Hukum

Gereja Dibakar Di Aceh Singkil

Tuesday, 13 Oktober 2015 | View : 2197

BANDA ACEH-SBN.

Bentrokan terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Selasa (13/10/2015). Situasi keamanan di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh yang selama ini adem, tiba-tiba berubah mencekam. Keadaan itu terjadi pada, Selasa (13/10/2015) siang menyusul aksi protes warga terhadap keberadaan gereja di daerah itu yang tidak memiliki izin disertai dengan pembakaran dan penembakan. Massa dalam jumlah besar dengan ikat kepala putih plus bambu runcing dan senjata tajam bergerak liar.

Ratusan orang bersenjata tajam mendatangi salah satu gereja di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah (Mariah). Puncaknya sebuah gereja, Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah (Mariah), Kabupaten Aceh Singkil dibakar.

Massa sebelum bergerak ke arah Kecamatan Simpang Kanan sebenarnya telah dihalau oleh aparat keamanan yang bersenjata lengkap dan berjaga-jaga. Namun suasana sulit dikendalikan sehingga pembakaran rumah ibadah tak bisa dihindari.

Dalam kasus tersebut, seorang dikabarkan tewas dan empat lainnya menderita luka-luka.

“Terjadi aksi anarki. Massa membakar satu gereja, satu undung-undung (rumah ibadah berukuran kecil). Ketika hendak ke tempat ketiga, massa diamankan tentara dan polisi,” kata Bupati Aceh Singkil, Safriadi, kepada awak media.

Menurut Safriadi, saat ini situasi yang mencekam telah terkendali. Polisi dan tentara menurunkan lebih dari 100 personel untuk menjaga Desa Suka Makmur

Kapolres Aceh Singkil Ajun Komisaris Besar Polisi (AKPB) Budi Samekto kepada awak media, saat dikonfirmasi via telpon, Selasa (13/10/2015) sore membenarkan peristiwa itu terjadi. Namun dia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih terperinci kepada pers karena saat ini sedang berada di lapangan untuk mengendalikan keadaan.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil Drs Salihin Mizal bahwa di Aceh Singkil. Menurutnya saat ini terjadi aksi protes warga terhadap keberadaan gereja yang tidak memiliki izin. Masalah tersebut sudah dibahas tadi malam untuk dicarikan jalan keluar termasuk yang belum ada izin akan diberikan waktu untuk mengurusnya.

Namun namun warga tidak sabar sehingga terjadi aksi massa besar, hingga terjadi aksi pembakaran. Kerusuhan pun terpecah. Hingga Selasa (13/10/2015) sore ini, kondisi di Aceh Singkil masih mencekam, banyak warga tidak berani keluar rumah.

Menurut sumber di Aceh Singkil, aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan warga dengan kesepakatan Pemkab Aceh Singkil, tokoh ulama serta ormas terkait pembongkaran gereja. Massa menginginkan eksekusi pembongkaran dilakukan hari ini juga.

Sedangkan dalam kesepakatan pembongkaran baru dilakukan pekan depan. Situasi mencekam sangat terasa sejak Selasa (13/10/2015) dini hari tadi. Pembakaran rumah ibadah terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Sekitar 800 meter sebelum lokasi mereka turun dari mobil bak terbuka dan sepeda motor. Kemudian berjalan kaki menuju sasaran. Selesai dari sana masa kembali bergerak, namun arah dan tujuannya sulit diprediksi.

Sumber lain menyebutkan, aksi itu digerakkan oleh Pemuda Pemudi Islam (PPI) Aceh Singkil yang menuntut pembongkaran rumah ibadah tidak berizin. Aksi itu menimbulkan jatuhnya korban seorang tewas dan empat orang mengalami luka parah akibat tertembak. Korban tewas adalah Samsul (21), sedangkan korban luka masing-masing Uyung, Rahman, Salma, dan Narto, ajudan Komandan Kodim Aceh Singkil.

Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi mengimbau semua pihak, terutama masyarakat di Kabupaten Singkil dan daerah sekitarnya untuk menahan diri dalam menyikapi bentrok massa di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil.

“Kami imbau masyarakat menahan diri untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Polri akan menangkap dan menindak tegas setiap orang yang terlibat dalam aksi pembakaran dan yang menembak dengan senapan angin,” tegas Kapolda.

Menurut Irjen Pol. Husein Hamidi, saat ini petugasnya di lapangan terus bekerja untuk menenangkan massa. Kapolda pun berjanji akan mengusut tuntas insiden tersebut. Ia juga meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya. (cnn/sp)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.389 Since: 05.03.13 | 0.1486 sec