangkaian kegiatan yang lebih menekankan pada kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan bahwa isu perdagangan dan investasi dengan Denmark juga menjadi perhatian Indonesia saat ini. Pasalnya, investasi dan perdagangan Indonesia ke Denmark mengalami penurunan tujuh persen.

"Pada 2013 perdagangan RI-Denmark mencapai US$ 423,8 juta, pada 2014 US$ 394,6 juta. Oleh karena itu kita harus bekerja keras bisa ditingkatkan," kata Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi, sehari sebelum pertemuan.

Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi lantas menjabarkan bahwa ekspor Indonesia ke Denmark yang dapat ditingkatkan adalah produk sepatu, tembakau, dan kelapa sawit.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi dan Menteri Luar Negeri Denmark Kristian Jensen telah berbicara beberapa hal yang berkaitan dengan kerjasama di bidang energi, maritim, pendidikan, dan transportasi.

Menurut Retno Lestari Priansari Marsudi, dalam pertemuan bilateral itu dia dan rekannya Menlu Denmark fokus membahas empat isu utama, yaitu tentang kerja sama di bidang maritim, dialog antaragama, energi, dan pendidikan.

"Kami akan berupaya memperkuat kerja sama di bidang maritim, mulai dari konektivitas, pelabuhan, infrastruktur, hingga pengembangan budidaya perikanan. Untuk bidang energi, kami upayakan kerja sama terutama energi yang dapat diperbarui," ujar dia.

Retno Lestari Priansari Marsudi memaparkan bahwa rincian masalah maritim yang dibicarakan sangat luas, mulai dari konektifitas, pelabuhan, infrastruktur, hingga pengembangan budidaya perikanan.

Selain itu, kedua Menlu juga membahas isu kerja sama bidang bisnis energi, terutama yang diperbarui.

Dalam pertamuan bilateral, isu yang tak kalah penting adalah pedidikan. Menurut Retno Lestari Priansari Marsudi, meskipun selama ini sudah baik, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama pendidikan.

Dalam bidang pendidikan, kedua negara sepakat untuk menjalin kerja sama pendidikan Perguruan Tinggi. Indonesia bekerjasama dengan 14 Universitas di Denmark.

"Selama ini kerja sama sudah sangat baik. Ada kerja sama dengan 14 Universitas di Denmark, jadi kami ingin melanjutkan kerja sama," ucap Retno Lestari Priansari Marsudi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Rasyid Baswedan menyampaikan, pelajar yang belajar seni dan guru yang mengajar seni akan mendapat kesempatan ke Denmark dalam rangka pengembangan pendidikan kesenian.

"Kita ingin undang kegiatan seni di Indonesia, spesifiknya masih didiskusikan. Menyiapkan program kerja sama budaya. Sebenernya sudah kita rencanakan sejak lama, tapi karena Ratu datang ya sekalian penandatanganan tentang budaya," ujar dia.

Dialog antar-umat beragama menjadi salah satu sorotan utama dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, dengan Menteri Luar Negeri Denmark, Kristian Jensen, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

"Dari Indonesia kami fokus pada empat isu, yang pertama interfaith dialogue," ungkap Retno Lestari Priansari Marsudi sesaat setelah mengadakan pertemuan dengan Kristian Jensen.

Pada kesempatan itu, Menlu Denmark Kristian Jensen menyampaikan bahwa kunjungannya bersama Ratu Denmark Margrethe II ke Indonesia bertujuan untuk mempererat kemitraan antar kedua negara.

Menlu Denmark Kristian Jensen pun mengatakan bahwa Denmark akan banyak belajar dari Indonesia masalah keberagaman agama. Menurut dia, Denmark belajar banyak dari Indonesia dalam meningkatkan pelaksanaan kegiatan dialog antar umat beragama. "Kita juga belajar banyak dari Indonesia, bagaimana Indonesia menggelar dialog antar-umat beragama. Saya senang nanti bisa mengunjungi Masjid (Istiqlal) dan bertemu dengan beberapa pemimpin agama," tutur Kristian Jensen.

Menlu Denmark Kristian Jensen menyatakan rasa senang karena berkesempatan untuk mengunjungi Masjid Istiqlal dan bertemu dengan beberapa pemimpin agama. Menlu Denmark dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan beberapa pemimpin agama di Istiqlal sore hari ini.

Denmark sendiri merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Kristen. Terhitung pada Januari 2015, 77,8 persen populasi Denmark tercatat sebagai anggota Church of Denmark.

Sementara itu, Indonesia merupakan negara dengan keberagaman agama dengan porsi populasi terbesar Islam, yaitu 85 persen.

Selain masalah dialog antar-umat beragama, salah satu isu besar yang diangkat adalah maritim.

"Kita (Denmark dan Indonesia) adalah negara yang terkait satu sama lain di dunia internasional. Kita adalah negara maritim dan kita bisa belajar satu sama lain," kata Menlu Denmark Kristian Jensen.

Menlu Denmark Kristian Jensen mengakui, ada banyak bidang kerja sama yang dapat terus terjalin dengan Indonesia. "Kita dapat menjadi mitra dalam masalah pendidikan. Kita bisa menjadi mitra dalam banyak hal," katanya.

"Untuk bidang pendidikan, saya pikir Denmark bisa menjadi mitra yang baik bagi Indonesia dalam pendidikan. Kami melihat Indonesia juga mempunyai pendidikan yang luar biasa," ujar Menlu Denmark itu.

Pertemuan antara kedua Menlu ini menjadi agenda pembuka kegiatan rombongan Ratu Denmark, Margreth II, bersama suaminya, Pangeran Henrik, yang membawa serta delegasi berjumlah 69 orang, termasuk Kristian Jensen, Lars Christian Lilleholt, dan 23 pengusaha.

Ratu Denmark dijadwalkan bertemu dengan Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo pada hari ini. Delegasi Denmark akan berada di Indonesia hingga 24 Oktober.

Selain Jakarta, delegasi juga akan singgah di Surabaya dan Yogyakarta untuk mengunjungi situs budaya dan beberapa pabrik. (cnn/jos/ant)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.408 Since: 05.03.13 | 0.1234 sec