Internasional

Presiden Brasil Potong Gaji Dan Kurangi Menteri

Sunday, 04 Oktober 2015 | View : 574

BRASILIA-SBN.

Presiden Brasil, Dilma Rousseff mengumumkan reformasi dengan akan memotong gajinya sendiri sebesar 10 persen di Istana Kepresidenan Planalto, Brasilia, Brasil, Jumat (2/10/2015).

Hal ini dilakukan dalam rangka penghematan anggaran di tengah krisis ekonomi yang melanda Brasil. Selain itu, dia juga akan memangkas gaji Wakil Presiden dan jumlah Menteri di kabinetnya.

Presiden Dilma Rousseff memangkas jumlah Menteri dalam kabinetnya juga dalam rangka penghematan anggaran. Jumlah Menteri akan dikurangi menjadi 31 dari sebelumnya berjumlah 39 orang.

Dilansir dari CNBC, keputusan ini diharapkan Presiden Dilma Rousseff bisa mengembalikan kepercayaan rakyatnyasetelah salah satu partai koalisinya, yaitu Partai Buruh terlibat dalam skandal suap dengan Petrobras, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Brasil yang bergerak di industri minyak.

Namun demikian, para ekonom menilai, kebijakan Presiden Dilma Rousseff dalam memotong gaji ini hanya berimbas simbolis saja tanpa banyak membantu penghematan anggaran negara. Sebab, defisit anggaran Brasil sudah membengkak di tengah krisis ekonomi parah.

Setelah dipotong, Presiden Dilma Rousseff hanya akan menerima gaji US$ 90.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar setahun. Pemangkasan gaji juga dilakukan oleh para presiden di negara sekitar, seperti Presiden Bolivia Evo Morales yang memangkas setengah gajinya setelah menjabat di 2006.

Diberitakan sebelumnya, ratusan ribu demonstran memenuhi jalan-jalan protokol di Brasil, pada Minggu (12/4/2015), demi mendesak penurunan Presiden Dilma Rousseff. Aksi ini dipicu kemarahan warga sipil Brasil atas kasus korupsi di dalam tubuh partai presiden perempuan pertama Brasil itu.

Para demonstran meneriakkan "Turunkan Dilma dan Saatnya perubahan", seperti dilansir Channel News Asia, Senin (13/4/2015).

Pihak kepolisian memperkirakan jumlah demonstran terbesar mencapai 275 ribu di Sao Paulo. Pengunjuk rasa mengenakan baju hijau dan kuning sebagai lambang nasionalisme bendera Negeri Samba. Ribuan massa pun menyanyikan lagu-lagu protes seperti saat menolak rezim kediktatoran pada era 1980-an.

Para demonstran memprotes penuntutan pengusutan kasus korupsi jutaan dolar di perusahaan minyak Petrobras, di mana mereka yang terlibat di dalam kasus itu sebagian besar adalah kader partai Dilma Roussef.

Dilma Rousseff adalah Komisaris Utama Petrobras, namun sampai sekarang belum banyak bukti yang mengarah pada keterlibatannya. Para pendukung Dilma Roussef menilai bahwa dirinya hanya sekedar kambing hitam.

"Rousseff telah membela hak Brasil dan berjanji menuntaskan kasus korupsi di Petrobras dan membantah dugaan keterlibatannya," ungkap seorang relawan Pro-Rousseff.

Namun, para pengunjuk rasa lebih memilih Dilma Rousseff mundur dari jabatannya karena tuduhan keterlibatan dalam kasus Petrobras.

Aksi ini digelar di 100 kota serempak di seantero Brasil. Lembaga survei Datafolha menyatakan sepertiga rakyat Brasil mendukung aksi pengusutan kasus Petrobras dalam jajak pendapat Sabtu pekan lalu.

"Yang terbaik bagi dia adalah mengundurkan diri agar negara ini tidak terlalu menderita dengan pemakzulan (presiden)," kata Sandra di Giacomo, salah satu demonstran di Sao Paulo. (cnbc/channelnewsasia)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.893.008 Since: 05.03.13 | 0.1384 sec