Internasional

Sejumlah Warga Palestina Bakar Tempat Suci Yahudi Di Tepi Barat

Friday, 16 Oktober 2015 | View : 327

YERUSALEM-SBN.

Sejumlah warga Palestina membakar sebuah tempat suci kaum Yahudi, di Tepi Barat, Jumat (16/10/2015), atau bersamaan dengan seruan keras dari kelompok garis keras Hamas terhadap Israel.

Pembakaran kuil tersebut menjadi peristiwa terbaru dari gelombang kekerasan dalam dua pekan terakhir yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pihak militer Israel menyatakan, sekitar 100 orang berbondong-bondong mendatangi makam suci Nabi Yusuf yang terletak di kota Palestina, Nablus. Gerombolan itu kemudian diusir pihak keamanan Palestina yang menyusul di tempat kejadian perkara setelah peristiwa pembakaran terjadi.

"Kami menganggap serius kejadian ini dan mengecam dengan keras setiap kekerasan dalam tempat suci apapun. Kami akan menemukan dan menangkap para pelaku," kata miiter Israel dalam penyataan tertulis.

Kerusuhan sosial yang melanda Yerusalem dan tanah rampasan Tepi Barat yang juga paling besar dalam beberapa tahun terakhir hingga kini telah menewaskan 32 warga Palestina dan tujuh Israel.

Di antara korban tewas dari pihak Palestina adalah 10 pelaku penusukan, sejumlah anak, dan beberapa demonstran yang ditembak mati pihak keamanan Israel.

Sementara itu korban dari pihak Israel pada umumnya adalah warga sipil biasa yang tengah berada di jalan atau di dalam kendaraan umum.

Gelombang kekerasan yang terjadi hampir setiap hari sejak dua pekan lalu itu sempat mereda pada Kamis lalu sebelum kembali memanas pada Jumat saat terjadi peristiwa pembakaran.

Sementara itu Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, menyerukan "demonstrasi kemarahan dan konfrontasi" pada Jumat di semua kota Tepi Barat.

Kerusuhan di Yerusalem dan Tepi Barat dimulai saat warga Palestina tidak terima terhadap kehadiran warga Israel di Masjid Al Aqsa; yang dianggap suci baik oleh Muslim maupun Yahudi.

Menanggapi situasi tersebut, Dewan Keamanan PBB akan menggelar rapat darurat meski tidak berencana untuk mengeluarkan resolusi pada Jumat ini dan hanya dikabarkan akan mengeluarkan pernyataan yang mendesak kedua belah pihak menahan diri.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, berencana terbang ke Timur Tengah dalam waktu dekat untuk membantu meredakan kerusuhan.

"Ada saran bahwa John Kerry, saya, dan Raja Abdullah (dari Yordania), serta sejumlah tokoh lainnya untuk bertemu," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu,  Kamis (15/10/2015).

"Tentu saja saya tidak berkeberatan dengan rencana tersebut. Kami pernah melakukannya setahun yang lalu dan menghasilkan kesepakatan yang berguna. Mungkin kami bisa mengulanginya," kata Netanyahu sambil menambahkan bahwa dirinya siap untuk bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. (ant)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.423 Since: 05.03.13 | 0.1348 sec