Internasional

15 Tewas Dalam Serangan Koalisi Arab Saudi Di Yaman

Saturday, 19 September 2015 | View : 470

SANAA-SBN.

Serangan udara jet-jet tempur oleh koalisi pimpinan Arab Saudi menyebabkan 15 orang tewas di Ibu Kota Yaman, Sanaa, dalam salah satu malam pemboman terberat dan paling dahsyat dalam beberapa bulan terakhir, menurut para pekerja bantuan dan sejumlah saksi mata, pada Sabtu (19/9/2015).

Salah satu seorang petugas penyelamat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidak-tidaknya 10 warga sipil termasuk di antara para korban yang tewas.

"Sepuluh orang dari satu keluarga terbunuh di pemukiman Al-Falihi, di kota tua Sanaa," ujar pria tersebut, seperti dilansir AFP.

Di samping itu, menurut para warga, empat rumah hancur oleh bom dan 15 bangunan lain rusak akibat serangan pengeboman itu.

Para saksi mata mengatakan para pemberontak Huthi dukungan Iran yakni lima gerilyawan Houthi tewas dalam serangan terhadap kedudukan posisi mereka di Ibu Kota, yang direbut para pejuang Syiah dukungan Iran tersebut tanpa perlawanan tahun lalu.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah melancarkan serangan udara terhadap kedudukan pemberontak dan menggempur posisi para pemberontak di seluruh Yaman sejak Maret di samping mengirim pasukan, serta mengerahkan tentara dan memberikan pelatihan dan senjata berat bagi angkatan bersenjata yang ingin kembali memulihkan pemerintahan presiden terusir Abedrabbo Mansour Hadi atau pasukan yang berusaha mengembalikan pemerintahan presiden dalam pengasingan Abedrabbo Mansour Hadi.

Para warga di pemukiman Al-Hassaba, Sanaa, mengatakan jet-jet tempur koalisi melakukan sejumlah penerbangan semalam, beberapa serangan semalam, menargetkan dan menyasar satu gedung Kementerian Dalam Negeri dan sebuah kantor polisi.

Pemboman juga menargetkan salah satu kediaman presiden tersingkir sebelumnya, Ali Abdullah Saleh, yang pasukannya bersekutu dengan Houthi, dan juga kantor partai politiknya. Kediaman presiden terguling Ali Abdullah Saleh, yang pasukannya bersekutu dengan Houthi, juga dibom, selain kantor partai politiknya, kata warga.

Di jalan Zubeiri tengah, wilayah pusat Sanaa, sebuah kantor komunikasi tentara untuk pertama kalinya diserang oleh koalisi.

Gedung bangunan tersebut digunakan oleh kantor berita Saba yang pro-Houthi serta sejumlah media lainnya, kata seorang juru bicara pemberontak.

Menurut keterangan warga, di lingkungan selatan, Hadda, kediaman duta besar Oman dibom dalam serangan udara yang menyasar rumah pejabat Houthi di dekatnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Oman mengutuk serangan itu, kata kantor berita ONA, tanpa mengatakan apakah utusan tersebut di rumah pada saat itu.

"Oman menyeru Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil langkah untuk mengakhiri perang di Yaman," kata juru bicara itu.

Oman, satu-satunya negara Teluk yang tidak menjadi anggota koalisi, menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan perdamaian yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) antara pemerintah dengan pemberontak.

Pemerintah Yaman awal pekan ini menyatakan tidak akan menghadiri pembicaraan kecuali pemberontak lebih dulu menerima resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut penarikan pasukan mereka dari wilayah yang mereka rebut.

Para pemberontak masih menguasai Ibu Kota Sana'a namun mulai kehilangan kekuatan di wilayah bagian Selatan sejak Juli lalu ketika koalisi mengirim senjata, kendaraan berat, serta tentara dan pejuang Yaman yang dilatih di Arab Saudi.

Riyadh telah membentuk persekutuan atau Aliansi Arab itu sebagai respons atas kekhawatiran dan ketakutan bahwa Houthi akan mengambil alih seluruh Yaman dan masuk ke orbit Iran Syiah, rival Arab yang didominasi Sunni atau memasukkan Iran, pesaing wilayahnya, ke dalam orbit Saudi.

Menurut seorang pengamat, yang memperkirakan koalisi memiliki lebih dari 5.000 pasukan di Yaman untuk mendukung angkatan bersenjata setempat.

Di Provinsi Marib, sebelah Timur Sanaa, tempat di mana pasukan pendukung atau pro-Hadi telah melancarkan serangan darat besar-besaran, beberapa lokasi kedudukan Houthi juga dibom semalam, kata sumber tentara.

Serangan di Marib itu dimulai setelah serangan peluru kendali pada awal September terhadap pangkalan sekutu di provinsi tersebut dimana sebuah markas koalisi menjadi sasaran rudal pada awal September dan menewaskan 67 tentara koalisi, termasuk 52 dari Uni Emirat Arab.

Sumber tentara Yaman kepada AFP menyatakan Jenderal Fahd bin Turki, komandan pasukan darat dukungan Arab Saudi di Yaman, memeriksa tentara di Marib pada Jumat (18/9/2015) malam.

PBB menyatakan sekitar hampir 4.900 orang telah tewas sejak akhir Maret di Yaman, tempat yang menurut kepala bantuan badan dunia itu tingkat penderitaan manusia hampir tidak bisa dimengerti, demikian seperti dilansir kantor berita AFP. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.994.434 Since: 05.03.13 | 0.1555 sec