Internasional

John Kerry-Mahmoud Abbas Bahas Ketegangan Israel-Palestina

Friday, 16 Oktober 2015 | View : 396

RAMALLAH-SBN.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry pada Kamis (15/10/2015) menelepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk kedua kalinya dalam sepekan guna membahas peningkatan ketegangan di Israel dan Palestina.

Juru Bicara Presiden Palestina Nabil Abu Rdeineh mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Resmi Palestina, WAFA, bahwa percakapan tersebut membahas situasi saat ini dan kelanjutannya.

Dia menambahkan bahwa John Kerry menekankan berlanjutnya upaya Amerika Serikat (AS) untuk meredakan ketegangan saat ini.

Nabil Abu Rdeineh mengatakan John Kerry memberitahu Mahmoud Abbas bahwa ia berencana mengunjungi wilayah itu dalam waktu dekat.

Mahmoud Abbas menekankan perlunya Amerika Serikat untuk melancarkan upaya dengan pihak Israel guna menghentikan provokasi para pemukim Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsha dan di jalan-jalan, kata Nabil Abu Rdeineh.

John Kerry menelepon Mahmoud Abbas pada Sabtu (10/10/2015) dan telah menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat (16/10/2015) guna membahas peningkatan gelombang kerusuhan antara orang Palestina dan tentara Israel sejak awal Oktober.

Sebanyak 33 orang Palestina tewas sejak awal Oktober, 22 di antaranya di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jerusalem dan 11 di Jalur Gaza, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Sementara jumlah korban jiwa di pihak Israel sejak 30 September bertambah jadi tujuh, dan cedera 92 orang, 10 di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Babak kerusuhan paling akhir telah menimbulkan ketegangan lebih besar antara orang Palestina dan Israel sementara proses perdamaian macet.

Pembicaraan yang diperantarai Amerika Serikat (AS) dan diselenggarakan pada Maret 2014 telah gagal menciptakan kemajuan apa pun.

Mahmoud Abbas sebelumnya mengatakan provokasi oleh pemukim Yahudi terhadap orang Palestian di bawah perlindungan militer Israel adalah pemicu utama peningkatan kerusuhan saat ini.

Mahmoud Abbas telah meminta masyarakat internasional agar campur-tangan dan melindungi rakyat Palestina yang tidak bersenjata sehubungan dengan peningkatan serangan dalam pertemuannya dengan Utusan Norwegia untuk Proses Perdamaian Timur Tengah,

Kerusuhan meletus pada pertengahan September di kompleks tempat suci Masjid Al-Aqsha.

Palestina mengatakan tindakan Israel di lapangan bertujuan mengubah dan membagi kompleks tersebut dengan mengizinkan ibadah orang Yahudi dilakukan di sana, bertolak-belakang dengan status-quo, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua. (xinhua)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.482 Since: 05.03.13 | 0.1334 sec