Internasional

Indonesia Minta Arab Saudi Permudah Akses Identifikasi Korban Mina

Monday, 28 September 2015 | View : 500

MEKAH-SBN.

Kementerian Agama (Kemenag) RI meminta pemerintah Arab Saudi mempermudah akses bagi tim medis sehingga bisa mempercepat proses indentifikasi jamaah Indonesia yang menjadi korban peristiwa Mina.

Hingga berita ini diluncurkan, empat hari telah berlalu sejak peristiwa di Jalan 204 Mina itu terjadi.

"Kami telah membuat nota diplomatik agar tim medis dan para dokter Indonesia bisa melihat langsung, begitu jenazah dibongkar dari kontainer," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, pada pemaparan mengenai penanganan jamaah yang menjadi korban Mina, di Mekkah, Arab Saudi, Senin (28/9/2015).

Hal itu, sambung dia, akan mempercepat proses identifikasi para korban dari Indonesia, dengan hanya melihat fisik, tanpa harus menunggu foto dan membongkar berkas jemaah dari 25 negara yang sudah wafat akibat peristiwa Mina itu.

"Kami terus melakukan kontak dan komunikasi diplomasi dengan pihak Arab Saudi untuk penanganan korban peristiwa Mina (agar lebih cepat)," tambah dia.

Ia mengatakan sampai Senin (28/9/2015) pukul 14.00 waktu setempat, pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan 1.107 foto korban meninggal dalam peristiwa Mina. Terdiri dari 500 foto dipaparkan di pemulasaran mayat Al Mu'ashim pada 25 September 2015, 350 foto pada 26 September 2015, dan 257 foto pada 27 September 2015.

"Sampai siang ini kami menerima laporan dari petugas (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji/PPIH), masih ada lima kontainer berisi jenazah yang belum dibongkar," ujar dia.

Masing-masing kontainer diperkirakan berisi puluhan jenazah korban peristiwa Mina. Dia juga menegaskan, semua jamaah Indonesia yang menjadi korban peristiwa Mina akan dimakamkan di Mekkah. "Itu kebiasaan di sini. Mulai siang ini korban Mina yang sudah diidentifikasi akan dimakamkan di Mekkah," katanya.

Ia mengatakan para korban meninggal sama seperti jamaah Indonesia lainnya yang meninggal di Tanah Suci akan mendapat asuransi dari pemerintah Indonesia. "Setiap jamaah yang berangkat ke Tanah Suci, telah kami asuransikan," kata Lukman Hakim Saifuddin.

Pada bagian lain, Lukman Hakim Saifuddin yang juga menjadi Amirul Hajj meminta maaf bila petugas PPIH dinilai lamban oleh keluarga korban dan masyarakat dalam penanganan korban peristiwa Mina, meskipun pihaknya telah bekerja secara optimal selama 24 jam.

"Kami melakukan ini (identifikasi) dengan penuh kehati-hatian dan kecermatan agar apa yang diumumkan bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Pada peristiwa Mina, Kamis (24/9/2015) pagi, dimana jemaah berdesak-desakan dan terinjak-injak saat menuju Jamarat untuk lontar jumroh aqabah, sebanyak 41 jemaah haji Indonesia menjadi korban meninggal, 10 jemaah masih dirawat di rumah sakit, dan 82 jamaah belum kembali ke pemondokan hingga saat ini.

Selain itu, ada juga empat WNI yang telah bermukim dan bekerja di Arab Saudi ikut menjadi korban meninggal dalam peristiwa itu.

"Kami akan terus mencari jamaah yang menjadi korban hingga tuntas, walaupun melampaui 26 Oktober (pemulangan terakhir jamaah dari Tanah Suci ke Tanah Air)," pungkas Lukman Hakim Saifuddin. (ant)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.215.005 Since: 05.03.13 | 0.2259 sec