Hukum

Kontroversi Sidak Wakil Ketua DPR

JAKARTA-SBN.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto mempertanyakan kunjungan Wakil Ketua DPR, yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), organisasi di bawah Golkar, PBS ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung pada Sabtu (1/6/2013) sekitar pukul 13.30 WIB dan keluar dari Lapas sekitar pukul 14.20 WIB.

“Kunjungan PBS ke Lapas Sukamiskin itu bisa dipersoalkan secara moral, hukum, dan politik karena melakukan pertemuan dengan seseorang yang ada kaitannya dengan kasusnya, apalagi kasus tindak pidana korupsi. Publik pun patut menduga ada pembicaraan khusus terkait kasus korupsi,” tegas Bambang. Apabila tujuan PBS ke Lapas itu untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak), mengapa dilakukan sendiri dan hanya menemui kader Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Fadh Ahmad Rafiq alias Fadh El Fouz, yang adalah Ketua Generasi Muda MKGR, terlibat kasus dugaan korupsi anggaran proyek pengadaan Al-Quran tahun anggaran 2011-2012 di Kementerian Agama (Kemenag) serta kasus dugaan korupsi anggaran proyek pengadaan laboratorium komputer di sejumlah madrasah tsanawiyah (MTs) tahun anggaran 2011?

“Seperti disinyalir banyak pihak, PBS hanya mengunjungi Fadh A. Rafiq alias Fadh El Fouz. Kalau betul sidak hanya ke satu orang saja, maka (kunjungan) itu sangat tidak benar. Ini semua harus diklarifikasi supaya tidak merugikan proses penegakan hukum,” tandas Bambang, di Jakarta, Minggu (2/6/2013).

Bambang mempertanyakan apakah mekanisme sidak kelembagaan di DPR bisa diimplementasikan sendiri-sendiri. “Perlu konfirmasi dari DPR soal ini,” lanjut Bambang Widjojanto. Bambang juga mempertanyakan apakah kedatangan PBS ini merupakan pelanggaran pada hari kunjungan ke Lapas Sukamiskin atau tidak. “Hal tersebut harus diperjelas oleh pihak Lapas Sukamiskin maupun dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham),” tanya Bambang. “Sebagai anggota legislatif yang sudah lama duduk di DPR sejak tahun 1997, seharusnya PBS memahami Kode Etik DPR dan menjaga nama baik lembaga yang dipimpinnya,” imbuhnya.

“KPK masih mencari bukti-bukti untuk memvalidasi aliran dana yang muncul di persidangan. Semua informasi yang terkait dengan terdakwa, Zulkarnaen dan Dendy akan didalami KPK,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi. “Tidak hanya soal PBS, pendalaman juga berlaku untuk nama-nama lain yang disebut dalam persidangan. Misalnya, Fahd El Fouz yang saat ini menjadi terpidana untuk kasus Dana Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPID),” tambahnya.

“Penyidik sudah mendalami bukti awal indikasi keterlibatan Wakil Ketua DPR,” ungkap Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas. Namun, Busyro menolak memerinci bentuk alat bukti itu. “Alat bukti tersebut tidak jauh berbeda dengan yang dimuat media. Bukti awal tentu sudah dipegang penyidik. Sebatas yang disebut-sebut dan dimuat media,” terang Busyro di sela Lokakarya “Jurnalis Antikorupsi” di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013). “Untuk memperkuat bukti awal itu, KPK akan mendalami sekaligus memvalidasi berbagai bukti,” ucapnya. Busyro memastikan KPK masih mengembangkan pengusutan kasus tersebut. “Bukan karena bukti itu sumir atau apa. Sudah standar kami dalam melakukan semua proses, tidak mungkin berhenti,” lanjutnya.

