Internasional

Korban Ledakan Di Bangkok Jadi 19 Orang Tewas

Tuesday, 18 Agustus 2015 | View : 323

BANGKOK-SBN.

Sebanyak 19 orang tewas dan 117 orang lainnya cedera dalam ledakan di pusat Kota Bangkok, Thailand, Senin (17/8/2015) malam, kata Kedutaan Besar China di Thailand, mengutip keterangan Kementerian Dalam Negeri di Bangkok.

Tiga warga negara China juga tewas, dan sebanyak 15 orang lagi cedera serius dalam ledakan tersebut, yang terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat, di dekat Erawan Shrine, di persimpangan Ratchaprasong, objek wilayah terkenal bagi wisatawan dalam dan luar negeri, kata kedutaan besar tersebut.

Di antara korban tewas terdapat 10 orang Thailand, satu Filipina, dan lima lagi yang identitasnya belum dikonfirmasi, tambahnya.

"Bahan peledak ditaruh oleh para penyerang dan bertujuan untuk merenggut korban jiwa," kata Kepala Polisi Nasional Thailand, Somyot Pumpunmuang.

Korban cedera, termasuk warga negara Thailand, orang China dan Filipina, telah dibawa ke beberapa rumah sakit yang berdekatan.

Beberapa pejabat dari Kedutaan Besar China di Thailand telah bergegas ke lokasi ledakan dan ke rumah sakit untuk menjenguk korban cedera, demikian laporan Xinhua, Selasa (18/8/2015) pagi. Relawan dikerahkan untuk memberi pertolongan di rumah sakit, kata kedutaan tersebut.

Wakil Perdana Menteri, Prawit Wongsuwan mengatakan, peristiwa itu mungkin membuat takut wisatawan mancanegara untuk datang ke Bangkok dan sangat mempengaruhi industri pariwisata dan ekonomi Thailand secara keseluruhan.

Namun, ia tak bersedia berkomentar apakah pemboman tersebut mungkin berkaitan dengan konflik politik atau gerakan separatis di bagian Selatan negeri itu.

Harian The Nation, mengutip keterangan Komando Operasi Keamanan Dalam Negeri (ISOC), melaporkan, ada tiga kemungkinan alasan bagi ledakan tersebut, yaitu konflik politik, penggantian pejabat pemerintah, dan aksi teror internasional. ISOC mengesampingkan gerilyawan di Wilayah Selatan.

Perdana Menteri, Prayut Chan-o-cha menyerukan pertemuan darurat tingkat tinggi para pejabat pemerintah dan perwira militer yang bertugas dalam urusan keamanan nasional di markas Polisi Nasional, dekat persimpangan tersebut.

Tak ada instruksi bagi penutupan lembaga pendidikan atau keuanga, namun Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) telah mengumumkan semua sekolah di bawah BMA ditutup hari ini, karena kekhawatiran terhadap keselamatan murid dan guru.

Junta Thailand, Dewan Nasional bagi perdamaian dan Ketenangan (NCPO), telah membantah desas-desus bahwa lembaga itu telah mengumumkan keadaan darurat di Bangkok. (ant/xinhua)

See Also

Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
Malala Yousafzai Peraih Nobel Diterima Di The University Of Oxford
Seorang Pria Lukai 5 Orang Di Swiss
Pria India Mengaku Danai Al-Qaeda Ribuan Dolar AS
PM Irak Secara Resmi Umumkan Pembebasan Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Bandara Mosul Dari ISIS
Pasukan Irak Bebaskan Dua Desa Di Dekat Mosul
ISIS Paksa Anak Kecil Dan Penyandang Disabilitas Kemudikan Truk Bermuatan Bom
Donald Trump Janji Persatukan Bangsanya Dan Bawa Perubahan
Gempa Di Italia Tengah
Polisi Istanbul Tangkap Pelaku Penembakan Kelab Malam Turki
Kongres AS Tetapkan Donald Trump Pemenang Pilpres
Kisruh Patung Budak Seks, Jepang Tarik Duta Besarnya Untuk Korsel
Penembakan Di Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang
AS Akan Pindahkan Empat Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
Michelle Obama Akan Tampil Terakhir Sebagai First Lady Di Tonight Show
Turki Tahan 147 Terduga Militan ISIS
Turki Ancam Penjarakan Pengguna Sosmed Sanjung Terorisme
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Istanbul
Tak Ada Korban WNI Dalam Serangan Istanbul
jQuery Slider
Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.213.314 Since: 05.03.13 | 0.1717 sec