Internasional

Tiga Perempuan Pemberani Klaim Bunuh 10 Militan ISIS Tiap Hari

Sunday, 27 September 2015 | View : 963
Tags : Isis, Turki, Yazidi

BAGHDAD-SBN.

Tiga perempuan dalam sebuah kelompok telah melancarkan kampanye mereka sendiri untuk bertempur melawan anggota kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS). Mereka disebutkan telah membunuh hingga 10 anggota ISIS per hari sampai hari ini.

Tiga perempuan pemberani itu menyelundup ke Irak untuk dapat bergabung dengan pasukan di garis depan melawan militan ISIS. "Kami membunuh sepuluh dari mereka sehari pada awal pembebasan Sinjar," kata Raparin, seorang di antara ketiga gadis itu.

Mirror dalam laporannya, Sabtu (26/9/2015), menyebutkan jika Raparin, Roza, dan Deijly rela meninggalkan kehidupan mereka di Turki untuk membantu membendung pembantaian ISIS terhadap orang-orang Yazidi di Gunung Sinjar, Irak Utara.

"Ketika kami mendengar ISIS datang ke Sinjar dan membunuh para perempuan, kami datang untuk menghentikan krisis kemanusiaan," kata Roza, 22 tahun, kepada laman MailOnline seperti yang dikutip dari Mirror.

Kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) menyerang Yazidi sejak tahun lalu ketika rumah dan desa kelompok minoritas itu diserbu dan dihancurkan.

Yazidi adalah agama minoritas di Suriah dan Irak. Kaum Yazidi paling sering ditindas dan diteror oleh ISIS. Total 5.270 Yazidi diculik tahun lalu, dan lebih dari 3.000 ditahan. (mirror)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.596.488 Since: 05.03.13 | 0.1651 sec