Hukum

Gereja Dibakar Di Aceh Singkil

Tuesday, 13 Oktober 2015 | View : 2290

BANDA ACEH-SBN.

Bentrokan terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Selasa (13/10/2015). Situasi keamanan di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh yang selama ini adem, tiba-tiba berubah mencekam. Keadaan itu terjadi pada, Selasa (13/10/2015) siang menyusul aksi protes warga terhadap keberadaan gereja di daerah itu yang tidak memiliki izin disertai dengan pembakaran dan penembakan. Massa dalam jumlah besar dengan ikat kepala putih plus bambu runcing dan senjata tajam bergerak liar.

Ratusan orang bersenjata tajam mendatangi salah satu gereja di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah (Mariah). Puncaknya sebuah gereja, Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah (Mariah), Kabupaten Aceh Singkil dibakar.

Massa sebelum bergerak ke arah Kecamatan Simpang Kanan sebenarnya telah dihalau oleh aparat keamanan yang bersenjata lengkap dan berjaga-jaga. Namun suasana sulit dikendalikan sehingga pembakaran rumah ibadah tak bisa dihindari.

Dalam kasus tersebut, seorang dikabarkan tewas dan empat lainnya menderita luka-luka.

“Terjadi aksi anarki. Massa membakar satu gereja, satu undung-undung (rumah ibadah berukuran kecil). Ketika hendak ke tempat ketiga, massa diamankan tentara dan polisi,” kata Bupati Aceh Singkil, Safriadi, kepada awak media.

Menurut Safriadi, saat ini situasi yang mencekam telah terkendali. Polisi dan tentara menurunkan lebih dari 100 personel untuk menjaga Desa Suka Makmur

Kapolres Aceh Singkil Ajun Komisaris Besar Polisi (AKPB) Budi Samekto kepada awak media, saat dikonfirmasi via telpon, Selasa (13/10/2015) sore membenarkan peristiwa itu terjadi. Namun dia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih terperinci kepada pers karena saat ini sedang berada di lapangan untuk mengendalikan keadaan.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil Drs Salihin Mizal bahwa di Aceh Singkil. Menurutnya saat ini terjadi aksi protes warga terhadap keberadaan gereja yang tidak memiliki izin. Masalah tersebut sudah dibahas tadi malam untuk dicarikan jalan keluar termasuk yang belum ada izin akan diberikan waktu untuk mengurusnya.

Namun namun warga tidak sabar sehingga terjadi aksi massa besar, hingga terjadi aksi pembakaran. Kerusuhan pun terpecah. Hingga Selasa (13/10/2015) sore ini, kondisi di Aceh Singkil masih mencekam, banyak warga tidak berani keluar rumah.

Menurut sumber di Aceh Singkil, aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan warga dengan kesepakatan Pemkab Aceh Singkil, tokoh ulama serta ormas terkait pembongkaran gereja. Massa menginginkan eksekusi pembongkaran dilakukan hari ini juga.

Sedangkan dalam kesepakatan pembongkaran baru dilakukan pekan depan. Situasi mencekam sangat terasa sejak Selasa (13/10/2015) dini hari tadi. Pembakaran rumah ibadah terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Sekitar 800 meter sebelum lokasi mereka turun dari mobil bak terbuka dan sepeda motor. Kemudian berjalan kaki menuju sasaran. Selesai dari sana masa kembali bergerak, namun arah dan tujuannya sulit diprediksi.

Sumber lain menyebutkan, aksi itu digerakkan oleh Pemuda Pemudi Islam (PPI) Aceh Singkil yang menuntut pembongkaran rumah ibadah tidak berizin. Aksi itu menimbulkan jatuhnya korban seorang tewas dan empat orang mengalami luka parah akibat tertembak. Korban tewas adalah Samsul (21), sedangkan korban luka masing-masing Uyung, Rahman, Salma, dan Narto, ajudan Komandan Kodim Aceh Singkil.

Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi mengimbau semua pihak, terutama masyarakat di Kabupaten Singkil dan daerah sekitarnya untuk menahan diri dalam menyikapi bentrok massa di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil.

“Kami imbau masyarakat menahan diri untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Polri akan menangkap dan menindak tegas setiap orang yang terlibat dalam aksi pembakaran dan yang menembak dengan senapan angin,” tegas Kapolda.

Menurut Irjen Pol. Husein Hamidi, saat ini petugasnya di lapangan terus bekerja untuk menenangkan massa. Kapolda pun berjanji akan mengusut tuntas insiden tersebut. Ia juga meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya. (cnn/sp)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.276.259 Since: 05.03.13 | 0.177 sec