Sebelumnya, nama PBS sempat muncul dan sering disebut-sebut dalam pembacaan nota dakwaan dengan terdakwa Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendy Prasetya yang terlibat kasus korupsi proyek pengadaan Al-Quran dan proyek pengadaan laboratorium komputer MTs tahun anggaran 2011. Fadh A. Rafiq pada persidangan  kasus dugaan korupsi Al-Quran disebut-sebut sebagai salah satu orang yang memenangkan PT. Batu Karya Mas menjadi pelaksana proyek pengadaan laboratorium komputer MTs tahun anggaran 2011 di Kemenag. 

Dalam sidang Kamis (30/5/2013), beberapa nama disebut-sebut kecipratan dana. Khusus untuk PBS dalam proyek pengadaan laboratorium komputer 2011 yang bernilai Rp 31,2 miliar diduga mendapat bagian 1%. Dalam catatan Fahd yang menjadi salah satu saksi, PBS diduga ikut memperoleh fee 1% dalam menggulirkan proyek tersebut. Sementara itu, untuk proyek pengadaan (mushaf) Al-Quran yang bernilai Rp 22 miliar, PBS disebut-sebut diduga kecipratan 3,5% dari nilai proyek. Berdasarkan fakta persidangan, juga ada rekaman pembicaraan yang diputar di persidangan antara Zulkarnaen dan Fahd El Fouz. Ada komunikasi yang menanyakan apakah fee untuk ketua sudah atau belum. Belakangan, fakta di persidangan, ketua itu merujuk pada nama PBS yang menjabat Ketua MKGR. Namun, Fahd El Fouz yang disebut mencatat pembagian persentase fee mengakui bahwa dirinya hanya mencatut nama PBS dengan bertujuan menakut-nakuti Kemenag. Dalam berbagai pernyataan, PBS sendiri telah membantah terlibat dan menerima fee seperti yang terungkap di sidang.

Nama PBS kembali mencuat ketika tiba-tiba muncul di Lapas Sukamiskin khusus koruptor untuk menemui Fahd El Fouz. Politisi asal Partai Golkar itu menyebut pertemuan dirinya dan Fahd tidak dilakukan secara tertutup. “Saya bertemu (Fahd) dengan sejumlah narapidana lainnya,” ungkapnya. PBS mengaku tidak ada pembicaraan khusus. “Kedatangan saya memang mendadak, tapi saya datang tidak sembunyi-sembunyi. Itu juga bukan kunjungan Lapas saya yang pertama,” jelasnya. Ketua DPP Partai Golkar tersebut menengarai ada pihak tertentu yang memanfaatkan isu tersebut untuk menggeser posisinya dan mengincar kursinya sebagai salah seorang pimpinan DPR. “Saya terus terang mendapatkan tekanan yang cukup kuat dari dalam dan luar. Agak sedih juga ada segelintir pimpinan teras yang seperti sengaja menggerakkan pemberitaan dan seterusnya,” tuding PBS di gedung DPR, Senin (3/6/2013). “Tidak ada yang istimewa dari kunjungan ke Lapas Sukamiskin, Sabtu (1/6/2013),” terangnya. “Saya pastikan tidak ada pembicaraan khusus dengan orang per orang, termasuk Fahd,” tandasnya.

Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin kembali menegaskan bahwa PBS tidak melanggar apa pun, Senin (3/6/2013) di gedung Kementerian Hukum dan HAM. “Sebab, politikus itu datang ke Lapas Sukamiskin saat jam besuk masih berlangsung. MenkumHAM tidak mempermasalahkan soal PBS melebihi waktu kunjungan beberapa menit. “Bagi saya, yang penting dia besuk pada hari besuk,” terangnya. Untuk membuktikan bahwa PBS tidak melanggar aturan dan masih dalam batas toleransi, Amir memastikan masyarakat juga dapat mendapat fasilitas yang sama. Amir beralasan tidak bisa menanyai tiap pengunjung tentang tujuannya ke Lapas dan tidak bisa mencegah terkait pertemuan PBS dengan Fahd El Fouz. (kj/jp/sp/id)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.444.053 Since: 05.03.13 | 0.1841 sec