Hukum

Patrice Rio Capella Mundur Dari DPR RI Dan NasDem

JAKARTA-SBN.

Patrice Rio Capella memutuskan mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI dan dari jabatan Sekjen Partai Nasional Demokrat (NasDem), serta dari Partai NasDem setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Patrice Rio Capella menyatakan mundur sebagai kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan anggota DPR RI setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan gratifikasi dari tersangka Gatot Pudjo Nugroho dan Evy Susanti terkait pengamanan penanganan perkara bantuan sosial Sumatera Utara di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

"Saya menyatakan mundur dari dari anggota partai dan anggota DPR RI," kata Patrice Rio Capella dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai NasDem, Jl. RP. Soeroso (Jl. Gondangdia Lama 46), Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015).

‘’Saya mengundurkan diri sebagai anggota DPR dan sebagai Sekjen Partai NasDem yang ikut saya besarkan setelah saya ditetapkan sebagai tersangka entah dalam kasus apa,’’ kata Patrice Rio Capella di kantor DPP Partai NasDem, Jl. RP. Soeroso (Jl. Gondangdia Lama 46), Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015) seusai menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Patrice Rio Capella kini duduk sebagai anggota Komisi III DPR RI. Sebelumnya pada Kamis (15/10/2015) KPK mengumumkan bahwa telah menetapkan Patrice Rio Capella sebagai tersangka kasus bansos yang melibatkan mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho.

Patrice Rio Capella yang didampingi pengacaranya Maqdir Ismail berharap bahwa Partai NasDem  tetap berjalan dengan agenda-agenda restorasi dan perubahan yang telah diusungnya.

Sedangkan Maqdir Ismail mengatakan penetapaan Patrice Rio Capella sebagai tersangka dilakukan tergesa-gesa dan tidak memenuhi norma dan asas penetapan tersangka sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PPU/2014 sehingga tidak sah.

KPK mengirim surat panggilan kepada Patrice Rio Capella guna diperiksa pada Jumat (16/10/2015) sebagai saksi atas Gatot Pujo Nugroho dan isterinya Evy Susanti dalam perkara dugaan memberikan hadiah atau janji kepada Patrice Rio Capella. Menurut putusan MK, penetapan seseorang sebagai tersangka harus didahului dengan pemeriksaannya sebagai calon tersangka. Patrice Rio Capella baru diperiksa pada Jumat (15/10/2015).

Alasan lain, kata advokat Maqdir Ismail, jika benar Patrice Rio Capella melakukan tindakan yang diketegorikan sebagai ‘perkara korupsi’, maka ‘perkara korupsi’ itu tidak memenuhi kualifikasi perkara yang menjadi wewenang KPK sebagaimana diatur dalam UU KPK,  yakni dilakukan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, kasusnya mendapat perhatian dan meresahkan masyarakat serta menyangkut kerugian keuangan negara paling sedikit Rp 1 miliar.

Kasus yang diduga melibatkan Patrice Rio Capella ini kurang dari Rp1 miliar dan sudah dikembalikan.

Patrice Rio Capella mengatakan, keputusannya telah dibicarakan dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh, sementara mengenai proses hukum selanjutnya, dia menyerahkan kepada kuasa hukum untuk menindaklanjutinya.

Patrice Rio Capella yakin roda NasDem akan terus berjalan dengan prinsip awal, yakni melakukan perubahan di segala bidang di mana dirinya juga ikut membesarkan partai ini sejak awal.

KPK menetapkan Sekretaris Partai Nasional Demokrat (NasDem) Patrice Rio Capella sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait proses penanganan perkara bantuan daerah (bansos), tunggakkan dana bagi hasil dan penyertaan modal sejumlah BUMD di Sumatera Utara yang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumut atau Kejaksaan Agung.

"Penyidik menyimpulkan adanya dua bukti permulaan yang cukup yang disimpulkan terjadi dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan GPN (Gatot Pujo Nugroho) selaku Gubernur Sumut beserta ES (Evy Susanti), ini adalah pihak swasta. Dalam kasus yang sama penyidik juga telah menemukan dua bukti permulaan yang cukup menetapkan PRC (Patrice Rio Capella) sebagai tersangka selaku anggota DPR," kata Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Prabowo (SP) di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2015). (ant/met)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.501.735 Since: 05.03.13 | 0.1431 sec