Hukum

KPAI Sebut Pembunuh Gadis Di Dalam Kardus Layak Dihukum Mati

Sunday, 04 Oktober 2015 | View : 459

JAKARTA-SBN.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Shaleh mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas pembunuhan bocah perempuan yang ditemukan tewas di dalam kardus. Menurutnya, jika terbukti, pelaku layak mendapat hukuman mati karena sangat sadis dan efeknya yang menebar ketakutan psikologis.

Menurut Asrorun Ni'am Shaleh, pembunuhan itu telah membuat geger warga lantaran dilakukan dengan cara yang sangat sadis. Selain terungkapnya dugaan tindak kekerasan seksual, pembunuhan juga dikemas dengan cara yang tidak manusiawi.

"Kejahatan yang sangat sadis ini mengoyak rasa aman di masyarakat. Peristiwa ini berdampak pada ketakutan psikologis warga, terutama orangtua dengan anak mereka yang masih di bawah umur," kata Asrorun Ni'am Shaleh saat dihubungi Minggu (4/10/2015).

Pembunuhan di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, kata Asrorun Ni'am Shaleh, merupakan bukti eskalasi bentuk-bentuk kejahatan dari hari ke hari. Di lain pihak, kepolisian dianggap punya tanggung jawab besar untuk menunjukkan peranannya sebagai penjamin keamanan masyarkat.

"Jika memang dalam penyelidikan nanti didapati unsur yang bisa menjadi jeratan hukuman, pelaku layak mendapatkan hukuman mati," kata Asrorun Ni'am Shaleh.

Asrorun Ni'am Shaleh menilai insiden pembunuhan itu juga telah menjadi semacam momentum bagi negara untuk bekerja sama secara optimal demi mewujudkan rasa aman di tengah-tengah masyarakat. Sebab bagaimanapun, negara tidak bisa menyepelekan kasus pembunuhan itu lalu diam berpangku tangan.

"Salah satu fungsi negara adalah menjamin rasa aman. Maka negara kali ini wajib hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membuktikan nawacita yang diagungkan selama ini," ujar dia.

Pihak kepolisian saat ini masih terus memburu pelaku pembunuhan gadis belia 9 tahun yang ditemukan meninggal di sebuah gang di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (2/10/2015). Penemuan jenazah korban membuat geger masyarakat lantaran jasad ditemukan dalam kondisi terikat, mulut tersumpal, dan meringkuk dalam kardus tanpa busana.

See Also

Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.963.774 Since: 05.03.13 | 0.1966 sec